Kampanye Cerdik: Menyulap Aib Jadi Simpati

Dalam rangka kampanye, salah satu kandidat, ada yang meninjau gedung SD yang baru-baru ini ambruk dan menyatakan bahwa akan membantu rehabilitasi pembangunannya. Saya tidak habis pikir….!!! Buat saya itu tidak masuk akal!

Rubuhnya bangunan SD tersebut secara tidak langsung adalah tanggungjawab gubernur yang sekarang statusnya masih menjabat karena lemahnya pengawasan kondisi bangunan dan pembangunan sekolah di Jawa Barat.

Bagi calon tertentu, itu adalah aib yang mungkin harus ditutupi dari ekspos yang berlebihan! Dari kacamata lain, itu adalah musibah yang sepantasnya memang dibantu penanganannya oleh seorang Gubernur (bukan oleh Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur beserta rombongannya yang sedang kampanye!)

Faktanya, itu malah bisa dijadikan objek kampanye untuk menarik simpati masyarakat calon pemilih. Luar biasa!

Panggung Kampanye atau Panggung Hiburan?

Baca PR online pagi ini tentang kampanye hari pertama dari semua kandidat Gubernur Jawa Barat membuat hati saya makin prihatin. Saya coba baca pemberitaan dari semua kandidat, supaya tidak berat sebelah. Kesimpulan umumnya adalah sebagai berikut.

Semua kandidat menggunakan artis untuk memikat pengunjung. Harusnya mereka MIKIR! Berarti orang-orang yang datang kesana kemungkinan bukan simpatisan mereka, tapi penggemar artis tersebut. Berbahagialah para artis, anda lebih populer dari pada para kandidat! Para kandidat kurang PE-DE tanpa bantuan anda!

Sebagian kandidat sudah mulai memunculkan ukuran-ukuran keberhasilan, tapi “how to go there” nya belum tampak pada semua kandidat.

Etos Kerja Tinggi, Salah Satu Kunci Keberhasilan Organisasi!

Kemarin seharian di Jakarta saya mengisi acara training/workshop untuk satu Bank swasta papan atas di Indonesia. Ada hal menarik yang ingin saya share dalam forum ini. Kami mulai acara jam 08.30. Semua peserta mengikuti dengan serius tapi santai, banyak yang bertanya dengan semangat tinggi. Setelah shalat Jumat ada selingan acara Ice Breaking yang dilakukan, lalu segera dilanjut dengan acara training yang kami sampaikan. Singkatnya, acara bersama kami berlangsung hingga hampir pukul 17.30 dan masih berlanjut dengan acara internal mereka.

Ada satu hal yang menarik. Hingga akhir acara bersama kami, saya masih melihat dengan jelas, hampir di semua peserta, suatu semangat yang tetap tinggi. Sebagai pembicara, tentunya sayapun terbawa suasana, semangat terus sampai akhir.

training_sultan.jpg

Dari situ saya memahami, mengapa Bank ini bisa maju. Memang banyak faktor penentunya, tapi saya cukup yakin, salah kunci utama kemajuannya adalah ‘etos kerja yang tinggi‘ tersebut!

Andai, etos kerja seperti itu bisa kita ciptakan di lingkungan pemerintahan dan di kalangan Anggota Dewan, tentunya negara ini akan maju pesat!