Seseorang (mahasiswa) curhat di blog tentang kebimbangannya dalam menentukan pilihan program studi atau sub-jurusan (walaupun istilah ini sudah kurang tepat), lalu minta pandangan saya melalui komentar yang disampaikan dalam blog ini (tentang saya).
Saya sudah kunjungi blog mahasiswa tersebut. Saya pikir mungkin ini kebimbangan banyak orang. Jadi, sebelum saya berangkat mengajar pagi ini, saya sempatkan memberikan repon, lalu saya cut-and-paste di halaman ini. Inilah jawaban saya untuk dia yang mungkin bermanfaat juga buat siapapun.
Saran saya, perhatikan hal-hal berikut ketika melakukan pertimbangan:
- Apa yang menyenangkan buat anda? Asumsi, bidang itu akan kita gunakan untuk bekerja, jadi anda akan bekerja selamanya di bidang yang anda pilih? Apakah akan membuat anda happy?
- Ada konvergensi yang kuat antara bidang-bidang ilmu, apalagi yang terkait kuat dengan IT. Anda pilih eletronika, masih memungkinkan kerja di NOKIA yang dikenal sebagai perusahaan telekomunikasi. Anda pilih telekomunikasi, masih memungkinkan kerja di perusahaan minyak atau Bank, karena mereka menggunakan infrastruktur telekomunikasi.
- Kualitas kurikulum, akreditasi bukan segalanya untuk diandalkan mencari kerja.
- Perhatikan kurikulum, justru untuk kenyamanan anda sendiri. Kalau perlu cari info ke kakak kelas, kuliahnya seperti apa isinya? dosennya seperti apa? Jago teori? Banyak memberikan wawasan dan pemahaman mendasar?
- Jika anda berniat untuk melanjutkan sekolah ke luar negeri. Yang lebih penting bukan akreditasi perguruan tinggi atau program studinya. Lebih banyak ditentukan oleh rekomendasi, program kerjasama antar PT, serta reputasi pendahulu anda yang pernah sekolah disana. Reputasi lulusan ITB cukup banyak diakui di banyak PT di luar negeri. So, jangan khawatir untuk yang satu ini.
- Ini yang terakhir. Kombinasi knowledge adalah yang paling banyak diperlukan saat ini. Kombinasi knowledge bisnis dengan IT, termasuk yang paling powerful!
So, kesimpulannya, pertimbangkan itu semua, berikan bobot yang kuat pada pertimbangan yang akan membuat anda happy. Jika anda menjalani sesuatu dengan happy, hasilnya akan lebih baik. Jika ada yang kurang, lengkapilah kekurangan itu dengan belajar sendiri! Tidak ada pilihan yang SEMPURNA.
Semoga tidak menjadi tambah bingung….





Ikuti saran AAA…
Anda akan meraih sukses dan bahagia!
Selamat!
pa
fotonya ganti? bagus bagus
[...] serupa bisa juga dilihat di sini ; konteksnya memilih Jurusan. [...]
[...] Arry Akhmad Arman, Bingung memilih program studi atau sub-jurusan [...]
[...] 12 April 2008 oleh Oemar Bakrie Masa-masa sekarang ini siswa kelas 3 SMA sedang dihadapkan pada pilihan perguruan tinggi dan program studi atau jurusan (beberapa diantaranya malahan sudah test duluan). Demikian pula dengan mahasiswa ITB angkatan 2007 (tingkat 1) yg harus menentukan pilihan program studi dalam lingkup fakultasnya. Untuk program studi tertentu mahasiswa tingkat 2 juga diharapkan memilih semacam opsi atau spesialisasi, seperti dibahas Pak Arry di salah satu postingnya. [...]
aduh… memang yang satu ini adalah problem sebagian besar anak2 SMA yang mau lulus..
kebetulan kerja saya di sekolahan .. peran guru BP/BK saya kira kurang dalam memberi pengarahan… lha masak ada anak milih jurusan PPKN pas ngisi lembar PMDK dibiarkan saja… bukan berarti saya mengecilkan jurusan itu… tapi mbok ya dikasih pemahaman dulu.. plus minus sebuah jurusan… wong sama-sama bayar kuliah …. mbok ya… diberi alternatif gitu….
trus saya juga aktiv di LSM pembinaan pelajar — kasusnya sama pada nggak tahu mau kemana setelah SMA, jurusan apa… trus politeknik atau Universitas…. dst…belum lagi yag pengin kuliah singkat ato memperkaya keterampilan saja.
saya termasuk korban salah jurusan… lha pengin sastra jadi masuk FKIP…. tapi untungnya saya hepi-hepi aja sekarang
salam dari malang pak
boleh saya link ya blognya ?
http://hmcahyo.wordpress.com