Jika ONH Plus bisa, kenapa SIM Plus tidak bisa?

Dalam posting yang lain saya pernah bercerita tentang pengalaman salah satu rekan dosen dalam membuat SIM yang cukup menyita waktu dan tidak dapat (sulit) diselesaikan satu hari. Mengapa? Untuk tes kesehatan, perlu melalui antrian yang sangat panjang. Untuk pemohon baru, masih ada tes teori yang panjang juga. Antrian tersebut, dulu tidak sepanjang sekarang, karena bisa dilewat (rahasia umum). Saya tidak akan membahas prosesnya, tapi hanya coba melempar suatu gagasan.

Haji adalah satu proses yang sakral dan tata caranya diatur dengan tegas dalam agama. Toh, penyelenggaraannya bisa diselenggarakan dengan cara biasa, juga bisa dengan cara plus, tentunya yang plus ini harus membayar lebih mahal. Apa persamaan dan perbedaan ‘biasa‘ dan ‘plus‘?

Perbedaannya, plus penuh dengan kenyamanan, yang biasa tidak. Persamaannya, kedua-duanya tetap menjalani ritual yang diwajibkan dan tidak ada persyaratan yang dilanggar. Tidak ada orang yang protes, karena plus harus bayar jauh lebih mahal.

Dengan beranalogi ke proses ONH dan ONH Plus tersebut, saya pikir, mengapa konsep tersebut tidak bisa diterapkan untuk layanan lainnya, misalnya saja pembuatan SIM. Apa salahnya ada SIM-Plus? Tapi……, tentunya memegang prinsip seperti ONH plus di atas. Semua proses harus tetap dijalani dan tidak ada pelanggaran aturan. Saya kira di negara yang aneh ini, selalu ada (mungkin banyak) orang yang mau membayar lebih mahal untuk mendapatkan pelayanan yang lebih baik. Satu hal lagi yang harus dijaga, jangan sampai mengganggu atau menganak-tirikan proses yang tidak plus.

Contoh, SIM biasa hanya dilayani Senin-Jumat, tanpa ruangan tunggu AC, tanpa suguhan minum. SIM-Plus dilayani Sabtu Minggu, ruang tunggu ber-AC dan tambahan suguhan permen dan minuman gratis.

Senyum ramah, bantuan layanan yang mudah dan hal-hal lain yang menjadi keharusan layanan secara umum harus tetap dijaga, baik pada plus maupun non-plus.

Keluhan kurangnya anggaran di Kepolisian mungkin akan terbantu, dengan tetap menjaga kredibilitas dan wibawa institusi.

Saya sudah menduga apa yang anda pikirkan, bahwa ada kekhawatiran plus jadi sarana untuk memudahkan mendapatkan SIM, atau bakal ada main di proses Plus. Tentunya, semua proses bisnisnya harus dikaji dengan matang, dan integritas aparat harus dijaga, sehingga tingkat kepercayaan masyarakat terhadap layanan plus ini tidak negatif.

Hanya ide! Bagaimana menurut anda?

Share Info: Language Grid

Apa itu Language Grid? Language Grid adalah satu project inisiatif di Jepang untuk membangun platform untuk memfasilitasi kerjasama antar bahasa, antar kultur yang berbeda melalui fasilitas IT, Internet dan tentunya didukung oleh fasilitas translasi bahasa secara online.

toru-ishida.jpg

Selasa minggu lalu, kami (Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB) kedatangan tamu dari Jepang untuk memperkenalkan project tersebut dan tentunya mengajak kami untuk bergabung dalam project tersebut. Saya pikir, ide yang bagus untuk bergabung dalam project tersebut. Saya pribadi menyatakan kesediaan untuk turut serta bergabung dalam project tersebut, sehingga Bahasa Indonesia menjadi bagian dari berbagai bahasa dunia yang ada dalam project tersebut. Jika ingin tahu lebih banyak tentang language grid, silakan kunjungi situs resminya di http://langrid.nict.go.jp/en/

Salah satu pertanyaan yang diajukan dalam pertemuan tersebut adalah masalah peluang melakukan penelitian di bidang itu dalam rangka S2 atau S3. Prof. Toru Ishida (Kyoto University) yang memimpin rombongan tersebut mengatakan bahwa banyak peluang topik penelitian yang dapat digali dari project tersebut. Menarik sekali, di masa yang akan datang, chating, blogging dan pertukaran informasi apapun akan dapat dilakukan dengan mudah, walaupun kita menggunakan bahasa yang berbeda-beda.

Dua hari setelah pertemuan tersebut, Prof Toru mengirimkan email sebagai berikut:

Dear Prof. Arry and Suwarno,

Thanks for your hospitality during our visit at your university.
Here is information about the scholarship I mentioned.
http://www.i.kyoto-u.ac.jp/en/education/pdf/guide.pdf

I think I can invite one student to my lab using this program.
The student can start his/her phd from Oct 2009.
Please encourage your student to apply to this program.
Since I need to decide a candidate by autumn 2008,
please contact me by summer. The earlier the better.

The required documents for the first step is below.
http://www.i.kyoto-u.ac.jp/en/education/pdf/guide.pdf
I will then contact the student in person.

Mudah-mudahan share info ini ada manfaatnya.