Baca surat pembaca di detik.com tentang layanan Garuda Indonesia yang berjudul “ Status OK Tiket Garuda Bukan Berarti OK Terbang” sangat menarik. Saya kutip sebagian keluhannya:
Saya melakukan chek in Jam 08.45 (belum terlambat) di desk khusus kartu GFF. Pada saat chek in diterima oleh Mbak Gita. Namun, betapa terkejutnya saya karena ternyata pesawat telah penuh dan tidak ada kursi kosong. Padahal di tiket tertera status OK.
Lalu ada beberapa komentar, salah satunya sebagai berikut:
Dewi, Hal ini persis terjadi dengan suami saya. Status ticket OK, dan satu malam sebelum keberangkatan ada petugas Garuda yang menelpon untuk kepastian keberangkatan dan suami saya menjawab bahwa suami saya confirm berangkat. Tetapi aneh bin ajaib waktu akan check in namanya tidak ada. Garuda cukup bertanggung-jawab dan akhirnya suami saya bisa terbang. Tetapi yg saya heran kenapa hal ini bisa terjadi dan ternyata tidak hanya terjadi pada suami saya tetapi pada lebih dari satu penumpang. Ada apa denganmu Garuda???
Komentar-komentar lainnya cukup pedas untuk dibaca, diantaranya ada yang mendukung untuk tetap mendapatkan larangan terbang ke Eropa sebagai pelajaran buat Garuda. Belum ada (baca: mungkin tidak akan ada) komentar dari pihak Garuda soal ini.
So, sekali lagi, menurut saya, perusahaan-perusahaan di Indonesia harus mulai rajin membaca blog serta surat pembaca di media-media online di Internet. Informasi-informasi seperti ini akan menjadi informasi yang menurunkan citra perusahaan dan menjadi informasi gratis yang sangat berharga untuk kompetitor-kompetitor perusahaan kita.
Semoga bermanfaat!
Posting lain yang berhubungan:






dulu belasan tahun yg lalu pernah ada joke tentang singkatan GARUDA yaitu Go And Ready for Uncertain Departure and Arrival … ternyata sekarang ???
iya nih..memang banyak kok keluhan2 yang diungkapkan lewat blog.Mudah2an kedepannya bisa diapresiasi sama perusahaan agar tidak terjadi komunikasi searah saja..
salam
Dulu saya pernah juga tuh naik Garuda dari Jakarta – Surabaya, rebutan kursi sama orang Jepang
Sama-sama dapat tempat duduk 20A. Untungnya saya masuk dan duduk duluan, saya gak beranjak dari tempat duduk. Si Jepang bingung mau duduk di mana. Akhirnya setelah semua penumpang duduk, dia baru dapat tempat duduk di tengah-tengah. Mungkin paling pas kalau dibilang Garuda itu yang terbaik daripada yang buruk
Saya setuju Pak. Karena kita bisa Share Informasi via Blog.
Weleh2….
Mari ngeblog terus deh!
Yang menjadi masalah apakah setelah membaca blog yang berisi keluhan/komplain akan ditindak lanjuti?
saya punya kasus soal komplain dengan Mobile-8:
http://eepinside.com/?p=909
http://eepinside.com/?p=967
sudah cape bolak balik telepon ke CS, tetap saja ga didengar..
Wah, bisa jadi salah satu bahan masukan untuk penyusunan IT Master Plan Garuda nih
Nuhun ya pak
Aha… Blog mulai dikenal luas rupanya!
iya nih.. komen/blog kan curahan hati.. :p
Iya, beberapa keluhan saya terkait dengan layanan suatu produk, sampai sekarang tidak ditanggapi oleh perusahaan tersebut.
Persoalan diatas:
IT-nya GARUDA saya yakin sudah canggih, cuma mental para pelaksananya saja yg mungkin menyebabkan banyak penyimpangan dari sistem yang telah dibuat …
Sampai kapan ya keluhan customer di Indonesia itu bisa ampuh?
Jawabannya sekali lagi sampai penjual jasa bisa memberikan SLA yang win-win atau memihak lebih banyak ke customer dan adanya konsekuensi dari penjual jasa dalam menjalankannya … BTW, di Indonesia hak pelanggan bkn prioritas nampaknya buat penjual jasa, makanya jarang yg punya SLA …
satuju pak, perusahaan harus banyak cari comment dari internet, khususnya dari blog-blog pribadi biar mereka kaya akan apresiasi orang lain. Biar mereka dapat mengukur sejauhmana kepuasaan konsumen itu.