Akhirnya Dapat Parkir Juga …

Pagi ini saya harus memberikan materi dalam acara SHARING VISION tentang Knowledge Management Booming 2008 di Hotel Savoy Homann Bandung. Sesuai dugaan, parkir penuh sekali, bahkan petugas sudah minta maaf bahwa tempat parkir sudah habis dan saya harus keluar dan mencari parkir di pinggir jalan di belakang Hotel. Apa akal? Akhirnya, saya panggil salah satu bapak yang kelihatannya penanggungjawab di area di situ. Saya bilang:

Wah bagaimana nih, saya sudah mengundang tamu 50 orang, tapi sebagai pembicaranya saya ngga bisa parkir. Lain kali saya tidak akan selenggarakan di Savoy Homann.

Tentunya tanpa wajah garang, cukup dengan gaya nyindir dan mengancam halus bahwa tidak akan lagi menyelenggarakan acara disitu.

Sebentar Pak! Akhirnya mereka sibuk main SOKOBAN, geser sana-geser sini hingga akhirnya saya kebagian tempat parkir. Alhamdulillah, akhirnya dapat juga.

Tentunya setelah dapat tempat parkir, saya salami khusus si Bapa tadi dan dengan sungguh-sungguh saya mengucapkan terima kasih. Tampaknya si Bapak merasa puas juga telah dapat membahagiakan tamunya dan berbahagia mendapat ucapan terima kasih dengan sungguh-sungguh. Ternyata ucapan terima kasih yang diucapkan dengan sungguh-sungguh itu sangat bermakna! Akhirnya saya bisa menyampaikan materi saya dengan tenang….

4 thoughts on “Akhirnya Dapat Parkir Juga …

  1. Bandung pun mengalami krisis parkir. Perkara lama yg entah kapan berakhir. Sampai skrg seakan ga prnh belajar jika membangun suatu bisnis juga memikirkan kenyamanan pelanggan termasuk soal lahan parkir. Yg jualan mobil ga mau peduli daya tampung jalan dan lahan parkir. Ribet, riweh, dsb soal parkir ini.

  2. Yang jualan mobil pasti tidak peduli pak! Yang punya tempat usaha juga pasti ngga mau susah. Mengapa harus repot-repot menyediakan lahan parkir jika bisa KOORDINASI dengan aparat untuk mendapatkan ijin usaha tanpa punya lahan parkir yang cukup.

    Jadi, ujung-ujungnya kembali ke pemerintah kota! Menurut saya setiap kantor/restoran/toko/tempat usaha harus mempunyai lahan parkir yang cukup. Selain itu, jangan ragu-ragu pasang larangan parkir yang banyak di tempat yang berpotensi memacetkan dan tentunya siapkan sangsi yang tegas (bukan mahal)!

  3. Idenya bagus Pak Tedy.

    Menambah fasilitas parkir (ke bawah?) untuk suatu gedung yang sudah berdiri saya sangat setuju, jadi tidak parkir di trotoar atau di badan jalan. Tapi membangun khusus gedung parkir dimana-mana, saya kurang setuju. Memfasilitasi parkir ada efek negatifnya: jumlah kendaraan akan tumbuh terus, polusi makin tinggi, kita makin tidak sehat, angkot semakin ditinggalkan, jurang kaya miskin makin lebar, …

    Gedung parkir, kalaupun dibangun hanya ditempat-tempat yang terbatas yang memang kita yakini bahwa ditempat tersebut tidak ada solusi lain selain membangun gedung parkir. Ijinnya harus sangat ketat!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s