Bagaimana bis atau angkot bisa berhenti???

halte_gelael.jpg


Ini adalah salah satu tempat berhenti bis/angkot di jalan Dago (salah satu jalan utama di Bandung). Lihatlah suasananya seperti apa? Taksi, parkir mobil pribadi, motor, kios pulsa….. Tidak mungkin polisi tidak melihat! Walikota sadar engga ya? Wah, saya tidak bisa berkomentar lagi deh! Bagaimana menurut anda?

11 thoughts on “Bagaimana bis atau angkot bisa berhenti???

  1. Terima kasih pak Arry, memuat Bandung dalam blog jadi saya bisa tau kabar (gambar2) terbarunya. Bagus2nya juga kalo ada dituliskan pak. Intinya mah pengen tau kabar tentang Bandung…

    *apakah anda tidak curiga bahwa Bandung nanti akan ditambahi 1 orang pendatang lagi? ;D Maafkan aku, Bandung. Sudah kadung kesengsem..

  2. Jawabannya ya bis/angkot brenti di jalan itu juga, sehingga kemudian antrian mobil lain memanjang ke utara sampai ke perempatan sulanjana-dago.
    Mungkin halte-nya memang multi-fungsi atau di-program sebagai multi-tasking …

    ha-ha-ha…, memang seperti itulah akhirnya yang terjadi…. dan hebatnya semua orang merasa itu hal yang biasa dan tidak perlu dipikirkan!

  3. Kang Arry,

    Coba lihat di pertigaan jl A yani-Suci Cicaheum, pertigaan itu jadi terminal bayangan bus-bus Garut/Tasik.
    Mestinya di situ bis-bis nggak boleh berhenti/ngetem, biar lalu lintas lancar.
    Di situ sekarang ada rambu dilarang parkir (padahal dulu nggak ada), kayaknya biar nggak diprotes.
    Khan yang dilarang parkir, bukan berhenti.
    Kalau hanya berhenti beberapa lama (ngetem) nggak apa-apa.

    Persoalan ngetem ini harus dihilangkan!!!
    Tidak hanya di tempat yang anda sebutkan, di tengah kota juga banyak terjadi!

    Sebetulnya, ada hal yang mendasar dari persoalan angkot, yaitu harus mengubah dari “kejar setoran” menjadi “penghasilan tetap”. Untuk mewujudkan ini, perlu bicara langsung dengan para sopir dan para pemilik angkot. Kalau saya jadi walikota, saya tidak sungkan untuk duduk satu meja dengan mereka untuk mencari win-wibn solution. Insya Allah akan ada solusinya.

  4. Pak Arry, terima kasih ya bikin blog yang spt ini, meski mungkin gak bisa mengubah keadaan karena sopir angkot dll gak akan baca blog ini (toh meski halte gak diisi, angkot dall sudah biasa berhenti semaunya, dan biasanya ada aja yang melegitimasi keboborkan dibalik mencari sesuap nasi), setidaknya mengingatkan kita yang lain, termasuk yang ada di gambar tsb yang bukan angkot, dan yang masih mau sadar tentang ketertiban, kebaikan, disiplin, menghargai hak orang lain, termasuk menghemat bahan bakar (jika lalin tidak dibuat macet). Mudah2an kesadaran akan tumbuh meski perlahan, dan mudah2an sebelum benar2 terlambat (sebelum bangsa kita makin rusak dan akhirnya punah sendiri), sehingga ada waktu dan kesempatan kedua untuk mengembalikan bangsa ini ke peradaban.

    Terima kasih, semoga Allah memberikan saya kesempatan untuk mewujudkan perbaikan-perbaikan yang dimimpikan tersebut. Doakan saja!

  5. mas arry kalo bisa kita pernbanyak photo-photo lapangan atau hal-hal yang mungkin tidak bisa secara langsung dilihat pak wali kota atau para kepala dinas tentang kondisi betapa semrautnya kondisi kota bandung tercinta ini. Saya juga terinspirasi untuk mempublikasikan berbagai sudut kota yang semrawut biar pemerintah kota segera menanganinya dengan cepat.

    Siippp, saya coba perbanyak. Stok foto saya tentang masalah kota Bandung cukup banyak!

  6. Wah ngga d Bandung, d Surabaya semua sama aja ni…😦
    Nggak hanya sopir angkotnya aja si yang salah, penumpangnya jg males nunggu di halte n memberhentikan angkot d sembarang tempat, trus membela diri dg alasan kuno “jauh”, “nggak praktis”, “nggak ada waktu”… males banget si…
    Conto dong org2 luar negri yg meski sibuk tetep jalan n nunggu d halte…
    Dan yg lebih parah, ni polisi pada ke mana semua si? :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s