Pilkada Jawa Barat, Pilih Siapa ya?

Pilkada Jawa Barat tinggal beberapa hari lagi…..
Lagi bingung nih……..
Mau pilih No. 1, sudah pasti Jawa Barat tidak akan banyak berubah…..
Mau pilih No. 2, agak khawatir dengan partai pendukungnya ……….
Mau pilih No. 3, agak khawatir dengan pengalamannya …………..
Mau Golput? Ah, jangan juga…..

Ada saran?

Fitna, Pornografi, Serangan terhadap Situs Web Pemerintah adalah Awal dari Berbagai Jenis Ancaman Baru (Bag 2)

[sambungan dari posting sebelumnya …]

Untuk memahami isu-isu hangat yang sedang terjadi di Indonesia, saya mencoba melihat dari kacamata lain yang jarang dibicarakan, yaitu dari KETAHANAN NEGARA. Saya coba jalan-jalan ke situs Departemen Pertahanan Republik Indonesia (http://www.dephan.go.id). Saya menemukan hal yang menarik, yaitu Link ke sesuatu yang disebut BUKU PUTIH. Saya coba baca isi BUKU PUTIH tersebut. Ketika membaca RINGKASAN EKSEKUTIF, saya menemukan hal-hal yang menarik dan memberikan harapan yang besar. Ini adalah kutipan dua kalimat di paragraf pertama:

Perubahan politik dunia yang terjadi di era globalisasi, telah menghadirkan suatu kompetisi antar bangsa. Kondisi tersebut cenderung mengarah pada perebutan pengaruh yanh cukup ketat, baik global, regional maupun nasional. Perkembangan tersebut antara lain meyebabkan terjadinya perubahan pada situasi keamanan dunia dengan munculnya isu-isu keamanan baru.

Saya ikuti terus, terus, terus, ….., ternyata tidak ada sesuatu yang menyebut Internet atau dunia maya sebagai suatu bentuk ancaman yang mengkhawatirkan. Akhirnya saya berpindah ke BAB IV dalam buku tersebut yang berjudul “PERKIRAAN ANCAMAN DAN KEPENTINGAN STRATEGIS PERTAHANAN”. Saya coba baca…., sampai akhirnya saya menemukan bagian yang memuat DAFTAR ANCAMAN terhadap kepentingan PERTAHANAN INDONESIA sebagai berikut (kutipan langsung dari buku putih):

Dalam konteks strategis, diperkirakan ancaman dan gangguan terhadap kepentingan pertahanan Indonesia dimasa datang, meliputi :

  1. Terorisme internasional yang memiliki jaringan lintas negara dan timbul di dalam negeri.
  2. Gerakan separatis yang berusaha memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia terutama gerakan separatis bersenjata yang mengancam kedaulatan dan keutuhan wilayah Indonesia.
  3. Aksi radikalisme yang berlatar belakang primordial etnis, ras dan agama serta ideologi di luar Pancasila, baik berdiri sendiri maupun memiliki keterkaitan dengan kekuatan-kekuatan di luar negeri.
  4. Konflik komunal, kendatipun bersumber pada masalah sosial ekonomi, namun dapat berkembang menjadi konflik antar suku, agama maupun ras/keturunan dalam skala yang luas.
  5. Kejahatan lintas negara, seperti penyelundupan barang, senjata, amunisi dan bahan peledak, penyelundupan manusia, narkoba, pencucian uang dan bentuk-bentuk kejahatan terorganisasi lainnya.
  6. Kegiatan imigrasi gelap yang menjadikan Indonesia sebagai tujuan maupun batu loncatan ke negara lain.
  7. Gangguan keamanan laut seperti pembajakan dan perompakan, penangkapan ikan secara ilegal, pencemaran dan perusakan ekosistem.
  8. Gangguan keamanan udara seperti pembajakan udara, pelanggaran wilayah udara, dan terorisme melalui sarana transportasi udara.
  9. Bencana alam dan dampaknya terhadap keselamatan banga.
  10. Perusakan lingkungan seperti pembakaran hutan, perambahan hutan ilegal, pembuangan limbah bahan beracun dan berbahaya.

Dari sini kita bisa memahami mengapa hal-hal yang sifatnya ancaman atau gangguan terhadap masyarakat Indonesia di dunia maya tidak pernah ditangani secara sistematis. Kejadian-kejadian tersebut memang tidak dikategorikan sebagai ancaman buat pertahanan dan ketahanan negara, sehingga tidak ada langkah-langkan antisipatif yang disiapkan pemerintah Indonesia.

Ada dua hal yang menurut saya perlu segera dipikirkan dan dilakukan pemerintah Indonesia:

  1. Hal-hal yang berkaitan dengan dunia maya harus dilihat dan diidentifikasikan sebagai suatu ancaman.
  2. Langkah-langkah strategis yang dilakukan harus dilakukan lintas departemen dengan suatu koordinasi yang baik.
  3. Solusi apapun yang diambil harus bersifat jangan panjang dan berkelanjutan, karena ancaman tersebut bukan ancaman sesaat.

Mudah-mudahan pemikiran ini ada manfaatnya.

Bagaimana menurut anda?

Fitna, Pornografi, Serangan terhadap Situs Web Pemerintah adalah Awal dari Berbagai Jenis Ancaman Baru (Bag 1)

Sekitar enam bulan yang lalu ada masalah yang terkait dengan diri saya yang berkaitan dengan dunia maya. Semua berkaitan dengan aplikasi yang pernah saya buat dan saya komersialkan. Lalu populer dan bajakannya dengan cepat bertebaran di dunia maya dan dunia nyata. Di beberapa blog bahkan ada pihak-pihak dengan identitas yang tidak jelas memaki-maki saya (aneh, bajakannya dipakai, lalu pembuatnya dimaki-maki…), bahkan ada yang menyamar dengan nama saya, lalu menyerukan sesuatu yang bertentangan dengan yang saya sampaikan. Memang aneh, tapi itulah gambaran DUNIA MAYA INDONESIA.

Baik, saya bukan mau curhat dan ingin mendapatkan simpati dari persoalan saya pribadi, ini hanya untuk memberikan pemahaman pemikiran saya. Sejak kejadian yang saya alami, saya berpikir:

Ada yang tidak beres dan mengkhawatirkan dengan negara ini. Di satu sisi, pemerintah melakukan berbagai upaya untuk menekan semua pihak agar penetrasi Internet di Indonesia meningkat dengan cepat, juga menekan supaya harga bisa lebih murah. TAPI…., saya tidak melihat program paralel dari pemerintah untuk mengeruk manfaat yang sebesar-besarnya dari penetrasi Internet, JUGA mempersiapkan langkah-langkah antisipatif untuk mencegah berbagai efek negatifnya. Memang bukan tidak ada sama sekali, tetapi langkah-langkah serta dukungan yang dilakukan pemerintah masih jauh dari yang seharusnya dilakukan ….

Salah satunya adalah apa yang saya alami. Lalu serangan terhadap situs web pemerintah menjadi lebih sering, lalu disadari pornografi merajalela, lalu film fitna, …. Apakah hanya ini dan akan berhenti sampai disini?

Saya kira akan muncul tantangan-tantangan lain yang tidak kalah hebatnya….

Walaupun sebenarnya sudah terlambat, pemerintah harus segera memikirkan langkah-langkah strategis yang terintegrasi dan sifatnya jangka panjang berkaitan dengan hal-hal dunia maya ini, sehingga bukan solusi dadakan yang diambil dalam keadaan panik yang dilakukan. Jangan dianggap remeh. Dunia sedang berubah banyak. Semua persoalan di dunia nyata akan muncul cerminannya di dunia maya!!! Memiliki UU-ITE saja saya kira bukan solusi ampuh, itu hanya kelengkapan yang memang harus kita miliki.

Siapkah kita semua mengahadapi itu semua?

[bersambung ke …….]

  • Baca komentar-komentar di posting terkait di PADEPOKAN BUDI RAHARDJO yang memperlihatkan pandangan masyarakat Indonesia terhadap cara pemerintah menyelesaikan masalah ini.

Akses ke Youtube sudah dibuka kembali?

Di rumah saya menggunakan IM2 untuk koneksi Internet 24 jam. Beberapa hari kemarin, bahkan sampai tadi malam, akses ke youtube memang tertutup sama sekali. Pagi ini, setelah shalat subuh, saya iseng klik youtube yang sudah ada dalam bookmark saya, ternyata bisa! Youtube memang ada dalam bookmark saya karena saya sering mencari video untuk ilustrasi presentasi. Saya coba download beberapa video, semua berjalan normal.

Penasaran! Saya search kata ‘fitna’ di Youtube, hasilnya adalah pesan “The connection to the server was reset while the page was loading.“. Penasaran lagi! Saya coba search kata lain yang kira-kira berhubungan dengan film fitna yang menghebohkan itu, ternyata masih memunculkan film tersebut. Ada dua parts, entahlah lengkapnya harus ada berapa. Saya juga coba search kata ‘fitna’ di google, masih berjalan normal. Terakhir, saya coba search kata ‘fitna’ di google video (http://video.google.com), saya mendapatkan respon yang sama dengan searching kata ‘fitna’ di Youtube.

Segera saya cek detik.com dan website Depkominfo untuk melihat berita terbaru tentang pemfilteran Youtube, ternyata tidak ada. Saya tidak tahu statusnya jika menggunakan ISP yang lain….
Mungkin ada yang ingin share disini….

Saya kira ini cara yang lebih cerdik daripada ‘menangkap nyamuk dengan meriam’.

[Update: Kamis, 10 April 2008, jam 6.37PM, masih jalan normal…]