Calon Independen Walikota Bandung

[lagi bete di bandara….]

Kemungkinan kemenangan pasangan HADE untuk Gubernur Jawa Barat telah merubah peta politik, termasuk memberikan harapan besar pada calon independen walikota Bandung. Saya hanya ingin tahu pendapat anda, andai ada calon-calon dari partai manapun, dan muncul calon independen. Mungkin calon independen ini belum populer di masyarakat. KIra-kira anda akan pilih calon dari Partai atau calon Independen?

Satu lagi pertanyaan nakal yang boleh tidak dijawab, karena memang tidak ada pikiran dan kemungkinan ke arah sana. Andai saya yang jadi calon independen, tertarik pilih saya? Mengapa? (he-he-he, pertanyaan iseng dari orang yang lagi bete nunggu penerbangan istri yang di delay 4 jam)

[update, pagi di hari berikutnya….]

Akhirnya, seorang kawan menjemput saya dan saya menginap di Jakarta, karena pesawat istri saya baru  berangkat jam 3 pagi dari Hongkong dan mendarat jam 7an pagi di Jakarta. Thanks buat komentar dari para tamu di blog ini, menyenangkan membaca berbagai komentar sambil naik taksi ke bandara, serasa ada yang menemani …..
That’s the beautiful part of blog!

Heureuy Sunda: Manrobuka?!

[lagi bete di bandara…]

Aya hiji tukang gali kuburan keur ngagali kuburan. Kulantaran harita panas pisan, sanggeus rengse ngagali kuburan, si tukang gali kuburan nyiuhan di jero kuburan bari ditiungan ku daun cau. Ujug-ujug aya lalaki jangkung gede nyampeurkeun, si horeng eta teh malaikat anu rek nanya jalma nu geus maot.

Malaikat: Manrobuka?!

Tukang ngagali kuburan: Aduh punten malaikat, abdi mah sanes anu maot. Abdi mah anu ngagali kuburan, nuju nyiuhan. Panas! Nu maot na mah nuju dijalan keneh!

Malaikat: Ah, sugan teh maneh!

Saminggu ti harita, tukang ngagali kuburan kacilakaan, terus dikuburkeun. Geus sababaraha poe dikubur, naha euweuh wae malaikat anu nanya, pikir si tukang ngagali kuburan. Kabeneran ti kajauhan katingali aya malaikat anu kamari salah nanya. Malaikat! gero si tukang gali.

Malaikat: Aya naon hey tukang ngagali kuburan?

Tukang ngagali kuburan: kunaon abdi teu ditanya?

Malaikat: Ah maneh mah minggu kamari oge ngaheureuyan kuring, pura-pura paeh!

Tukang ngagali kuburan: ????????

Heureuy Sunda: Sanes lepat emang ….

[Ngisi waktu sambil BETE di bandara….]

He-he-he…., tiba-tiba saya ingat kelakar yang sering diucapkan teman-teman saya di SMA untuk menghindari satu kesalahan, tapi ini dalam bahasa Sunda. Ketika teman saya disalahkan, dengan logat Sunda yang sangat kental mengatakan begini:

ih, sanes lepat emang, emang papang, embe mundur …..

Tidak ngerti? Silakan pikirkan saja kira-kira apa maksudnya….

Jemput Istri di Bandara

Jam 3 sore saya berangkat naik Primajasa ke Cengkareng untuk jemput istri saya yang harusnya mendarat dari Hongkong jam 20.10. Ternyata karena cuaca yang sangat buruk, info sementara akan kena delay 4 jam, itupun kalau cuaca membaik. Nah lho! Berarti pasti akan mendarat lewat tengah malam. Semua jadual kendaraan ke Bandung berakhir jam 10-11 malam. Tanya sana-sini, akhirnya bisa rental mobil langsung ke Bandung, jam berapapun ditunggu. Wah…., akhirnya lega juga…..

Posting ini saya kirim dari AW Restaurant di terminal kedatangan Bandara Sukarno-Hatta dalam kondisi hujan lebat. Oh ya, tepat setelah datang di bandara tadi, saya pergi ke toilet yang 5 hari lalu saya ceritakan. Dalam 5 hari kondisinya berubah banyak. Satu wastafel bertuliskan RUSAK, sisanya yang masih tidak rusak airnya hampir tidak keluar. Ini bandara internasional lho!?

Apa kata dunia? Ngurus toilet saja tidak mampu!!!

[update, pagi di hari berikutnya….]

Akhirnya, seorang kawan menjemput saya dan saya menginap di Jakarta, karena pesawat istri saya baru  berangkat jam 3 pagi dari Hongkong dan mendarat jam 7an pagi di Jakarta.

Hati-hati dengan Keamanan Wifi Anda!

Buat ahli jaringan dan sekuriti, saya kira info ini bukanlah hal yang baru. Tapi untuk anda yang awam, mungkin ini adalah informasi berharga yang harus anda pikirkan ketika membuka akses informasi penting melalui jaringan wireless.

Dalam satu kegiatan workshop/seminar tentang IT Security Kamis-Jumat kemarin, Pak Budi Rahardjo dan Pak Andika mendemokan kepada para peserta bagaimana cara menyusup ke jaringan Wifi yang sudah dilengkapi proteksi menggunakan WEP, bahkan sudah menggunakan filter MAC address.

So, hati-hati! Jangan biarkan informasi super penting dapat diakses melalui Wifi secara langsung! Harus ada pengamanan extra untuk mengakses informasi tersebut! Paling tidak, setelah sukses menjebol proteksi wifi, masih ada benteng lain untuk menjaga akses informasinya!

Semoga bermanfaat!

Buku ‘Wajah Bandoeng Tempo Doeloe’

Sebenarnya ini bukan info yang baru, hanya share saja. Beberapa hari lalu saya membeli buku WAJAH BANDOENG TEMPO DOELOE karangan Mbahnya Bandung, Bapak Haryoto Kunto (alm). Edisi pertama buku ini diterbitkan 23 tahun lalu, beberapa kali cetak ulang, dan akhirnya lama menghilang. Awal 2008 buku ini dicetak ulang dalam kemasan eksklusif, hardcopy, dengan beberapa revisi dari edisi-edisi sebelumnya. Totalnya 370 halaman, kualitas cetak sangat baik, terutama foto-foto lama kota Bandung, ditampilkan cukup jelas. Harganya lumayan, Rp 187.000; tapi menurut saya tidak mahal untuk isinya yang sangat menarik dan bermanfaat.

Semoga info ini bermanfaat!