KL jauh lebih hijau dari Bandung

Dua hari lalu saya baru saja kembali dari KL (Kuala Lumpur). Satu hal yang menarik buat saya adalah mengamati luasnya area pepohonan yang masih sangat luas dari atas KL Tower. Perhatikan foto berikut ini.


Perhatikan gedung-gedung tinggi di dekat lokasi pengambilan foto (KL Tower), lalu perhatikan area yang agak lebih jauh, suatu area hijau yang sangat luas. Beberapa hal lain yang menarik adalah:

  • perlindungan terhadap daerah KL lama (asli) dilakukan secara sungguh-sungguh, sehingga pemandu wisata dengan mudah menunjukkan daerah yang berisi gedung-gedung lama disana;
  • trotoar untuk pejalan kaki sangat lebar, juga bersih; yang pasti pejalan kaki mempunyai hak yang jelas dan tidak dikorupsi haknya oleh lokasi usaha;
  • kebersihan sangat menonjol; jauh dibandungkan kota Bandung;
  • harga apartemen lebih murah dari pada rumah; keluarga dengan penghasilan masih pas-pasan cenderung memilih apartemen dari pada rumah seperti di Indonesia;
  • pasar kaki lima dikonsentrasikan di tempat tertentu, dan malah menjadi pasar murah yang menarik untuk warga KL maupun untuk turis.

Banyak hal berharga yang bisa kita tiru untuk diterapkan di kota Bandung. Bintang Walk (area jalan kaki) dengan trotoar yang lebar serta banyak pertunjukan seni tapi bebas kaki lima, dapat kita tiru untuk diterapkan di jalan Braga.

Bandung perlu pemimpin yang inovatif, adil, konsisten, memiliki leadership yang tinggi, dan berani melakukan perubahan yang benar. Pemimpinnya juga harus berani tidak populer untuk jangka pendek untuk perubahan-perubahan yang berani demi Bandung yang lebih baik di masa yang akan datang.

Iklan

8 thoughts on “KL jauh lebih hijau dari Bandung

  1. KL memang tertata…bahkan kalau kita melewati jalan TOL dari KL ke Melaka, sepanjang jalan dipinggir jalan TOL hijau segaar sejauh mata memandang. Toilet sampai kesudut kampungpun bersih, walau memang seperti di pasar Melaka, atau di pasar Central (KL), toilet masih jongkok tapi selalu bersih….

  2. Wah, sayang pak ary belum diberi kesempatan jadi walikota. sehingga bandung bisa lebih cepat seperti KL. Tapi mudah-mudahan mimpi kita bisa terwujud oleh yang lain. Soalnya kayanya sekarang lagi trend warna/corak/theme Hijau deh. Makanya, masa Bandung yang dulu mendengung-dengungkan sebagai kota bunga, malahan terkesan sumpek, sareukseuk, kebul, dlsb.

  3. Ping-balik: Taipei lebih hijau dari KL, apalagi dibandingkan Bandung « Arry Akhmad Arman’s Weblog

  4. Saya rasa itu sih cuma dari permukaan saja Pak.

    Setahu saya, di KL, banyak trotoar yang beralih fungsi jadi warung dan tempat ngopi kalo malam. Kalo ga percaya, silahkan aja berputar-putar di sekitar area Brickfields / KL Sentral sore/malam.

    Trus, trotoar emang ada..Tapi ga semua jalan ada trotoar. Di Malaysia, semua jalan dibangun untuk kendaraan bermotor, bukan untuk manusia.

    Karena itu, untuk menyeberang dari area satu ke area lainnya pun, kadang harus naik bis (padahal udah di depan mata..tapi berhubung resiko ditabrak waktu menyeberang atau waktu jalan lebih gede, terpaksa naik bus).

    Yang lebih parah disini adalah angkutan umum..Susah banget carinya. Yang ada cuma RapidKL Bus. Nunggunya lamaaa bgt, apalagi kl tinggalnya di daerah pinggiran KL.

    Pendek kata, rumput tetangga selalu lebih hijau (padahal belum tentu lebih hijau..hehehe)

  5. Ping-balik: Bangunan itu semakin tinggi………. « Arry Akhmad Arman’s Weblog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s