Kampanye Cerdik: Menyulap Aib Jadi Simpati

Dalam rangka kampanye, salah satu kandidat, ada yang meninjau gedung SD yang baru-baru ini ambruk dan menyatakan bahwa akan membantu rehabilitasi pembangunannya. Saya tidak habis pikir….!!! Buat saya itu tidak masuk akal!

Rubuhnya bangunan SD tersebut secara tidak langsung adalah tanggungjawab gubernur yang sekarang statusnya masih menjabat karena lemahnya pengawasan kondisi bangunan dan pembangunan sekolah di Jawa Barat.

Bagi calon tertentu, itu adalah aib yang mungkin harus ditutupi dari ekspos yang berlebihan! Dari kacamata lain, itu adalah musibah yang sepantasnya memang dibantu penanganannya oleh seorang Gubernur (bukan oleh Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur beserta rombongannya yang sedang kampanye!)

Faktanya, itu malah bisa dijadikan objek kampanye untuk menarik simpati masyarakat calon pemilih. Luar biasa!

6 thoughts on “Kampanye Cerdik: Menyulap Aib Jadi Simpati

  1. Nah…kebetulan selagi masa kampanye mohon kepada Bapak-Bapak Haji calon Gubernur Jawa Barat meninjau dan merehabilitasi Robohnya Sekolah Kami. Dua tahun lebih lho sekolah itu merana, tanpa atap, tanpa pintu, tanpa jendela, tanpa kursi, tanpa meja, dan dinding tembok pun sudah berlumut. Foto bisa lihat di sini http://gajahkurus.wordpress.com/2008/03/14/robohnya-sekolah-kami/

    Wah ternyata sudah dua tahun merana ya? Padahal kalau dibantu dua tahun yang lalu, tentunya (1) biaya lebih murah, (2) tidak akan ada yang cedera hebat, (3) proses belajar mengajar tidak terlalu terganggu, dan (4) tidak jadi aib bagi pemerintah. Memang, tidak bisa dijadikan objek kampanye …..

  2. kampanye gaya kapitalis ya pak!! ya seperti itulah dosen saya berpendapat! dan memang setelah terpilih biasanya menggunakan cara2 tertentu untuk mengembalikan modal dan biasanya juga merosotnya kepekaan terhadap hal2 tersebut diatas…..
    KAPITALIS SEJATI !!!

    Saya kira memang begitu. Ya…., sebagai rakyat biasa cuma bisa ikut membangun melalui BLOG saja….

  3. He . . . begitulah contoh pemanfaatan momentum yang baik

    Dari segi pemanfaatan momentum, saya acungi jempol, makanya judul posting saya “Cara Cerdik ….”. Tapi, dari segi etis dan tanggung-jawab? Idealnya, menurut saya: “Saya minta maaf bahwa dalam pemerintahan saya yang lalu masih banyak kelemahannya, salah satunya adalah ini. Saya berharap, masyarakat Jawa Barat mau memberikan kesempatan kedua bagi saya untuk memperbaiki kesalahan dan membangun Jawa Barat lebih baik” Kalau begitu lebih fair dan menarik simpati yang sesungguhnya.

  4. Good point pak Ary, mereka kan cuma memanfaatkan momentum demi publisitas sesaat. Kampanye populis kan paling menarik di liput media, karena sexy kali ya. Toni

    Betul pa Toni, saya paham itu momentum yang sangat tepat untuk diangkat. Tapi kalau itu adalah suatu kesalahan mereka sendiri, apakah itu pantas?

  5. Ping-balik: Pemerintah Ikut Bertanggungjawab … « Arry Akhmad Arman’s Weblog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s