Diskusi Hangat Tentang Lingkungan dengan Pak Sobirin

Beliau bukan asli urang Sunda, tapi pemahamannya tentang filosofi urang Sunda luar biasa hebatnya. Saya yakin, tidak banyak urang Sunda asli seusia beliau yang mempunyai pemahaman sama atau lebih dari beliau tentang masyarakat Sunda serta prinsip-prinsip budaya Sunda yang berkaitan dengan Lingkungan Hidup. Bagi anda yang bukan pemerhati lingkungan hidup, mungkin banyak yang tidak mengenalnya, walaupun sangat mungkin anda pernah membaca tulisan beliau tentang Lingkungan Hidup di berbagai media di Indonesia.

Pak Sobirin adalah mantan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air sekaligus aktivis Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS). Info ini saya kutip dari salah satu tulisan Kompas yang juga dimuat dalam blog beliau.

Sebagian besar dari kami belum kenal beliau sebelumnya. Kami bertemu untuk silaturahmi dan berdiskusi tentang Lingkungan Hidup untuk kota Bandung pada hari Sabtu kemarin, jam 10.30 sampai dengan 12.30, sampai akhirnya beliau harus pamit karena di telpon oleh Pak Solihin GP, salah satu sesepuh Jawa Barat yang saat ini sangat peduli terhadap kelestarian Lingkungan Hidup di Jawa Barat dan Bandung. Walaupun baru kenal, dalam waktu dekat kami merasa sangat akrab. Pertama karena gaya beliau yang sangat santun, tapi tetap memperlihatkan pemahamanan yang sangat kuat tentang apa yang disampaikannya.

Kami diskusi tentang sampah, tentang cita-cita mewujudkan bunga-bunga di kota Bandung, tentang Cikapundung, tentang Bandung Utara, dan isu-isu lingkungan lainnya. Begitu banyak pengetahuan baru yang kami serap tentang lingkungan hidup, begitu banyak ide-ide yang mudah-mudahan bisa kita wujudkan bersama untuk Bandung yang lebih baik.

Terima kasih Pak Sobirin, semoga bapak panjang umur. Bandung dan Jawa Barat perlu orang-orang seperti bapak sebagai sumber-sumber pemikiran kreatif untuk perbaikan lingkungan hidup. Semoga pimpinan Bandung dan Jawa Barat di masa yang akan datang mau mendengar dan menjalankan pemikiran-pemikiran positif dari orang-orang seperti bapak.

Bagi anda yang ingin membaca pemikiran-pemikiran beliau, silakan kunjungi blog beliau di http://sobirin-xyz.blogspot.com

Sebuah kekhawatiran tentang “Bandung Kota Kreatif”

Akhir-akhir ini banyak pemberitaan di media masa tentang Bandung sebagai salah satu kota kreatif di Indonesia, bahkan di dunia. Menurut saya, ini adalah prestasi sekelompok komunitas kreatif yang terlepas dari program kota Bandung dan mungkin tidak mendapat dukungan khusus dari pimpinan kota Bandung sebelumnya.

Saya salut luar biasa kepada sekelompok warga Bandung yang kreatif dan telah menyalurkan kreatifitasnya sehingga secara tidak langsung turut mengangkat perekonomian kota Bandung.

Namun, ada satu hal yang saya khawatirkan.

Sebagian pemberitaan memberikan kesan bahwa ini merupakan prestasi pimpinan kota ini. Ini bisa menodai kaum kreatif yang sudah bekerja keras tanpa dukungan signifikan sebelumnya dari pimpinan kota ini.

Sebenarnya, pengelola kota ini memang super kreatif juga, misalnya: kreatif membuat iklan besar untuk menghalangi bagunan-bagunan lama yang indah, kreatif membuat jembatan penyebrangan di tempat-tempat yang tidak diperlukan, kreatif mengijinkan tempat-tempat usaha yang tidak memiliki lahan parkir yang khusus, kreatif mengubah daerah pemukiman menjadi tempat usaha, kreatif membuat PEMBANGKIT LISTRIK dari sampah di daerah yang peruntukannya untuk pemukiman. Sungguh luar biasa!

Sekali lagi, salut buat teman-teman yang kreatif dalam arti yang sesungguhnya! Semoga tambah kreatif dan prestasinya tidak ditunggangi oleh pihak-pihak yang ingin numpang popularitas yang sudah anda-anda hasilkan!

Referensi:

Pemanfaatan IT di Pemkot Bandung sangat parah?

ketika Teknologi Informasi (TI) mulai dimanfaatkan sebaik-baiknya di berbagai organisasi bisnis maupun pemerintahan,

ketika TI mulai diterapkan di berbagai pemerintahan kota/kabupaten di Indonesia,

Bandung dengan ITB didalamnya justru memperlihatkan kondisi yang memprihatikan dalam pemanfaatan TI untuk mendukung pemerintahan dan pelayanan publik.

Jika anda meng-ekslpor wesite kota Bandung, maka belum ada layanan publik yang dilakukan secara online.

Jika anda berkunjung ke website Dinas Informasi dan Komunikasi (http://disinkom.bandung.go.id/), maka akan menemukan halaman “UNDER CONSTRUCTION”.

IT yang diterapkan dengan tepat dapat meningkatkan kecepatan, ketepatan, kepastian, dan transparansi layanan publik. Mengapa ini tidak/belum dilakukan? Begitu banyak kampus dan perusahaan yang siap kemampuannya untuk membantuk mewujudkannya.

Akhirnya, jadilah Bandung tertinggal jauh dengan SRAGEN! Sungguh menyedihkan dan memalukan!

Dimana kira-kira masalahnya, ya????