Tembok Bandung dan Tembok Berlin

Di Berlin ada satu tembok yang sangat terkenal yaitu tembok Berlin. Tembok tersebut dulunya menjadi pemisah antara Berlin Barat dan Berlin Timur ketika Jerman berlum bersatu (cerita selengkapnya bisa dibaca disini), dan sekarang sudah dirobohkan. Sebagian segmen tembok tersebut disisakan sebagai peninggalan sejarah untuk Jerman dan dunia, juga sebagai objek turis. Sisa tembok tersebut terletak dekat Ostbanhof (Stasiun Timur). Ingin kesana? Turunlah di Ostbanhof, keluar stasiun, pasti anda bisa melihat tembok tersebut. Perlu diketahui bahwa tidak semua lukisan-lukisan di sisa tembok Berlin merupakan lukisan original yang dibuat ketika tembok tersebut belum dirobohkan. Sebagian merupakan lukisan baru yang dibuat setelah tembok dirobohkan.

berlin-wall.jpg

Saya dan istri tercinta berfoto di sisa Tembok Berlin (2006).
Foto-foto lainnya, klik disini (2004): wall01.jpg, wall02.jpg, wall03.jpg, aaa.jpg

 

Walaupun tidak sepanjang sisa tembok Berlin, di Bandung saya kira ada tembok bergambar yang tidak kalah indahnya. Bahkan uniknya, secara berkala di ganti gambarnya, yaitu tembok di sepanjang jalan Siliwangi, kita sebut saja Tembok-Bandung. Kadang secara kebetulan saya melihat adik-adik mahasiswa Senirupa ITB yang sedang menggambar ulang tembok tersebut. Saya sendiri kurang tahu, dari mana sponsornya, dan setiap berapa waktu tembok tersebut dilukis ulang. Berbeda dengan tembok Berlin yang relatif banyak didatangi turis dan mereka selalu menyempatkan diri berfoto di sekitar tembok tersebut, saya perhatikan hampir tidak pernah melihat orang yang dengan sengaja berfoto di depan Tembok-Bandung.

bandung-wall2.jpg

Tembok Bandung di sepanjang jalan Siliwangi (Foto tahun 2004)

Memang, siapa sih pendatang yang mau berjalan kaki disana? Dari mana mau kemana? Kalaupun mau berfoto, mereka tidak tahu harus parkir dimana? Tembok tersebut lokasinya berseberangan dengan Babakan Siliwangi. Dulu ada restoran Sunda disana (milik Pemda?), lalu pernah kebakaran dan sekarang tidakdimanfaatkan untuk tujuan apapun dan tidak terurus, hanya jadi akses masuk menuju fasilitas olah raga ITB di Lebak Siliwangi. Mungkin bisa dipikirkan untuk mendayagunakan kembali lokasi tersebut, sekaligus memilikirkan untuk menjual si ‘Tembok Bandung’ tadi sebagai salah satu ikon kota Bandung.

flowercarpet00023.jpg

Karpet Bunga Raksasa di Belgia (2000)

 

Di beberapa kota di Belgia, setiap 2 tahun ada yang event yang disebut flower carpet, karpet bunga raksasa dibuat dari ‘bunga sungguhan’. Setiap 2 tahun tersebut pola atau gambar karpetnya selalu berbeda-beda dan unik. Turis ramai tidak hanya melihat karpet bunga yang sudah jadi, tetapi juga ketika proses penyusunan bunga tersebut menjadi karpet raksasa. Nah, saya kira, kalau mau meniru ide tersebut, melukis ulang tembok tersebut dapat dijadualkan dan dipublikasikan. Sehingga orang dibuat penasaran dengan lukisan berikutnya yang akan dibuat di Tembok Bandung, serta bisa menyaksikan bagaimana proses melukis tembok tersebut.

Rasanya ide ini tidak terlalu sulit dilakukan. Bagaimana menurut anda??

– Arry Akhmad Arman –

Iklan

4 thoughts on “Tembok Bandung dan Tembok Berlin

  1. Ping-balik: Sisa Tembok Berlin « Jelajah Dunia

  2. Pak Arry,

    Saya mengunjungi Tembok Berlin pada bulan Mei 2005, hanya melihat sekilas dari atas bus. Kalau yang saya lihat, temboknya bolong-bolong, coretannya nggak beraturan (mungkin dari sisi Jerman Timur ya). Lokasinya di dekat Checkpoint Charlie.

    Saya juga sempat ke Belgia, tapi nggak sempat lihat karpet bunga seperti yang Pak Arry ceritakan. Di Belgia saya ke Brussel dan Brugge. Di Brussel cuma sempat lihat pasar bunga di Grand Place, dan si kecil Manneken-Pis.

    Tentang mural, di Yogya juga banyak lho Pak. Tembok-tembok di pinggir jalan, pagar jembatan, dan pilar jembatan layang, digambari oleh seniman-seniman Yogya. Setelah dibikin mural, aksi vandalism malah lenyap (padahal sebelumnya cat tembok nggak pernah bertahan lama dari corat-coret).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s