Fenomena Peningkatan Hits Blog dengan Cepat!

Ruarrrr biasa………, jika mengikuti pola sebelumnya, saya memprediksi hit blog saya baru akan menembus 10.000 dua-tiga hari lagi. Ternyata di luar dugaan, jam 7 malam ini, angka 10.000 sudah lewat!

Mari kita analisa trafiknya. Jumlah hit per hari untuk hari ini telah menembus jumlah hit tertinggi sebelumnya (632). Pada saat posting ini dibuat, jumlah hit hari ini sudah mencapai 975, dan jumlah hit totalnya adalah 10,056. Dari mana datangnya peningkatan pengunjung tersebut? Pasti anda sudah bisa menebaknya. Perhatikan data statistik berikut ini.

Klik tertinggi di blog saya hari ini adalah pada halaman posting yang berjudul ‘Budi Rahardjo di Koran Tempo’ yang ada foto Pak Budi yang seksi itu. Sebelumnya, tidak ada posting manapun yang menembus angka 100 perhari. Berkat berita menarik itulah saya mendapat limpahan pengunjung dari blog Pak Budi yang penasaran ingin melihat fotonya.

So, kesimpulannya? Tidak perlu pasang foto Sandra Dewi atau foto selbritis cantik lainnya yang bikin heboh untuk meningkatkan pengunjung blog anda, cukup pasang foto pak Budi Rahardjo. Ha-ha-ha!

Saya sempat SMS Pak Budi mengenai peningkatan trafik ini. Jawaban SMS Pak Budi adalah sebagai berikut:

Ha3x, asal jangan diberangus saja…

Apa yang bisa saya banggakan dari ITB?

Tulisan ini saya buat setelah membaca blog Pak Rinaldi Munir tentang ‘Masuk ITB Pakai Orang Dalam’. Dari tulisan dan komentar-komentarnya disana terlihat bahwa ITB masih sangat menjaga betul pelaksanaan saringan masuk ke ITB. Bahkan disebutkan salah satu contoh nyata adalah putra Pak Wiranto yang kuliah di ITENAS, padahal pada waktu itu Pak Wiranto adalah rektor ITB. Hebat, menurut saya dan saya masih percaya betul hal ini masih terjaga hingga sekarang.

Ada hal lain (baca: budaya baik lain) yang menurut saya masih terpelihara di kampus Genesha, yaitu ‘dosen tidak terbiasa menerima sesuatu dari mahasiswa’, apalagi memintanya. Bahkan setelah luluspun, mahasiswa sering lupa secara khusus mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbingnya. Tapi hebatnya, dosennya pun tidak pernah menunggu sekedar ucapan terima kasih tadi. Semua berjalan biasa saja…., seperti anda lulus satu mata kuliah, tidak harus datang mengucapkan terima kasih kepada dosennya.

Bagaimana menurut anda? Apakah kampus lain seperti ini juga? Kalau ini terjadi di semua kampus, berarti saya tidak bisa bangga dong dengan ITB!