Ganesha oh Ganesha …

BANDUNG DARI BALIK KAMERA

parkir_ganesha2.jpg

Inilah jalan Ganesha sehari-hari persis di seberang gerbang ITB. Parkir mobil (mewah) dua lapis, tambah angkot berhenti atau ngetem. Berapa yang tersisa untuk kita lewat? Hebat-hebat ya mahasiswa ITB?

Iklan

8 thoughts on “Ganesha oh Ganesha …

  1. Bagaimana kalau diusulkan ke DLLAJR agar di sana itu dipasang tanda P-coret saja, Pak?

    Engga mempan pak. Di gerbang utara saja ada S-Coret, satpam berdiri disana, dan mengingatkan sopir angkot, tidak digubris!
    Harus ada kemauan dan kerjasama kuat antara DLLAJR dan kepolisian untuk menjaga pelaksanaannya! Itu yang tidak pernah dilakukan di kota “Paris van Java” ini.

  2. Wah ternyata sekarang parah juga ya jalan ganesha ? bisa ruwet kaya gitu. Dulu sewaktu kuliah di Bandung, kalo saya lewat jalan ganesha, masih kerasa lebar karena masih jarang mobil mahasiswa yang parkir seperti foto di postingan pak arry. Sekarang selain tambah sempit dikarenakan untuk parkir mahasiswa ditambah lagi, angkot yang berhenti dan ngetem seenaknya, walah.

    Btw apakah bertambahnya mobil yang parkir diatas apakah memang yang punya mahasiswa ITB ? Apakah karena bertambah kaya nya mahasiwa ITB ? Atau karena mahasiswa ITB hanya berasal dari kalangan tertentu saja ?

    Hal serupa sama terjadi di kampus tempat saya menimba ilmu di daerah dayeuhkolot, dulu waktu pertama kali masuk kuliah tahun 2000, yang paling mewah diparkiran adalah : SEPEDA, 3 tahun kemudian parkiran motor mulai rame, lalu setelah saya lulus dan bekerja (kira2 tahun ke 6) , iseng-iseng saya maen ke kampus saya dulu, wah ternyata menabjubkan….sekarang parkiran dipenuhi mobil, mobil dosennya aja kalah mahal kali. bener2 hebat mahasiswa2 sekarang. ckckck

    Kalau yang dimaksud mobil dosen itu adalah mobil saya, benar pak, kalah jauh! Udah pilih mobil paling murah, nyicil lagi! Ha-ha-ha…..

  3. Harusnya ITB bikin gedung parkir aja, pasti laku keras! dari pada jualan konten dijital (no offense, just kidding) …

    Saya pernah dengar ide ini pak! Apa GSG lokasinya?
    Dari kacamata bisnis, dugaan saya itungan bisnisnya akan menarik.
    Tapi…..
    Dari kacamata sosial, saya berharap jangan sampai dilakukan……
    Jurang kaya-miskin di ITB akan semakin tinggi pak!

  4. bukannya kalo parkir di ganesha, kena putih2 dari burung2?
    tapi teuteup aja pada parkir yah…

    iya, kaya nya masih ada tuh, kotoran burung disana…., maka nya tukan software bajakan pasang tenda agar pembelinya bisa santai engga kena kotoran burung.

    Bu Ayi, ngomong-ngomong “teuteup” = “tatap”, “neuteup” = “menatap” ?
    he-he-he, pelajaran basa sunda yeuh!

    Mungkin maksudnya “tetap”, “tetep”, atau “keukeuh“, ya?

  5. hehehe iya pa
    teuteup maksud saya teh tetap
    entah kenapa orang-orang nun sunda bacanya: teuteup..

    pa, menjawab komen biar pake quote gitu gimana sih caranya? ihi ihi, saya ga tau *blushed*

    status kita harus login di wordpress, lalu edit comment tersebut! komentar kita tambahkan quote

  6. Ping-balik: Sepanjang Jalan Ganesha « Ayi Purbasari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s