Mengapa “pantai” lebih panas dari pada “puncak gunung”?

Judul di atas adalah satu pertanyaan ketika saya sedang menemani anak bungsu saya yang masih SD belajar. Afran, anak saya, berpikir bahwa jarak dari puncak gunung ke matahari lebih dekat dari pada jarak pantai ke matahari, sehingga harusnya di puncak gunung lebih panas. Pertanyaannya sangat logis!

He…, puter otak! Bagaimana memberikan penjelasan yang logis untuk pertanyaan dan pemikiran dia yang sangat logis ini. Awalnya saya membawa kertas kosong, lalu menggambar situasi orang di gunung dan pantai serta gambar matahari. Lalu saya menggambar hal yang sama dengan letak matahari yang diletakkan sangat jauh, sehingga perbedaan jarak antara pantai dan puncak gunung tak ada artinya dibandingkan matahari yang sangat jauh. He3x, ternyata belum sukses, logika sederhana si anak masih belum bisa dipatahkan dan tidak ada gunanya didebat.

Puter otak lagi…..!!! Akhirnya saya membawa lilin dan saya nyalakan dan dianggap sebagai matahari. Lalu saya dekatkan dua tangan dia ke arah lilin. Satu sangat dekat, satu sedikit lebih jauh. Saya katakan bahwa yang lebih dekat ke lilin (matahari) adalah gunung, sedangkan yang sedikit lebih jauh adalah pantai. Dia makin girang karena itu membuktikan logikanya dia yang dari tadi dia pertanyakan. Lalu saya tarik si lilin (matahari) ke jarak yang cukup jauh, dan saya tanya: ‘tangan mana yang merasa lebih panas?’. Dia tersenyum dan mulai paham yang dari tadi ingin saya jelaskan, bahwa karena jauhnya matahari, perbedaan jarak tadi jadi tidak signifikan.

Setelah logika yang menganggu itu dia pahami, baru saya jelaskan bahwa ada faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi temperatur daerah-daerah yang ada di bumi.

Lega, akhirnya bisa membuat anak saya paham tanpa memaksakan logika yang dia tidak pahami.

Semoga share ini bermanfaat!

About these ads

20 thoughts on “Mengapa “pantai” lebih panas dari pada “puncak gunung”?

  1. Tambahkan lagi pak penjelasannya: semakin ke atas semakin berkumpul uap air, membentuk awan. Di gunung yang tinggi spt Tangkuban Parahu, udara jadi dingin, banyak uap air disana, seringkali awan turun hingga membungkus puncak gunung.

    Sinar matahari yang sampai ke permukaan bumi akan dipantulkan lagi ke atas. Banyaknya uap air diatas bisa memantulkan kembali panas ke bawah, jadi uap air juga punya karakter spt CO2 yg memantulkan kembali panas yang diradiasikan bumi

    Selain itu air, termasuk air laut, menyimpan panas matahari lebih lama dibandingkan tanah. Kalau kita ke daerah danau, walaupun jauh dari pantai, akan terasa lebih hangat dibandingkan daerah yang tidak memiliki danau. Apalagi daerah yang dekat laut… kebayang kan… Rumah yang punya balong seperti banyak di Tasik atau Garut, kalau malam hari akan terasa lebih hangat dibanding dengan yang tidak ada balongnya. … hehe jadi panjang nih. Sebetulnya pak Oemar Bakri lebih kompeten ngejawab soal ini.

  2. Memang.. pertanyaan anak2 itu lugas dan perlu sedikit pemikiran untuk menjelaskannya. Beruntung putra Pak AAA memiliki ortu yg bisa menjawab setiap pertanyaannya.

    Pas saya masih kecil, banyak pertanyaan saya yg belum bs dijawab oleh ortu saya. Hehehehe. Maksudnya, jwb nya tidak memuaskan saya.

  3. Pak Taufikurahman bisa aja nih …

    Meski saya bukan meteorologist tapi seingat saya dulu pernah ada yg menjelaskan bahwa tekanan udara di pegunungan lebih rendah sehingga udara mengembang dan lebih sedikit “menyimpan” panas.

    Nah, bagaimana menjelaskan hal tsb. menggunakan analogi sederhana saya juga tidak tahu, mungkin ada ide dari teman-teman yg lain yg bisa di-share di sini?

    Penjelasan yg sebenarnya bisa saja lebih rumit dari itu, tapi saya sendiri kurang paham …

  4. Iya, pertanyaan anak-anak harus bisa dijelaskan dengan logika yang dapat dipahami oleh anak seusianya. Dan juga menggunakan percobaan, ini akan selalu terekam, walau dia nanti makin besar.

  5. Ya… Menurut saya juga begitu..

    Laut banyak menyimpan panas matahari dari tanah.. Dan juga karena CO2nya berlebihan dan memantulkan panasnya…
    Thankz….

  6. PV=RT –> (asumsi atmosfer gas ideal)

    laju penurunan suhu di troposfer (lapisan atmosfer bagian bawah atau yang kita kenal udara sekita kita) mengikuti laju yang kita kenal dengan laju penurunan lapse rate dimana makin tinggi ketinggian suatu tempat maka suhu udara akan turun…
    laju penurunan tekanan dalam persamaan untuk gas ideal diatas berbanding lurus dengan laju penurunan temperaturnya…
    penjelasan matematis ini mungkin juga bisa berguna….

  7. yaaaaa aku agak beda :gunung waktu siang hari puncak nya diatas ,
    tapi kalau malam hari puncak gunung dibawah sana ,sehingga seluruh air tumpah ruah kebawah di ujung gunung ,ingat dalam perut gunung terdapat rongga, gua , ruang -ruang semuanya akan terisi air , waktu malam hari
    ………………………;BUKTI ada air terjun dari badan gunung, air sumber dll
    air itu tak akan habis untuk selama-lamanya , karena selalu terisi waktu malam hari , puncak gunung sedang ada di bawah, itu pernah aku uji cobakan
    kami buat bumi tiruan yang di dalam nya banyak ruang – ruang , di punggung gunung aku beri lubang kecil, seolah waktu siang hari ,lubang kecil itu
    tetap keluar air

  8. puncak gunung ,apalagi gunung tertinggi suatu misal jaya wijaya , di perut gunung itu menyimpan banyak air waktu malam hari.bukti lain suhu di sekitar gentong , kendi dari tanah liat seabagai tempat menyimpan air , udaranya akan lebih sejuk /dingin , kita minum air di kendi dari tanah liat akan lebih segar kalo dibandingkan dengan kendi yang bahan bakunya dari plastik / alumunium,

    TERNYATA ANAK SAYA : aku terangkan demikian lebih muadah mengiyakan

  9. yaa aku di ponorogo , disana ada gunung wilis , ada danau ngebel , di barat
    tealaga ada sumber air, sejak buyut asaya masih kecil airnya segitu terus
    sampai sekarang , diatas sumber itu ada sedikit hutan tan segitu lebat, masak ia kayu /akar mampu menyimpan air , dimana ia menyimpan, itu pertanyaan anak saya , dia justru kurang menerimanya ????????????????

    ia lebih menerima alasan : bahwa waktu malam hari puncak gunung dibawah sana sehingga semua air tumpah kebawah memenuhi rongga-rongga di perut gunung dan waktu siang hari karena ada lubang /saluran kecil maka air akan keluar lewat situ ???????????????????????????????????????
    GIMANA KALO GITU //??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s