Bandung BERMARTABAT ???

Mungkin sebagian besar orang Bandung tahu, bahwa slogan kota Bandung adalah “Bandung BERMARTABAT”, singkatan dari BESIH-MAKMUR-TAAT-BERSAHABAT. Saya mencoba mencari pemahaman slogan tersebut, khususnya makna TAAT disini adalah apa? Berdasarkan informasi yang saya baca dari situs resmi kota Bandung (www.bandung.go.id), disitu dijelaskan bahwa “Kota Bandung sebagai kota jasa harus memiliki warga yang taat terhadap agama, hukum dan aturan-aturan yang ditetapkan untuk menjaga keamanan, kenyamanan dan ketertiban kota“.

bermartabat.jpg

Slogan “Bandung Bermartabat”
dan angkot tanpa plat nomor

Ada dua hal yang saya pikirkan mengenai taat ini:

1. Apakah warga Bandung adalah warga yang taat?
Rasanya terlalu banyak realita yang mudah terlihat oleh mata yang memperlihatkan ketidaktaatan warga Bandung sesuai dengan pengertian di atas. Masih banyak warga Bandung yang menunggu angkot tepat di tiang rambu S-Coret. Masih banyak warga Bandung yang parkir di rambu P-coret. Masih banyak orang yang mencari nafkah sampai tidak sempat shalat Jum’at. Masih banyak rumah berdiri tanpa IMB. Masih banyak kaki lima dimana-mana. Masih banyak  tawaran dari oknum-oknum untuk  mengubah hal yang tidak boleh menjadi boleh.

2. Sejauh mana pemerintah sudah melakukan berbagai hal untuk menjaga dan meningkatkan ketaatan di masyarakat?
Mungkin sudah banyak hal yang dilakukan pemerintah untuk memperbaiki hal tersebut yang tidak terlihat oleh kita semua. Tetapi, di lain pihak, masih terlalu banyak hal-hal yang sangat nyata di atas yang kelihatannya masih diabaikan.

Jadi, masih pantaskah slogan tersebut?

– Arry Akhmad Arman –

Iklan

11 thoughts on “Bandung BERMARTABAT ???

  1. Bandung BERMATABAT….
    Slogan yang sangat pantas dan cocok untuk kota Bandung.
    naha…? namanya juga slogan, lebih mencerminkan kondisi yang diinginkan. artinya sampai sekarang kota Bandung teh masih belum BER, belum MAR, belum TA dan belum BAT. kalau salah satu dari kondisi tersebut sudah tercapai, maka slogan harus diganti lagi, misalnya kalau kota Bandung sudah BERSIH slogannya berubah menjadi ‘BANDUNG MARTABAT’ (BER – tidak perlu dibahas lagi…sudah bersih). tapi ingat jangan ketuker dengan MARTABAT BANDUNG alias MARTABAT SANFRANSISCO.

  2. Setelah BERHIBER, BERMARTABAT, lantas BER naon deui atuh? Tong ngansaukur ber-beran wae, tapi buktikeun ku tindakan anu nyata. Ceuk Kang Hidayat mah, kudu Pok Pek Prak.
    Tapi namanya juga slogan, terkadang hanya sebagai hiasan ataupun unkapan yang disingkat atau dikiratakan, dikira-kira tapi nyata (harusnya).

  3. Artis Bandung pun punya slogan : BERMARTABAT
    Beriman-Mandiri-Taat-Bersahabat.

    Sepertihalnya pembeerian nama pada bayi yang baru lahir, maka siempunya berhak untuk memberi nama sebaik-baiknya nama. Harapannya agar sikap dan segala tindakannya mencerminkan dari arti dan makna sebuah nama yang tersandang di Akte Kelahirannya. Mirip sebuah doa, keinginan untuk seperti itu. Inipun samahalnya untuk slogan sebuah tempat dimana kita berpijak dan menghirup suasananya…

    Oleh karena itu, buatlah slogan yang lebih baik dari perkataan itu jika Anda menemukannya….Kami terima. Terimakasih 🙂

  4. Yaah….seperti yang terjadi kepada kota-kota lainnya di Indonesia…slogan ya hanya slogan,tidak usah di patuhi dan di jadikan pedoman.Menurut saya lebih baik tidak usah pakai slogan saja….

  5. Saya punya usul bagaimana kalo slogan nanti, slogannya Bandung “Bertobat”, dan itu bukan singkatan…itu adalah kata yang pemaknaannya langsung! dan itu dikhususkan buat pejabat kota bandung serta kroni2nya yang terlalu banyak makan uang yang seharusnya untuk fasilitas untuk rakyat. tapi itu nanti, soalnya kan pemerintahan kota bandung sekarang tidak begitu!!!

    Masa?

  6. masuk dari pintu tol pasteur kita disambut dgn billboard selebar jalan . Bergambar sang walikota dgn ucapan selamat datang. Lewat jl wastukancana ada lagi spanduk sang walikota dgn jacket kulitnya yg di gagah gagahin posenya. Nampaknya ingin lebih dikenal muka/rupanya oleh masyarakat. Tong kikituan deui atuh ari geus “dicoblos dadana” (ingat slogan pemilukada walkot ? ) ayeuna mah tinggal kineja (buktikan). Masyarakat bayar pajak, tapi jalan amburadul. Di daerah geger kalong yg banyak dilalui kendaraan ke daerah wisata ancur-ancuran. Seminggu sebelum lebaran diaspal, seminggu kemudian ancur lagi. Dikamanakeun duit tina pajak (PBB). Kalau nggak mampu ngurus kota Bandung mah turun deui wae, tong maksakeun ! serahkeun ka ahlina ! Rakyat bosen tebar kinerja, percuma SMS kang Ddada di koran ! ya itu cuma tebar pesona, seakan-akan ada perhatian ka rakyat Bandung .

  7. Calon pejabat setelah orde baru, cuma pandai bikin slogan dgn akronim yg dikira-kira pas untuk menarik perhatian rakyat. Jabar “berhiber” sekarang “bermartabat”, buktinya dari dulu korup jalan terus. tebar pesona nggak ada brentinya. kumaha atuh urang sunda rek maju ? Ari ngaku beriman, ikuti cara/perilaku para khalifah sahabat Rasul ! Pejabat lewat di jalan yg jelas macet dikawal pakai voorijder motor Harley yg nyebelin. Itu mah mental feodal. Apan nyaho jalan teh leutik, renjul nggak ada piliheun . Tong sok asa aing ari jadfi opejabat teh. Maneh teh kudu melayani rakyat, lain malah nyusahkeun !

  8. Pejabat kota yg mengabaikan sampah sama artinya dgn org yg menyukai sampah. Dgn sampah itulah terjadinya proyek. Karena proyek itu duit, maka karena itulah sampah tetap dipertahankan, bahkan mungkin sengaja dikembangkan; agar proporsional perkembangannya dgn proyek (tambah bengkak dan banyak hasilnya)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s