Masyarakat Bawah Berharap Banyak!

Sejak nekad mencalonkan diri jadi bakal-calon wakil walikota Bandung, banyak masyarakat yang ingin memberikan dukungan, tapi mereka ingin dialog dulu dengan siapa yang akan mereka dukung untuk mendengarkan langsung dan bertanya tentang berbagai hal. Karena banyaknya permintaan tersebut, saya dan bakal calon walikota tidak pernah bersama, tapi sudah berbagi tugas mendatangi masyarakat sampai ke pelosok-pelosok.

Pengalaman baru buat saya…., tapi alhamdulillah, saya mudah akrab dengan mereka. Ternyata, selama kita mau mendengar dan memposisikan diri sejajar dengan mereka (bukan sebagai juragan yang ingin dihormati), masyarakat begitu antusias, terbuka dan mudah akrab. Kalau dijeneralisasi, sederhana saja harapan mereka.

Pada umumnya masyarakat bawah ingin melihat perubahan yang besar, tapi perubahan yang lebih berpihak kepada mereka. Mereka juga ingin pimpinan yang mudah ditemui untuk curhat dan mau mendengar keluh kesah mereka.

Beberapa orang tua yang sudah sepuh, yang masih sempat ikut menjalani perang kemerdekaan menyampaikan kegelisahannya bahwa kemakmuran masyarakat sedang menuju kemunduran yang luar biasa. Mereka sedih bahwa kemerdekaan yang ikut mereka perjuangkan dengan berbagai pengorbanan yang ikhlas ternyata berbuah suatu keadaan yang menyedihkan.

Pimpinan baru yang bisa membawa perubahan adalah harapan terakhir mereka. Jika ini tidak tercapai, saya khawatir mereka akan semakin patah semangat. Apa jadinya sebuah kota ketika masyarakatnya sudah kehilangan semangat dan tidak menghormati lagi pemimpinnya?