Dekat dengan masyarakat adalah suatu kenikmatan

Entah mengapa banyak pimpinan yang berusaha menjaga jarak dengan masyarakat, padahal dekat dengan masyarakat adalah suatu kenikmatan yang luar biasa. Menghilangkan jarak dengan masyarakat yang mencintai kita memberikan kesan yang luar biasa. Sekitar 2 minggu lalu, saya bertemu dengan masyarakat Dungus Cariang dalam rangka verifikasi faktual. Ucapan tulus, tatapan mata serta jabatan tangan erat memperlihatkan kerinduan masyarakat akan figur pimpinan yang mau dekat dan mendengar keinginan mereka.

Ya Allah, jika aku tak dapat memenuhi harapan mereka, semoga ada orang yang lebih baik dari aku yang dapat mewujudkan harapan mereka semua.

6 thoughts on “Dekat dengan masyarakat adalah suatu kenikmatan

  1. Saya setuju pak seorang pemimpin harus senantiasa dekat dengan masyarakat yang dipimpinnya. Bagaimana kita bisa tau apa yang dibutuhkan masyarakat dan kotanya kalo pemimpinnya “mendekat” saja tidak mau apalagi mau “ngobrol” di lapangan.

    Patut dicontoh mungkin waktu jaman pak Harto yg sering ngadain temu wicara dgn kelompencapir.

    Semoga kalo sudah jadi walikota bapak bisa lebih sering mendekat ke masyarakat. Tapi semoga juga bapak tidak menjauh dari kami yang mahasiswa bapak, seperti layaknya dosen lain yg begitu punya kerjaan lain di tempat lain malah jadi lupa “kulitnya” bahwa dia dosen. Ga kebayang aja gimana bapak kalo dah jadi walikota. Mudah2an bapak bisa menjadi walikota yang dekat dengan masyarakat dan tetap dekat juga ke siswanya yaitu dosen yang tidak lupa dengan “kulitnya” sebagai seorang dosen.

    Rgds
    Ridzal (www.emridz.wordpress.com)

  2. Dalam suasana keseharian, saya kira akan sulit berkaki dua dengan tetap di kampus. Tapi kalau memang memungkinkan dan diminta, Insya Allah saya masih ingin tetap tidak lepas mengajar, walaupun hanya 2 SKS. Karena, saya kira banyak pengalaman praktis yang akan bisa di-share.

    He..3x, itupun kalau saya lolos verifikasi dan nantinya terpilih. Kalau tidak, sudah barang tentu, saya akan tetap jadi dosen biasa.

  3. Hmmm, bukan hendak menjatuhkan pak… Tapi semoga bapak tidak dengan rakyatnya hanya menjelang pemilihan saja (saya hanya mengutip tulisan bapak di postingan yang lain).

    Insya Allah. Tolong ingatkan saya kalau saya lupa!

  4. Ada baiknya seorang calon pemimpin mencontoh amirul mukminin sayyidina Umar ibnu Khattab, yang mana kecintaan nya dengan masyarakatnya sering membuat ia turun dari rumah untuk berjalan keliling kota sendirian demi untuk tahu dan merasakan langsung apa yang dialami masyarakatnya. Mungkin untuk jaman sekarang tak ada yang mau pemimpin ikut antre minyak tanah atau dipasar sembako murah..bagaimana bapak?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s