Trotoar, hak siapa?

Ini hanya contoh dari banyak kasus serupa di berbagai restoran dan tempat-tempat usaha di Bandung. Trotoar yang harusnya menjadi hak pejalan kaki telah beralih fungsi menjadi lahan parkir.

Bahkan terpampang tulisan yang dipasang dengan paku pada pohon disana, isinya adalah sebagai berikut.

2 thoughts on “Trotoar, hak siapa?

  1. Masih mending trotoar yang dikapling. Banyak jalan dikapling buat parkir (pakai rambu/tanda pula), buat bengkel, buat masang iklan (pakai papan/triplek). Wah perlu di foto itu pak.

  2. Betul, saya merasa tidak nyaman untuk berjalan kaki di kota Bandung, malah ngeri karena takut keserempet kendaraan. Gimana Bandung mau jadi kota wisata yang nyaman klo pejalan kaki tidak difasilitasi? Benar-benar harus ada niat dan tindakan serius dari aparat pemerintahan untuk menegakkan aturan yang sudah dibuat dan menerapkan sanksinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s