Bandung Kota Anti Korupsi, apa bisa?

Frasa pertama dari judul di atas saya kutip dari salah satu judul berita di Pikiran Rakyat hari ini. Frasa kedua, sengaja saya tambahkan untuk mempertanyakan apakah mungkin itu bisa kita capai? Kutipan Pikiran Rakyat Online hari ini menuliskan:

… Peringatan Bandung Lautan Api (BLA) dilakukan dengan pendeklarasian integritas bangsa dan komitmen tidak melakukan korupsi. Kota Bandung diharapkan menjadi kota integritas dan kota antikorupsi. …

Inilah menurut saya kelemahan utama pimpinan-pimpinan di negeri ini. Rajin membuat visi-visi yang ideal tapi tidak didukung oleh misi dan program kerja yang kongkrit, implementable dan terukur. Pernyataan di atas saya kira adalah satu pernyataan yang mempunyai konotasi positif dan luar biasa baiknya. Sudah bisa ditebak, apa kira-kira yang ada di pikiran banyak orang.

Ngga usah nunggu Bandung Lautan Api lah, korupsi dari dulu memang harus diberantas, dan yang paling penting, apa langkah-langkah yang akan dilakukan untuk mewujudkannya? Bukan koar-koar nya saja!

Saya baca berita itu sampai tuntas, tapi tidak ada penjelasan, apa yang akan dilakukan untuk mewujudkan itu. Hanya slogan atau pidato yang mungkin ingin kelihatan heroik disesuaikan dengan peringatan Bandung Lautan Api.

[Setelah saya publish, saya tambahkan bagian di bawah ini, karena menurut saya sangat relevan]

Saya coba search di Google “anti korupsi” dan sampailah pada beberapa artikel tentang “peringatan hari anti korupsi” . Di pikir-pikir, bener-bener ajaib ya negeri ini? Sampai-sampai ada hari anti korupsi segala, tapi korupsi berjalan terus dimana-mana. Hmm…..

Bagaimana menurut anda?

Bandung, Surga Untuk Memulai Usaha

Anda mau buka usaha? Pertimbangkanlah Bandung sebagai salah satu tempat untuk memulainya. Mengapa? Banyak kemudahan (baca: pelanggaran hak) yang bisa anda raih di Bandung untuk memudahkan usaha anda. Apa saja?

Anda tidak perlu memikirkan tempat parkir. Buka saja usaha, jangan khawatir engga punya tempat parkir. Jalan-jalan umum di kota Bandung, bahkan trotoar pun boleh anda gunakan sebagai tempat parkir. Kalau ada yang protes dengan pernyataan ini, silakan lihat buktinya. Terlalu banyak bukti yang mudah dilihat oleh mata. Bahkan rambu dilarang parkir pun mungkin bisa kita negosiasikan letaknya harus dimana (baca posting saya yang lainnya…)

Perlindungan terhadap karyawan lemah. Majikan mempunyai kekuasaan yang sangat tinggi. Apa buktinya? Coba lihat pada saat Idul Fitri. Karyawan yang muslim pun tetap bisa kita paksa (baca: kondisikan) untuk tetap bekerja, padahal itu adalah hari raya mereka yang harus kita hormati. Pemerintah? santai-santai saja, tidak merasa ada something wrong! Anda dengan mudah ber-alibi: Ini sukarela, saya tidak memaksa! Padahal kita tahu bahwa mencari kerja sangat sulit dan kita mau memanfaatkan itu.

Banyak masyarakat memilih diam meskipun lingkungannya terganggu (hmmmm, termasuk saya), karena sering merasa percuma, pemerintah sering lebih berpihak kepada yang punya uang, bukan pada kepentingan umum.

Dan mungkin masih banyak kemudahan lainnya yang bisa anda raih. Bisakah gubernur Jawa Barat yang baru nanti mengubah ini semua di Bandung dan kota-kota Jawa Barat lainnya?

Bagaimana menurut anda?