Bandung Kota Anti Korupsi, apa bisa?

Frasa pertama dari judul di atas saya kutip dari salah satu judul berita di Pikiran Rakyat hari ini. Frasa kedua, sengaja saya tambahkan untuk mempertanyakan apakah mungkin itu bisa kita capai? Kutipan Pikiran Rakyat Online hari ini menuliskan:

… Peringatan Bandung Lautan Api (BLA) dilakukan dengan pendeklarasian integritas bangsa dan komitmen tidak melakukan korupsi. Kota Bandung diharapkan menjadi kota integritas dan kota antikorupsi. …

Inilah menurut saya kelemahan utama pimpinan-pimpinan di negeri ini. Rajin membuat visi-visi yang ideal tapi tidak didukung oleh misi dan program kerja yang kongkrit, implementable dan terukur. Pernyataan di atas saya kira adalah satu pernyataan yang mempunyai konotasi positif dan luar biasa baiknya. Sudah bisa ditebak, apa kira-kira yang ada di pikiran banyak orang.

Ngga usah nunggu Bandung Lautan Api lah, korupsi dari dulu memang harus diberantas, dan yang paling penting, apa langkah-langkah yang akan dilakukan untuk mewujudkannya? Bukan koar-koar nya saja!

Saya baca berita itu sampai tuntas, tapi tidak ada penjelasan, apa yang akan dilakukan untuk mewujudkan itu. Hanya slogan atau pidato yang mungkin ingin kelihatan heroik disesuaikan dengan peringatan Bandung Lautan Api.

[Setelah saya publish, saya tambahkan bagian di bawah ini, karena menurut saya sangat relevan]

Saya coba search di Google “anti korupsi” dan sampailah pada beberapa artikel tentang “peringatan hari anti korupsi” . Di pikir-pikir, bener-bener ajaib ya negeri ini? Sampai-sampai ada hari anti korupsi segala, tapi korupsi berjalan terus dimana-mana. Hmm…..

Bagaimana menurut anda?

7 thoughts on “Bandung Kota Anti Korupsi, apa bisa?

  1. “Bandung Kota Anti Korupsi, apa bisa?” Sepertinya hari-hari belakangan ini Aa sedang dilanda kegundahan bercampur pesimisme thd situasi di Jawa Barat dan Kota Bandung. (Bukan dampak long-long week end kan, A?). Jawaban saya A: bisa*. (*syarat dan ketentuan berlaku🙂 )

    Pagi ini saya mendapat e-mail dari seorang kawan yg rajin
    mengirimkan artikel bagus pembangkit semangat. Kali ini dia kirim tulisan Ralph Marston berjudul “Small opportunities”. Yang menarik saya adalah sebuah kalimat yg berbunyi, “Small steps, taken consistently, put you in position to take big steps.” Meski tidak terlalu nyambung dengan masalah korupsi di Kota Bandung, tapi ada hikmah terkandung dlm kalimat di atas utk mewujudkan Bandung Bebas Korupsi. Kita bisa lakukan hal-hal kecil yg mendukung perilaku anti korupsi, secara konsisten, day-by-day, pasti akhirnya akan tiba pada tujuan besar kita. Mudah-mudahan!

    Betul, saya kira, apapun tidak ada yang tidak mungkin selama “syarat dan ketentuan berlaku”. Nah pertanyaannya adalah bagaimana menciptakan agar “syarat dan ketentuan tersebut berlaku”. Yang pasti memang tulisan-tulisan saya yang bernada kritik untuk kota Bandung tidak ada hubungannya dengan long-long weekend. It’s a small steps, yang mungkin saya lakukan dalam berkontribusi menyelesaikan isu-isu di atas. [ditulis dalam perjalanan bandung-jakarta]

  2. Menurut saya, hari anti korupsi itu bullshit, mana ada korupsi di Indonesia😀

    Oleh karena korupsi sudah membudaya, satu-satunya harapan kita adalah mengganti budaya itu dengan pendidikan generasi penerus.

    Tapi apa iya, proses mengganti budaya tidak terpengaruh korupsi? Kok jadi lingkaran setan ya? Berarti harus ada yang memutus? Tapi siapa ya? Bagaimana ya? Uh oh, jadi ngomong doang juga, tidak ada implementasi yang terukur. Hanya ke sekeliling saya saja yang saya mampu..

    setuju, hari tersebut tidak ada manfaatnya…. yang penting langkah nyata untuk memberantas korupsi, tak perlu lagi hari anti korupsi

  3. Gak bisa Pak!
    Gak bisa…
    Gak bisa…

    Korupsi baru bisa hilang saat di surga,
    itu pun karena pegawainya para malaikat.

    Kalau pegawainya orang Indonesia, gak tahu lah…

  4. Menurut saya itu bukan ajaib. Justru karena korupsi berjalan terus dimana-mana dan tiada hari tanpa korupsi, maka sudah sewajarnya jika kita butuh hari antikorupsi (jadi, dimana letak ajaibnya pak? kan wajar!). menurut saya memang perlu didukung, sebab semua hari selalu dipenuhi dengan berbagai cara korupsi, jadi perlu ada satu hari dalam satu tahun orang tidak boleh korupsi … ha ha ha ….

    ha-ha-ha betul juga. tiap hari korupsi dan kita berhenti korupsi sehari pada hari anti korupsi itu …

  5. Menurut saya, korupsi itu sudah menjadi mata rantai yang tak akan pernah bisa diputus oleh apa pun. Harus ada kesadaran kolektif dalam diri orang Indonesia dan pengamalan yang kongkrit akan anti korupsi ini pa. Wallahu’alam bi shawab!
    Kesadaran koletif?

    Betul, saya setuju!. Ada cara lain, perlakukan hukuman yang sangat tegas dan membuat kapok. Di Cina, dilakukan hukuman arak-arakan di kota, lalu digantung. Kita siap?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s