Posting Tentang Bandung Saya Pisahkan di Blog Khusus

Di satu sisi, sebagai urang Bandung asli, saya sering gatel untuk selalu menulis sesuatu yang berkitan dengan kota saya yang tercinta, yaitu Kota Bandung. Di lain pihak, saya amati tamu-tamu blog ini berdatangan dari berbagai kalangan dan kota yang berbeda. Saya khawatir, terlalu banyaknya tulisan tentang Bandung akan mengganggu obrolan di sisi yang lainnya.

Jadi, saya sedang membangun satu rumah lagi yang saya khususkan untuk menulis apapun yang berkaitan dengan kota Bandung. Judul-judulnya saya feed melalui blog ini. Jadi bagi anda yang sama-sama peduli tentang kota Bandung, bisa langsung kunjungi blog yang baru ‘http://bandungkotakembang.wordpress.com‘, atau cukup klik langsung dari blog saya ini.

Terima kasih atas kunjungan anda sekalian ke blog ini. Mudah-mudahan diskusi-diskusi kita ini, walaupun ibarat satu titik air di lautan yang luas, tetap bermakna untuk turut memajukan bangsa ini.

Salam,

Arry Akhmad Arman

Buruknya Transportasi di Bandung, Dosa Siapa?

Jika kita diskusi tentang buruknya transportasi di kota Bandung, maka kemungkinan besar sebagian besar orang akan menuding angkot sebagai biang keladinya. Saya setuju bahwa angkot punya kotribusi besar menciptakan kemacetan di kota Bandung, terutama perilaku mereka dalam menaikan dan menurunkan penumpang di tempat yang cenderung memacetkan.

Mari kita coba ajukan beberapa pertanyaan:

  • Dimanakah angkot harusnya berhenti?
  • Dimanakah penumpang harus menunggu angkot?
  • Adakah tempatnya di kota Bandung ini?

Jadi, kalau dipikir-pikir, ini salah siapa? Sama saja dengan menyalahkan seorang murid yang kencing di balik pohon di suatu sekolah, sementara di sekolah itu memang tidak ada WC. Salah siapa?

Aneh memang…, mungkin begitu sibuknya seorang walikota, sehingga tidak pernah bisa menganalisis sumber masalah yang mendasar itu ada dimana????

Semoga ini tidak terjadi lagi di Bandung setelah Bandung memiliki walikota baru nanti!

Kekhawatiran Tentang Calon Walikota Independen …

Melihat kemungkinan kemenangan pasangan HADE untuk gubernur Jawa Barat, saya cukup optimis, jika ada calon independen yang punya integritas, dikenal masyarakat sebagai orang yang jujur dan punya kemampuan dasar untuk mengelola kota Bandung, maka calon itu akan cenderung dipilih oleh masyarakat yang sudah muak dengan calon-calon dari partai.

Namun, jika muncul beberapa calon independen yang sama-sama kuat, tidak tertutup kemungkinan suara masyarakat yang mengharapkan adanya perubahan akan terpecah pada sejumlah calon independen. Akhirnya yang menang adalah calon partai lagi, bahkan tidak tertutup kemungkinan pemenangnya adalah pemain lama.

Koran Pikiran Rakyat hari ini memberitakan:

Salah satu forum yang menamakan Forum Pengusung Calon Independen (FPCI), telah mengadakan penjaringan calon walikota dan wakil walikota ……….
Berita selengkapnya dapat dilihat disini.

Jika ada pihak-pihak lainnya lagi yang mungkin sama-sama mempersiapkan calon independen juga, siapapun yang dicalonkan dari pihak independen, semoga tidak saling menjatuhkan sehingga menguntungkan pihak non-independen.

Bagaimana menurut anda?