Dua Faktor Utama Penyebab Kegagalan IT Plan

Sejak kemarin sampai hari ini saya menyampaikan workshop tentang pengembangan IT Plan. Framework dan metodologi untuk melakukan pengembangan IT Plan sebetulnya sudah banyak yang bisa dipilih dan sudah mulai matang, tapi pada prakteknya tidak sedikit kegagalan yang sering dialami ketika melakukan perancangan IT Plan. Apa penyebabnya?

Pertama, Technocentric View; perancangan berorientasi pada teknologi, bukan pada bisnis. Seharusnya bisnis dijadikan acuan, teknologi dirancang mengikuti rencana bisnis ke masa depan.

Kedua, Fokus Bisnis Lemah; rencana bisnis ke depan akan dijadikan acuan perancangan, sehingga fokus bisnis yang lemah otomatis akan membuat IT plan akan lemah juga karena mengacu pada sesuatu yang tidak fokus.

Semoga bermanfaat!

9 thoughts on “Dua Faktor Utama Penyebab Kegagalan IT Plan

  1. Ketiga (mungkin) he he he…,
    Orang IT yang tidak punya kemampuan bikin IT plan. Kabarnya Gartner dan hasil survey Computer World memprediksi orang IT tidak lagi dibutuhkan di tahun 2010. Bagaimana pendapat Pak Arry?

  2. @Hari, saya kira harus diperjelas, pengertian tidak dibutuhkannya dimana? Di dunia secara umum atau di perusahaan-perusahaan non-IT?

    Kalau melihat tendensi outsourcing, saya kira saya setuju bahwa orang IT mungkin akan berkurang kebutuhannya di dalam perusahaan karena sebagian aktivitas yang selama ini dijalanlan oleh orang IT akan beralih ke mekanisne outsource.

    Jadi orang-orang IT akan berpindah ke perusahaan-perusahaan layanan IT.

  3. Saya yakin statement “…hasil survey Computer World memprediksi orang IT tidak lagi dibutuhkan di tahun 2010” ada kondisionalnya atau konteksnya. Rasanya tidak mungkin tidak dibutuhkan lagi. Bahkan kalau dikatakan kebutuhannya menurunpun, saya masih ragu. Kalau laju perkembangan kebutuhan orang IT menurun, mungkin saja….

  4. “sekarang sejak saya pake simpati usaha jadi lancar euy !! trimakasih t***sel…” mengutip kata2 iklan telekomunikasi yg dibawakan orang baduy, kok jadi aneh kalo dikatakan orang IT tidak lagi dibutuhkan di tahun 2010….????

    maaf tanggapan ini di sampaikan oleh turunan baduy yg ga ngerti IT

  5. Aa, saya ikutan comment ya…

    Dari beberapa pengalaman, hal lain yang menjadi penyebab kegagalan adalah pemahaman mengenai substansi dari Strategic IT/IS Plan itu sendiri. Prinsip yang umumnya digunakan adalah:

    1. Dimana kita berada saat ini?
    2. Kemana kita hendak pergi?
    6. Bagaimana cara kita sampai kesana?

    Sering dilupakan,
    3. Mengapa kita harus pergi kesana?
    4. Memungkinkan tidak kita untuk menuju kesana?
    5. Adakah sarana untuk bisa menuju kesana?
    7. Apa tandanya (indikator) bahwa kita sudah menuju dan berada disana?
    8. Bagaimana cara kita mengetahuinya?

    Para IS/IT planner sering tidak mau concern dengan jawaban pertanyaan diatas. Maunya langsung action dengan menggunakan Zachman Framework atau McFarlan portfolio.

    Akibatnya, saat Strategic IT/IS Plan itu digabung dengan rencana bisnis strategisnya (align to stategic business), banyak ngga nyambungnya…😦

    Salam,
    TS
    http://totosuharto.wordpress.com/

    Betul pisan kang Toto, kalau ditelusuri pada framework dan metodologinya serta langkah-langkah apa yang harus dilakukan, begitu banyak titik kegagalan yang bisa jadi penyebabnya. Dua yang saya kemukakan di atas adalah hal yang paling fundamental yang bisa jadi penyebab utama. Apa yang kang Toto sampaikan semua sebetulnya dalam hal ini disebabkan oleh fokus bisnis yang lemah tsb, hanya menjalankan semua as usual saja.

  6. Ping-balik: ICT dan Kultur Pendidikan Kita (1) « Tamim’s

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s