Parkir di Bandung harus Dibatasi!

Bandung adalah surga bagi tukang parkir, surga bagi orang yang malas parkir di tempat yang jauh, surga bagi pemkot untuk mendapatkan pemasukan tambahan dari parkir.

Silakan anda keliling kota Bandung, hampir tidak ada lahan yang tidak dijadikan tempat parkir, kalau perlu berlapis-lapis dan ditempat yang mengganggu kelancaran lalu-lintas, yang penting mobil masih bisa lewat, walaupun jalan cukup untuk 3 jalur, tapi disisakan hanya untuk satu jalur saja.

Aneh bin ajaib kota ini (atau pengelola kota ini!). Di satu sisi mencari solusi untuk mengatasi berbagai persoalan kota, termasuk masalah kemacetan yang jelas-jelas diantaranya disebabkan oleh parkir; tapi di lain pihak, hal-hal yang jelas di depan mata tidak pernah dicoba dibenahi. Satu kutipan menyatakan:


Tiga Tahun terakhir (2002- 2004) pertumbuhan jalan di kota ini praktis statis alias nol persen. Tahun 2005, meskipun ada tambahan jalan sepanjang 3,6 kilometer (2,8 kilometer jalan Pasupati dan 800 meter Jalan Layang Kiaracondong), tetap tidak sebanding dengan pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor yang tahun lalu mencapai 21,7 persen. Peningkatan itu terbesar pada sepeda motor yang tahun 2004 lalu naik sebesar 23,4 persen. Disusul dengan mobil pribadi yang meningkat sebesar 20,9 persen. (sumber: http://64.203.71.11/kompas-cetak/0509/24/Jabar/2076482.htm).

Bayangkan, pertumbuhan jalan praktis 0% (nol persen!), sedangkan pertumbuhan kendaraan di atas 20%, dan pertumbuhan kendaraan tersebut memerlukan dukungan tempat parkir. Lantas bagaimana solusinya?


Menurut saya, satu-satunya solusi praktis dan masuk akal, serta sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan terkait adalah melakukan PEMBATASAN PARKIR secara ketat. Menyediakan lahan parkir yang mencukupi kebutuhan tidak akan pernah bisa dilakukan.

Di sejumlah kota di negara maju yang pernah saya kunjungi, parkir tidak mudah dilakukan, sehingga orang cenderung menggunakan transportasi umum. Nah, saya kira kita tidak perlu lagi rambu P-Coret karena akan terlalu banyak rambu yang harus dipasang di kota tercinta ini. Kita ganti dengan rambu P (saja). Di kota Bandung, di jalan-jalan utama, parkir hanya boleh dilakukan di tanda P. Di luar itu tidak boleh! Pemerintah harus punya keberanian untuk melakukannya! Harus punya keberanian untuk kehilangan income dari parkir, tapi akan mendapat peningkatan dari sektor lain karena efisiensi meningkat akibat kemacetan yang berkurang.

Wah, nanti pemilik mobil akan protes karena mereka dirugikan? Jangan khawatir, masihjauh lebih banyak rakyat yang tidak punya mobil yang mendambakan kota ini lebih sehat dari polusi akibat kemacetan dan mendambakan kelancaran bepergian dengan angkot tanpa banyak kemacetan. Setiap perubahan selalu ada sisi negatif dan positif. Saya yakin pembatasan parkir lebih banyak sisi positifnya dari pada negatifnya.

Kita ambil contoh parkir di sekitar kampus ITB. Parkir sudah dilakukan di kiri kanan jalan, bahkan satu sisinya bisa dua lapis. Silakan lihat di depan gerbang kampus Jl. Ganesha! Sangat berbeda dengan jaman saya kuliah dulu. Dulu mahasiswa malu-malu bawa mobil ke kampus. Sekarang? Ngga perlu saya jawag deh…… Yang pasti jurang antara kaya dan miskin di kampus ini semakin terlihat. Saya kira ini hanya contoh saja, silakan lihat di kampus lain! Silakan lihat di sekitar SMA 3 dan SMA 5.

Ayo kita batasi parkir, agar lebih banyak orang beralih ke ‘angkot’. Nah, secara paralel, angkot harus ditata dan ditertibkan cara berhentinya. Insya Allah, Bandung akan lebih nyaman, sopir angkot akan lebih banyak rejekinya, orang Bandung jadi tidak stress, ……..

Sesuatu yang sangat mungkin untuk dilakukan, tinggal kemauan dari pengelola kota ini!

Arry Akhmad Arman

2 thoughts on “Parkir di Bandung harus Dibatasi!

  1. Ping-balik: Parkir, bisnis paling menggiurkan di Bandung??? « Arry Akhmad Arman’s Weblog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s