Manusia berencana, Tuhan yang menentukan …

Manusia hanya dapat merencanakan sesuatu dan berusaha untuk mencapainya, sedangkan keputusan akhir Tuhan yang menentukan. Apapun keputusan akhir yang terjadi harus kita yakini bahwa itu adalah keputusan terbaik untuk kita, walaupun mungkin tidak sesuai dengan harapan kita.

Niat baik saya bersama Kang Syinar Budhi Arta untuk mencalonkan diri sebagai calon walikota dan wakil walikota Bandung telah divonis akhir oleh KPU Kota Bandung bahwa dukungannya tidak memenuhi jumlah minimum yang ditentukan, sehingga kami dinyatakan tidak memungkinkan untuk mendaftarkan diri menjadi calon Walikota/Wakil Walikota Bandung 2008-2013. Jika dikembalikan kepada keyakinan bahwa ada Allah yang Maha Menentukan dan selalu ada rahasia baik di balik itu, kami dengan ikhlas menerima keputusan tersebut.

Namun demikian, melihat berbagai kejanggalan yang sangat nyata yang kami hadapi selama menjalani proses menuju pencalonan, demi perbaikan demokrasi di negeri ini (khususnya kota Bandung), kami berpendapat bahwa semua ini harus diungkapkan kepada masyarakat luas agar semua paham apa yang terjadi dan bisa melihat betapa masih rusaknya proses demokrasi di negeri ini.

Kami akan melakukan berbagai upaya untuk mengungkapkan berbagai keburukan sistem yang ada agar kedzaliman yang menimpa kami tidak dialami oleh calon-calon independen lainnya di masa yang akan datang.

Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan membantu kami serta sama-sama berjuang selama ini. Kami juga ingin mohon maaf kepada semua pihak atas segala kesalahan kami jika dalam semua proses menuju pencalonan ini ada hal-hal yang tidak berkanan. Kami juga mohon maaf kepada semua pihak yang begitu menaruh harapan yang sangat besar kepada kami. Saat ini kami belum bisa mewujudkan harapan kita semua.

Untuk menjaga tali silaturhim yang sudah terbentuk dari berbagai pihak yang selama ini tanpa pamrih sudah membantu kami, serta untuk tetap mewujudkan cita-cita yang kita impikan, kami sedang memikirkan wadah yang paling tepat untuk mencapai dua tujuan tersebut di atas. Semoga mimpi-mimpi indah untuk menuju Bandung Sejahtera, Nyaman dan Maju tetap tetap bisa kita wujudkan dengan cara dan skala yang mungkin berbeda.

18 thoughts on “Manusia berencana, Tuhan yang menentukan …

  1. Salam kenal Pak Arry.

    Semoga perjuangan Bapak dan tim dicatat sebagai amal kebaikan.

    Ditunggu tulisan tentang kejanggalan-kejanggalan selama proses menuju pencalonan Pak.

  2. Salan Kenal Pak Arry,

    Saya selalu mengikuti perkembangan Bandung Independentnya Pak Arry, dan cukup menikmati tulisan-tulisan di blog ini.Saya harap kejadian ini tidak menurunkan semangat dan produktifitas Pak Arry dalam menulis di blog ini ( Insya Allah tidak ya pak..:D)

    Selamat berjuang terus Pak, dimanapun anda berada..!!

    NB: Bagaimana kalau gabung ama Pak Taufikurahman ? Kan sama-sama dosen itb, mudah-mudahan punya semangat perbaikan yang sama.

  3. Buat “Rakyat Cijaura”, nuhun pisan atas simpati dan dukungannya! Insya Allah saya tetap semangat untuk memajukan bangsa ini, khususnya kota Bandung tercinta. Hanya tentu saja caranya yang akan berbeda, dan mungkin dampak yang akan dihasilkannya tidak akan sebesar seandainya kami diberi kesempatan memimpin kota ini.

    Mengenai gabung dengan Pak Taufikurahman, saya kira pada prinsipnya kami berada di jalan yang sama dan punya niat yang sama untuk memajukan kota ini. Setelah lepas dari pencalonan ini, sementara saya tidak mau terikat formal kemana-mana. Saya mau kembali ke kenyamanan saya yang dulu! Tentunya dengan tetap berbuat sesuatu dalam batas tertentu.

    Jujur saja, diantara pilihan yang ada (3 pasang calon), saya ragu akan niat baik 2 pasang calon yang ada dan berharap Kang Taufikurahman bisa membawa perubahan Bandung menuju yang lebih baik. Semoga beliau tidak terbelenggu oleh mekanisme partai politik yang kadang tidak terhindarkan!

  4. Masih banyak media kalo Pak Arry mau mengungkapkan pendapat Bapak terhadap proses seleksi calon walikota. Saya usul tulis saja di PR pak, seorang mantan calon walikota menulis tentang proses seleksi walikota Bandung, siapa yang ga mau baca. Semoga PR juga mau jujur (ideal), mempublish tulisan Bapak…

  5. Tidak harus menjadi kepala daerah untuk menjadikan sebuah daerah lebih baik. Perubahan ke arah yang lebih baik malah lebih banyak dipengaruhi peran pihak non-pemerintah.

    Rangkul sebanyak-banyaknya dukungan untuk memformalkan apa yang telah dimulai sejak awal.

    Tetap semangat pak.

  6. Ungkap saja pak, masa alumni ITB dikadali kok diam saja. Kalau tidak diungkap dan diperbaiki, nanti akan terulang lagi di masa depan. Kapan Bandung bisa mendapat pemimpin yang bagus, kalau begini terus.

  7. Tetap semangat ya pak … Saya turut prihatin dgn berita ini (*maaf saya baru baca*) … Spt chatting kita waktu lihat debat cagub Jateng jg tulisan bapak di blog ini bahwa ada kekhawatiran ketidakberesan dalam proses pencalonan ternyata terjadi ya pak … Kita istighfar sama-sama pak semoga bapak dan teman-teman semua masih diberikan waktu dan kesempatan serta cara lain untuk mewujudkan segala niat baik yang ada dihati demi kebaikan kota Bandung.

    Disadari atau tidak tulisan-tulisan bapak di blog dan media lain adalah salah satu cara dari sekian cara, waktu dan kesempatan yang saat ini yang bisa diberikan untuk menyampaikan kebaikan. Dan itulah mungkin jalan terbaik yang sdh digariskan oleh ALLAH SWT untuk saat ini. Semoga waktu dan kesempatan itu akan datang kelak. ALLAH MAHA ADIL DAN MAHA TAHU APA YANG TERBAIK dan PALING TEPAT BUAT UMATNYA.

    Teriring salam hangat dan dukungan selalu buat bapak. Tetap menulis kritis ya pak. Soal selanjutnya masalah pengunkapan kecurangan yang bapak kira tsb, saya tunggu juga tulisannya.

    Regards,
    Ridzal
    emridz[dot]wordpress[dot]com

  8. Terima kasih untuk komentar simpati dari semuanya. Insya Allah saya akan tetap semangat melakukan banyak hal, juga secara tidak langsung membangun Bandung melalui kritik-kritik yang membangun. Sekarang saya sudah kembali ke kehidupan nyaman saya, buktinya sudah mulai rajin nge-blog lagi kan?

    Buat Pak Mulyanto yang menulis “…masa alumni ITB dikadali kok diam saja…”. Ini jawaban saya pak:

    “Ternyata yang ngadalinnya alumni ITB juga yang jauh lebih senior, jadi saya ngga berani … melawan kakak angkatan”. Ha3x. Selain itu ada info menarik juga tentang ketua KPU tersebut yang saya dapatkan di Internet. Silakan baca sendiri di http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0502/08/daerah/1549491.htm

    Berita lama sih, tapi kelihatannya kasusnya tidak pernah dituntaskan.

  9. Nah itulah pak🙂 Karena dia berpikir bapak yuniornya yang tak akan bakal melawan kalau dikadali, maka bapak dikadali. Welcome to the jungle🙂 hehehehehe.

    Pengalaman hidup saya di bdg begitu🙂 . Kalau tampil intelek dan elegan serta menghindari konfrontasi, maka beranilah orang mengadali. Begitu tampil “you jual, saya beli” maka barulah orang respek dan tidak berani mengadali. Saya pikir itu cuman di kampung ternyata berlaku pula di level KPU, alumni ITB pula.

  10. Ping-balik: Back to normal « ….what & why?…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s