Tahukah anda, di kota-kota besar Cina tidak ada motor!

Tahun 2007 yang lalu saya mempunyai kesempatan untuk pergi ke Cina. Mengingat populernya istilah ‘mocin’ (baca: motor Cina) di Indonesia serta Cina sebagai negara berpenduduk terbesar di dunia, saya membayangkan betapa semrawutnya kota-kota Cina dengan motor cina. Ternyata, begitu tiba di Beijing, saya kaget; saya hampir tidak menemukan motor di jalan-jalan di kota Beijing. Ada satu dua, tapi hanya motor yang dirancang khusus untuk membawa barang (mirip motor untuk delivery McD atau Pizza Hut). Motor untuk transportasi manusia tidak ada sama sekali. Kalau sepeda, jangan ditanya, Beijing ramai dengan sepeda.

sepeda.jpg

Saya akhirnya tanya kepada guide yang menyertai kami. Ternyata memang sudah bertahun-tahun motor dilarang digunakan di kota-kota besar di Cina. Apa alasannya? Persis seperti di kita, motor terlalu banyak, dan perilaku pengendaranya sulit diatur. Persis seperti yang dikemukakan sdr Yulia dalam salah satu komentar di blog ini yang mengatakan bahwa angkot adalah ratu jalanan, dan motor adalah rajanya. Sepeda tetap diijinkan di kota-kota besar Cina, karena secara teknis tidak terlalu mengganggu seperti motor karena sepeda tidak bisa bergerak cepat. Lagi pula sepeda adalah salah satu budaya dan ciri khas Cina. Bahkan pengendara sepeda mendapat hak yang istimewa, hampir semua jalan sampai jalan di luar kota dilengkapi jalur khusus untuk sepeda. Saya mengunjungi 2 kota di Cina: Beijing dan Shenzhen. Di kedua kota tersebut motor dilarang.

Kembali lagi ke kota Bandung. Kalau melihat kredit motor sekarang sampai ditawarkan dengan sangat mudah, berarti pertumbuhan jumlah motor akan naik terus dengan drastis. Bahkan kalau shalat Jumat di Mesjid Salman, ada pasar kaget disana yang diantaranya ada yang menawarkan kredit motor. Motornya ada disitu dalam mobil pickup. Transaksi di tempat, pergi naik angkot pulang bisa naik motor kreditan.Luar biasa!

Bayangkan beberapa tahun lagi, jumlah motor mungkin 5 kali lipat dari sekarang? Apakah tidak tambah pusing?
So, bagaimana menurut anda??? Apakah kita perlu meniru Cina untuk melarang motor di kota Bandung?

– Arry Akhmad Arman –

Iklan

17 thoughts on “Tahukah anda, di kota-kota besar Cina tidak ada motor!

  1. Kalaupun mau, saya tidak yakin pemerintah kita akan mampu menerapkan aturan melarang pemakaian motor di kota-kota besar di Indonesia. Terlalu banyak konflik kepentingan di tanah air kita. Bikin aturan di Singapura mudah diimplementasikan, negaranya kecil, warganya sedikit, disiplin pula. Bikin aturan di Cina juga mudah diimplementasikan, meski negara besar, jumlah penduduknya banyak, tapi apa berani rakyat di sana membangkang? Bagaimana di tanah air kita? Ini negara merdeka, Bung! Sekali Merdeka, Merdeka Sekali!

    Maaf, bukannya pesimis, atau menganggap hal spt itu tidak mungkin diterapkan di Indonesia; Kata yang kampanye juga, Bersatu Kita Bisa (he..he.. bisa apa ya). Hanya saja, mungkin diperlukan waktu yang lama untuk membenahi Bandung maupun kota-kota lain di tanah air ini. Harus mempersatukan dulu pihak-pihak yang ber(konflik)kepentingan, membuat dulu strategi yang jitu, membangun dulu kesadaran seluruh anggota masyarakat, mendidik dulu masyarakat supaya disiplin, … dst.. dst.

  2. Ha ha ha, saya pun sebetulnya merasa ini akan sulit dilakukan di kita. Nah, kalau begitu, kita harus melakukan langkah-langkah sistematis sebelum segalanya menjadi tambah rumit diselesaikan. Itu yang mengkhawatirkan. Pemerintah kita tampaknya santai-santai saja dan tidak merasa banyak hal yang kita masalahkan itu adalah masalah besar yang harus dicari solusinya segera.

  3. Tidak hanya menyangkut urusan perut para pegawai pajak, tuh. Polisi bagaimana, dealer motor kumaha, politisi piye…,, belum tukang kredit, ah… pokoknya mah banyak pisan yang berkepentingan dengan urusan motor.

  4. Saya setuju banget dengan penghapusan motor, tiap hari saya riweuh dengan motor jadi sepanjang jalan kantor ngan mencetan klakson… dan karunya sama sopir angkot karena penghasilannya berkurang. Yang paling parah memang attitude yg naik motor. Kadang bawa anak bayi ditengah-tengah berdiri, kasenggol dikit aja bisa gubrak…

  5. Menurut saya pelarangan penggunaan sepeda motor di Cina & Anjuran penggunaan Sapedah (Herbud?) lebih disebabkan oleh hal hal sbb :
    1. Pemerintah Cina sangat sadar betul kualitas sepeda motor buatannya. Jadi dari pada rame rame mogok di Cina & bikin macet, mendingan motolnya owe ekspol aja ke Endonesa…!. (Orang Indonesia teaa…..kreatifit, Motor Jialing yang sekarat bisa berubah menjadi Honda SupraX (he..he…he…)).
    2. Bentuk bitis orang Cina akan tetap proporsional walaupun mesti mengayuh sepada setiap hari. Orang Indonesia….??? betisnya bakal berubah jadi paha…(Percaya ! saya sudah mengalami dan dampaknya masih membekas sampai sekarang..hiks…hiks…).

    Bayangkan seandainya aturan tersebut diterapkan di kota Bandung !. Orang Lembang ka Bandung ngagorolong dengan sepedanya dan pulang naik angkot (tentunya dengan sepedanya diatas angkot).

  6. gw seorang bikers yg udah pasti siap pasang badan untuk menolak seandainya motor dilarang masuk kota….neh sebabnya :
    1. kalo gak pake motor, pake apa? bus? jah bagusin dolo tuh sarana umum…
    2. usaha kecil ampir 100% mengandalkan motor
    3. usaha dibidang Leasing, bengkel, dealer, pabrik helm dan jutaan usaha yg menggantungkan diri dari motor (termasuk bensin ketengan kale…) akan kolaps…karena motor akan lenyap sedikit demi sedikit

    hal positipnya sih lingkungan bersih dan pertamina gak capek2 kerja….wekkekeke
    dah akh…

  7. menurut saya..kalau di tempat kita sih susah banget la..
    kalau bisa yang harus pertama kali diubah adalah kesadaran diri masing2..
    coba lihat saja supir angkot..ada yang asalan2 di jalan..
    jadi kalau bisa sih ubah dulu kesadaran diri masing2 untuk lebih menaati peraturan..
    jangan cuma tau unjuk rasa saja..

  8. naik sepeda…ini jakarta bung panasnya sampe ke ubun-ubun , ngak nyampe-nyampe ke kantor, naik busway apa bedanya ama bis ppd, yang bermobil adem ada acenya… kalo kita ya tetap motor aja ade angin alam….

  9. Masalah banyaknya kendaraan bermotor baik motor dan mobil, sebenarnya harus di cari jalan tengah, bukan berarti melarang produksi motor/mobil tetapi perlu pembatasan dengan jangka waktu tertentu. Karena sudah banyak Investor yang menanamkan modal untuk Industri ini dan menyerap lapangan kerja.

    Dalam hal ini yang terkait adalah
    1. Pemerintah (sebagai regulator)
    2. Dep. Perhubungan (DLLAJR)
    3. Kepolisian (Pengeluaran perpanjangan STNK)
    4. Produsen
    5. Dirjen Pajak (Pajak Motor/Mobil)

    Contoh untuk setiap motor / mobil pembuatan di atas 10 tahun harus ada regulasi untuk di besi tuakan, dimana pemerintah akan membeli bangkai kendaraan motor/mobil. yang dapat diambil adalah :

    1. besinya dilebur kembali
    2. plastick dapat diolah kembali

    Dari kondisi ini kita dapat menghemat biji besi sebagai bahan dasar pembuatan besi dengan hasil peleburan besi dari bangkai kendaraan.

    Apabila masih ada masyarakat yang menggunakan mobil/motor di atas 10 tahun dikenakan denda pajak yang tinggi misalkan 500%, dalam hal ini perlu kearifan untuk dapat mengatur kebijakan ini, karena tentunya kita akan menghadapi sisi politis dari kebijakan ini, belum tentu hal yang menurut kita baik, menurut orang lain baik juga tentunya nanti ada pihak lain yang meng-atasnamakan rakyat biasanya dari Kelompok Partai atau LSM yang akan dapat memprovokasi kebijakan-kebijakan ini.

    Kembali lagi apakah kita mau disiplin atau nantinya di Indonesia utamanya Jakarta akan menjadi hutan rimba kendaraan dimana panjang dan lebar jalan tidak akan bisa mengikuti pertumbuhan kendaraan.

    Saya tidak melihat kebijakan pemerintah untuk menyelesaikan hal ini, atau mereka sepertinya sudah masa bodoh karena banyak kepentingan yang akan tergusur apabila kebijakan ini dilaksanakan.

    Cape…deh…..

  10. saya setuju denagn sistem transportasi cina………
    seharusnya di indonesia populasi motor harus konrol lagi…..
    kalau perlu bikin jalur khusus motor dengan kapasitas yang memadai…!!!!!!!!!!
    alangkah baiknya di indonesia dioperasikan bus-bus gratis seperti diluar negri…. supaya jumlah masyarakat yang menggunakan motor berkurang…

  11. hey…bayar pajak motor itu kan di samsat kok dihubung-hubungin sama ditjen pajak???
    ditjen pajak tu buat pph, ppn, dll, ga ngurus pajak motor, itu pajak daerah, jd bukan instansi pusat yg ngurus
    btw memang susah kalo diterapin di Indonesia, moda transportasi yg paling mobile dibanding yg laen…kalo buat penglaju jauh emang capek sih, lebih enakan naik bus, tentunya dgn catatan busnya nyaman, lha sekarang liat metromini, kopaja, dll ya pilih pake motor dunk

  12. Indonesia ….
    Kalau di Indonesia susah utk melakukan kebijakan apa-apa karena :
    1. Rakyat banyakan yg bodoh ga sekolah (menyenyam pendidikan) sehingga
    utk diajak maju yah susah. Kayak omong ama tembok (org ga py otak). Ada
    yg sekolah cm yaitu yg pinternya lbh dikit dan lbh baik keep silent aja drpd
    pegelin otot dan otak liat kelakuan yg lainnya.
    2. Pejabatnya sama aja, pinter sih pinter sekolahnya dulu. Kalau liat Ijasah sih
    ane percayalah. Cuman ada cumannya, Akhlak dan budaya Malas dan
    korup susah dihilangkan scr da dr bawaan orok kali yeee… So ampe kapan
    juga Indonesia ga akan pernah bisa berubah. Kecuali semua pejabatnya
    dicopot ganti ama orang luar expart. Jadi kyk perusahaan PMA gt deh…
    lebih profesional dan lebih berintelek kedepan pemikirannya bukan jalan
    ditempat doank mikirin hr ini saja kerjanya.
    3. Lambang Burung Garuda kudu diganti dulu krn dikit2 di Indonesia kalau
    da buat peraturan yg ngajak susah rakyat dikit aja. Ujung2nya atas nama
    rakyat kecil, pelanggaran HAM, dll…. pusing deh bahas Indonesia.

    Mendingan juga bahas yg lain, ini negara merdeka dari 17 Agst 1945 ampe sekarang udah mau 66 tahun. Masih begini2 aja, yg maju dan sesak daerahnya cuman di Jawa doank. Itu aja belum merata bangat…
    Emg pemimpin kita pd egois dan jahanam semua. Ga punya visi misi yang jelas memajukan negara ini.

    Akhirnya mending kita tidur aja deh mikirin masalah Indonesia yg satu dtg ga beres dtg lg akhirnya cuman jd sejarah dan tutup buku.

    wassalam,

    wan abud

  13. Mungkin ngak dilarang total tapi di ganti motor listrik, kayak di shanghai itu,… atau diterapkan jalan jalan protokol tertentu dilarang ada sepedamotor klihatannya lebih manusiawi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s