Jembatan Penyebrangan di Bandung, Dipaksakan demi Iklan?

Silakan jalan-jalan keliling Bandung, perhatikan jembatan-jembatan penyebrangan. Tidak sedikit jembatan penyebrangan yang dipaksakan keberadaannya hanya demi iklan. Secara fungsional banyak jembatan tersebut bisa kita pertanyakan urgensinya. Jalan-jalan di kota Bandung terlalu kecil, kota yang macet juga menyebabkan kendaraan hampir tidak bisa melaju kencang. Jadi, siapa yang perlu jembatan penyebrangan?

Papan iklan di jembatan juga sangat tidak rasional ukurannya. Sangat besar, tidak proporsional, menganggu keindahan, dan juga membuat tidak aman bagi penyeberang, karena demikian tertutup, sehingga berpotensi terjadinya kejahatan di atas jembatan tanpa diketahui orang lain.

Besarnya papan iklan yang ‘keterlaluan’ dan ‘maksa’ banyak mengganggu pemandangan dan keindahan kota Bandung. Jika anda jalan dari kampus UPI ke arah bawah (selatan), dulu bisa melihat kota Bandung; sekarang hanya melihat papan-papan iklan di jembatan yang tidak pernah dipakai tersebut.

Tadi sore saya sempat memotret salah satu jembatan penyebrangan di persimpangan Asia Afrika dg Cikapundung, seperti terlihat dalam foto ini.

jembatan.jpg

Di balik jembatan tersebut ada Gedung Kuno SWARHA sertaMesjid Agung, tapi yang terlihat hanya jam tangan raksasa. Mungkin julukan yang paling pas untuk kota Bandung adalah KOTA IKLAN. Sebagai perbandingan, foto berikut adalah sebuah jembatan penyebrangan di Singapura; tanpa iklan, penuh bunga, dan aman.

jembatan_singapore.jpg

8 thoughts on “Jembatan Penyebrangan di Bandung, Dipaksakan demi Iklan?

  1. nampaknya pemkot kota Bandung memang sedang kejar setoran pak, selepas dari perizinan mall dan fo serta sarana belanja lainnya yang sudah tidak terhitung lagi jumlahnya kini iklan adalah sasaran. menurut kabar burung pendapatan yang sangat besar memang dari iklan, pajak2 spanduk dkk serta retribusi parkir.
    tidak mengherankan jika pembangunan Megatron BCA di kawasan Ir. H. Juanda menuai masalah.

  2. Sebenarnya kalau mau ada pemasukan bisa saja seperti yg di Singapura itu, lalu di salah satu sudut badan jembatan ditulis tanpa terlalu menyolok “with the compliments from X company” atau “dipersembahkan oleh Y” …

    Saya kira itu sudah diterapkan untuk taman kota (?) dan kliatan lebih elegan, sekaligus mendidik korporasi supaya promosi secara santun. Hanya sekedar ide.

  3. Jembatan penyebrangan di persimpangan Asia Afrika-Cikapundung seperti pada foto di atas sepertinya benar membuat tidak aman bagi penyeberang, buktinya di foto itu nampak penyebrang malah lebih menyukai nyebrang di jalan raya. Nah lho benar-benar tidak fungsional🙂

    Hal serupa sering terjadi di jembatan penyebrangan depan BIP, orang malah lebih suka nyebrang tepat di bawah jembatan penyebrangan. Pernah saya nyebrang di jembatan itu benar-benar ngeri, sisi kiri dan kanan tertutup oleh papan iklan yang besar-besar serasa seperti di sebuah terowongan🙂

  4. Iya nih pak..kalo sebenarnya di perhatikan secara seksama, sangat banyak hal yang menyimpang yang tidak mendukung……
    Segala sesuatudikerjakan bukan untuk kepentingan rakyat, tapi mencari celah untuk bisa mendapat setoran tambahan……..
    Dan anehnya, ada saja alasan (yang mungkin dibuat2) untuk dapat membuat proyek baru ( dan ini bukan hanya terjadi di bandung –tapi banyak daerah lain ) padahal seperti yang bapak katakan ” tidak terlalu esensi”

    Sudah saatnya setiap kita mencoba untuk membangun kembali daerah kita dengan melihat kepada kebutuhan dan keinginan rakyat

  5. @gajahkurus, bahkan kadang ada yang kondisinya sudah bolong dibiarkan.

    @remuz, mari kita mulai dari sekedar diskusi dulu, siapa tahu lambat laun obrolan kita bisa mempengaruhi para pengambil keputusan …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s