Belakang Dago sudah tidak senyaman dulu …

Dulu, punya rumah atau kantor di belakang jalan Dago (sekitar Boromeus, Raden Patah, dll) adalah mimpi semua orang. Teduh, tenang, tapi sangat dekat akses ke jalan utama, dalam hal ini jalan Dago. Sekarang? Wah, entah dosa siapa? Yang pasti salah satu suasananya adalah seperti foto yang terlihat di bawah ini.

belakang-dago.jpg

Sungguh ajaib Bandung ini. Tidak ada lagi kejelasan, mana daerah pemukiman, mana daerah usaha, dan sebagainya. Semua tempat boleh untuk apa saja!

Iklan

7 thoughts on “Belakang Dago sudah tidak senyaman dulu …

  1. hahahahaa…
    gara2 sering macet kali ya orang pake kuda. itu diparkir disitu…bek tu necer…

    itu artinya: bapak harus siap2 beli tanah di pinggiran untuk investasi 😀

    Ha-ha-ha, pasti tidak mengira kan bisa ada kuda disana???

  2. Kenapa gak sekalian ada rusa, gajah atau jerapah yang berkeliaran he he

    Ada, di belakang Dago ke arah barat, yaitu Kebun Binatang! he-he-he

  3. Wah untung saya ndak punya rumah di situ … Tapi jadi inget jaman baheula nuju anom keneh, hampir setiap sabtu ‘apel’ ke sekitar belakang borromeus. Sekarang sudah tidak perlu lagi karena yg di-apel-in sudah pindah ‘kos’ di rumah saya … he he he.

    jangan-jangan rumah yang dulu suka diapelin sudah jadi terminal kuda, pak!?

  4. He-he-he…. saya termasuk yg agak sering parkir di daerah dalam foto Pak Arry diatas…. maklum masih harus belanja keperluan anak-anak…..:)…..
    Boomingnya sejak tol Jkt-Cikampek-Bdg dibuka Pak…..

    Jangan-jangan kuda yang di parkir disana adalah kuda pak Joko! Ha-ha-ha!

  5. Penataan kota Bandung kian hari memang kian memprihatinkan. Padahal konon jaman gemeente Bandung, peruntukan lahan di kota ini sudah bagus. Cilaki untuk perumahan/ pemukiman, daerah Gedung Sate dsk untuk pemerintahan, dll.

    Saat ini? FO ada di sekitar Gedung Sate, Cilaki sudah jadi tempat wisata kuliner.

    Bila bercerita Dago atau Punclut lebih memprihatinkan. Sekitar terminal Dago (dekat akses curug dago) sudah terbabat habis jadi sekolah Internasional

    Jadi musti gimana ya pa? Saya sendiri tidak tahu harus apa? Sementara hanya bisa kritik dan ngasih solusi (jika terpikir) melalui blog! Kalau pimpinan kota nya lebih baik, apa bisa Bandung lebih baik?

  6. setuju pak, saya kos di imam bonjol..
    suka kesel kalo mobil2 itu bikin macet..
    apalagi kalo kuda buang kotoran seenaknya..
    btw, salam kenal pak arry..
    salam kenal kembali….

    Saya juga tak tahu solusinya harus bagaimana, padahal itu semua hal-hal yang sangat jelas di depan mata. Sementara, mengungkap di-blog adalah yang paling mungkin saya lakukan. Mudah-mudahan sambil jalan, ada pihak-pihak terkait yang membacanya ….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s