Calon Independen, antara Harapan dan Kekhawatiran!

Ketika orde baru tumbang, ada harapan baru di seluruh hati masyarakat: kita akan lebih maju! kita akan mempunyai pimpinan yang lebih baik! kita akan mempunyai wakil rakyat yang sesungguhnya! Setelah dijalani sekian lama, baru kita sadar, itu hanyalah harapan kosong belaka!

Revisi Undang-Undang yang memungkinkan munculnya perseorangan (independen) untuk pencalonan Kepada Daerah telah memunculkan dua sisi yang bertolak belakang. Di satu sisi, ini satu harapan akan munculnya pemimpin baru yang bersih, punya itikad baik dan tidak terbelenggu oleh ikatan politik dengan partai pengusungnya. Namun, di sisi lain, sudah beredar isu-isu tentang adanya imbalan untuk medukung calon independen (beberapa media pernah membahas isu ini). Jika hal ini benar, dan akhirnya hanya muncul independen yang tidak punya niat yang murni untuk berbakti membenahi kota/daerah, maka dibukanya keran independen adalah jalan menuju semakin hilangnya kepercayaan rakyat untuk selamanya terhadap pimpinannya dan sistem politik yang ada. Mau jadi apa negara ini?

Pemerintah seharusnya berperan aktif mengedukasi masyarakat tentang hal ini, walaupun semua orang tahu bahwa itu adalah TIDAK MUNGKIN dilakukan. Di tengah kesulitan hidup yang dialami banyak masyarakat, dan ketidakpahaman masyarakat tentang mekanisme pengusulan calon independen, membuat pihak-pihak independen murni menjadi semakin sulit mengejar waktu untuk pengumpulan dukungan karena harus melakukan edukasi kepada calon pendukungnya.

Betapa indahnya demokrasi ini jika muncul sejumlah pasangan independen murni yang mempunyai pemikiran-pemikiran terbaik untuk memajukan daerahnya.

Bagaimana menurut anda?

Iklan

11 thoughts on “Calon Independen, antara Harapan dan Kekhawatiran!

  1. Pilwalkot 2008, Pilih Satu Pasangan Calon Independen!

    SESUAI janji saya saat siaran tadi pagi (7/5) di acara Good Morning Bandung Raya (GMBR) Radio Shinta 97.2 FM Bandung, saya tuliskan usulan mengenai Konvensi Calon Independen Pilwalkot Bandung 2008 yang melibatkan semua elemen warga Bandung.

    Konvensi ini guna memilih satu pasangan saja dari empat balon walikota independen yang ada. Tujuannya, agar dalam Pilwalkot Bandung nanti calon independen cuma satu vis a vis calon dari parpol (kemungkinan hanya incumbent Dada Rosada yang sudah diusung Golkar-Demokrat, PPP, PBB dll.).

    Keempat balon walikota-wakil walikota independen jelang Pilwalkot Bandung 2008 yang sudah muncul adalah (1) Indra Perwira – Dedi Haryadi, (2) Hudaya Prawira – Nahadi, (3) Syinar Budhi Arta – Arry Akhmad Arman, dan (4) Farhat Abbas – Asep Dedi. Jika keempatnya maju, maka suara pendukung independen akan pecah dan Dada Rosada kemungkinan besar menang! Beda jika hanya ada dua calon yang muncul: independen versus incumbent! Hanya dua pasangan… Ayo, tarungkan hanya INDEPENDEN versus INCUMBENT/CALON PARPOL!

    Sebaiknya, keempat balon independen ini bersatu saja, atau warga Bandung mengadakan konvensi calon independen untuk memilih satu pasangan, jika perlu kombinasikan dari nama-nama yang ada, untuk “diadukan” dengan calon dari parpol (kemungkinan Incumbent Dada Rosada). Saya yakin, calon independen ini menang! Coba saja….!

    Teknik konvensi, bentuk panitia konvensi oleh ormas, okp, dan aktivis independen –tidak terkait dengan atau bukan underbouw parpol tertentu, plus sejumlah tokoh masyarakat Bandung, kalangan akademisi, dll. Keempat balon disosialisaiskan lalu dibuat polling SMS dengan tarif SMS normal (jangan jadi ajang bisnis!). Hasilnya, dipadukan dengan hasil pemilihan dan “uji kelayakan” oleh perwakilan delegasi ormas, okp, aktivis, mahasisa, akademisi, wartawan, penyiar, dll. dengan pemungutan suara yang transparan.

    Jika perlu, lalukan “konvensi independen” ini melalui media televisi lokal Bandung dan radio, live, kaya acara “Indonesian Idol” gitu deh… Buat saja acaranya “Calon Walikota Idola”. Setuju? Lep, Aah…! (Romel, http://www.romeltea.co.nr).*

    NB: Salam kenal Bung Ary, maju terus bung! Meski saya belum tentu memilih Anda, tapi bagi saya sekarang adalah ASAL BUKAN DADA. Tulisan di atas dimuat di weblog saya. Mampir dong ke weblog saya, hatur nuhun…

    Hatur nuhun Kang Romel!

  2. Setelah saya membaca beberapa berita yg ditulis di dalam detik, kompas, PR, SINDO, dll. Saya mungkin bisa disebut anak muda yg ‘masih’ ingin ada perbaikan di negara ini. Ada rasa kekecewaan dimana adanya issue ‘iming2 uang sebesar 50.000 per KTP’.

    Kadang saya bertanya, calon walikota independen yg wajib mendapatkan 80.000 dukungan untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya dgn mengiming-imingi uang sebesar 50.000 per KTP, APAKAH memiliki niat untuk memperbaiki atau tetap ‘menghancurkan’?!!

    Berapa jumlah uang untuk investasi yg sudah mereka perhitungkan untuk mendapat gelar ‘sangwalikota’? Dan saya yakin mereka sudah ‘berhitung’ cara mereka untuk mengembalikannya disaat mereka terpilih!

    Apakah jalur independen masih menjadi alternative untuk mencapai democracy country?

    Apa rasanya untuk calon2 lain, yang memang BENAR2 memiliki niatan yang tulus untuk membangun negara ini?

    SAYA DUKUNG SYNAR, insyallah dgn niat tulus dan ikhlas, Rakyat dapat mendengar niatan mereka.

    wassalam
    -rangga-

    Terima kasih, semoga Allah meridhoi niat baik kami untuk membangun kota Bandung!

  3. Ah saya mah lieur lah ku politik-politik teh…dalam hal ini tidak perlu ada politik apapun dalam mendukung walkot/wawalkot bandung,dari partai atau dari calon independen manapun, kalau memang ada balon walkot n wa-walkot yg ada niatan “udang dibalik batu” dgn ini semua pasti moal kapilih…yakin eta mah dan jangan dikira urang bandung itu tidak tau…sebaiknya dari sekarang mundur para balon2 itu…YANG PENTING LIHAT BACKGROUND N PARA LELUHUR2NYA..BIBIT,BUBUT,BEBET NA…SILAHKAN CERMATI N PIKIR..PASTI ANDA TAU!!!…dan yang paling penting oge STRATEGI NA..jangan pesimis dulu,marilah kita berkaca ke pilgub jabar,
    setuju?!?….KERJA N DUKUNG WE AKANG2 INI.

    Hatur nuhun kang Aam! Kita serahkan semuanya kepada yang Di atas!
    Jika Dia menghendaki, maka pasti jadilah.
    Kalau Dia tidak menghendaki, saya akan kembali ke kehidupan saya yang sudah nyaman sebagai dosen.

  4. Usulan Kang Romel boleh juga Pak, mending dukung by sms daripada ngumpulin KTP 80rb, emang KPUD nya sanggup ngitung ulang gitu? trus bisa memastikan tidak ada FC KTP yang sama di tiap kandidat? Saya jadi khawatir kalo kandidat yang punya niat baik malah ga bisa ngumpulin 80rb FC KTP hanya karena kalah sama ga jelas visinya tapi bisa ngumpulin 80rb KTP karena mengiming2 imingi 50rb per dukungan…..wah ga beres udah….Pokoknya mah saya dukung SYNAR INDEPENDEN….

    Sekali lagi, kita serahkan kepada yang Di Atas.
    Dia selalu punya rahasia yang tidak kita ketahui.
    Apapun yang terjadi adalah yang terbaik untuk kita semua.

  5. aku sih setuju dengan calon dari parpol..
    asal parpol yang memang sudah terbukti dengan pengabdian utk rakyat..
    😉

    menurut saya berat utk menang sebagai calon independen, tapi saya kira pantas utk diberikan acungan jempol…

    tetap semangat pak..

  6. “mencoba tidak mengapa,,,tetapi mengapa tidak mencoba”,,,,
    mari kita warnai bandung kang arry,,,,,)salam persahabatan,farhat abbas:)

  7. saya pikir calon independen maupun dari partai tidak ada yang perlu di khawatirkan, cuma masalahnya adalah adakah semangat berjuang itu benar-benar untuk rakyat? atau kah semangat itu ternyata hanya untuk “Lill duit” bukan “Lillahi taala”
    ternyata kesalahan yang terjadi selama ini toh bukan pada sistem yang berlaku tapi manusianya juga yang banyak berperan penting,

  8. tapi kalau saya harus memilih, saya lebih interest dengan calon independen asal yang benar-benar amanah, hitung-hitung mencoba semangat baru, cara baru dan leader yang baru. karna kalo dari parpol lagi terlalu sarat akan kepentingan. dan pikir-pikir juga ne….lagi-lagi parpol tidak bisa berbuat banyak untuk bangsa ini tapi lebih banyak ngurusin dapur parpol itu sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s