Hingar bingar musik dari kafe sampai tengah malam

Saya tinggal di Bandung Utara, di kompleks perumahan Rancakendal. Jika anda tahu warung baso Lela, rumah saya hanya dua rumah dari sana. Saat menulis ini, waktu menunjukan jam setengah 12 malam, dan musik hingar bingar dari salah satu kafe di utara rumah saya terdengar cukup keras. Beginilah tiap malam minggu, tidak bisa tidur dengan tenang. Ketika memilih rumah disini hampir 20 tahun lalu, mimpinya punya rumah di tempat yang sepi. Eh…. ko jadi begini?! Saya engga ngerti, kenapa harus sekeras ini?

Apa yang sebaiknya saya lakukan? Yang pasti jangan menyarankan untuk pindah rumah! Saya tidak punya uang untuk pindah rumah. Ha..3x

9 thoughts on “Hingar bingar musik dari kafe sampai tengah malam

  1. wah…wah…di bandung sekarang makin banyak kafe ya…pak dosen jadi gak bisa tidur kalo malem.

    saran saya : beli rumah baru yang tidak dekat kafe lalu di tempati. mindahin rumah pasti susah banget, karena gak ada peralatan yang bisa pindahin rumah bapak ke tempat lain. kalaupun ada, dari sisi cost pasti lebih mahal “pindah rumah” daripada beli rumah baru.
    *becanda mode : on*

  2. Dibales dengan musik yang LEBIH KERAS LAGI aja … ha ha ha. Tapi musiknya adalah musik tidur atau musik elevator (yang sering kita dengarkan di elevator kalau di LN), bikin orang ngantuk … dan pulang. he he he.

  3. Ha…3x, pindah rumah kemanapun, ke yang sepi sekalipun, 10 tahun lagi kejadiannya mungkin berulang lagi. Salah satu yang membuat tidak mudah menyelesaikan masalah seperti ini adalah budaya timur kita yang selalu berusaha menjaga hubungan baik dengan tetangga, dengan orang-orang yang kita kenal. “Complain” atau “mengadukan” sesuatu adalah hal yang tidak mudah dilakukan, karena akan merusak hubungan baik tadi. Pusing sama parkir? Pusing sama musik di tengah malam? Pusing sama orang yang cekikikan sambil makan? Ya…., terima saja deh!

  4. “Salah satu yang membuat tidak mudah menyelesaikan masalah seperti ini adalah budaya timur kita yang selalu berusaha menjaga hubungan baik dengan tetangga, dengan orang-orang yang kita kenal. “Complain” atau “mengadukan” sesuatu adalah hal yang tidak mudah dilakukan, karena akan merusak hubungan baik tadi.”

    –> Saya setuju ama budaya timur yang bapak sebutkan “menjaga hubungan baik dengan tentangga”, lah kalo tetangganya ngga tahu diri, gimana ?
    “Complain” atau “mengadukan” atau mungkin bahasa halusnya “rembukan” (musyawarah kali bahasa indonesianya)bisa menjadi hal yang mudah, bisa juga menjadi hal yang sulit, tergantung bagaimana cara menyampaikannya sehingga tidak merusak hubungan baik antar tetangga.selain itu bisa dicari win-win solution, bisnis cafe tetangga pak arry jalan, tidur pak arry dan keluarga nyaman🙂

  5. Hubungan yang baik dengan tetangga bukan berarti kita harus menerima kesalahan mereka dan hanya diam ketika mereka mengganggu kita. Hubungan baik dengan tetangga tercipta ketika sesama tetangga bisa saling mengerti dan memahami..

    Kalo saling ganggu sih itu namanya bukan tetangga yang baik. bahkan bisa dituduh melakukan kebisingan.

    Coba dikonsultasikan dengan RT RW setempat pak.. kalo seperti ini kan mengganggu masyarakat pak. Dan lagi kalo bapak se RT maju bersama sama, kemungkinan menang kan lebih besar.

    (Jangan sambil bawa golok tapinya pak..protesnya)

    Hidup Demokrasi. Hidup Kedamaian.

  6. Ha…3x, terima kasih saran dan pemikirannya. Prakteknya kadang tidak mudah. Tidak sedikit juga orang yang dont care, atau malas seperti saya. Sehingga pada saat protes, walaupun dengan cara yang baik, tetap saja ada ketidaknyamanan yang akan terjadi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s