Apa yang paling menyebalkan dari angkot Bandung? [3]

Q: Apa yang paling menyebalkan dari angkot Bandung?

A: Ketika kita dikejar waktu, nyetir di suatu jalan dan akan belok kiri; sementara ada tulisan sangat jelas “belok kiri jalan terus”; persis di depan kita adalah angkot yang sedang santai menunggu penumpang dan menghalangi jalan kita untuk jalan terus; lalu kita menekan klakson beberapa kali; tiba-tiba seluruh penumpang angkot memandang kita dengan wajah sinis. Nah lho! Ko jadi gua yang dianggap punya dosa sih?!

Iklan

10 thoughts on “Apa yang paling menyebalkan dari angkot Bandung? [3]

  1. ini dari saya.

    A: ketika dikejar waktu, ada angkot ngetem di pinggir kiri jalan. ternyata karena tempatnya strategis, angkot jurusan lain ikutan ngetem di sebelah kanannya. karena memang bener-bener strategis, angkot lain yang juga berbeda jurusan ikutan ngetem juga di sebelah kanannya. alhasil, jalan penuh terhalang angkot dan kemacetan pun terjadi. lebih mengesalkan lagi, ini selalu terjadi di pagi dan sore, di depan petugas polisi dan dishub.

  2. Ya pak, mereka punya pemahaman sendiri ttg arti kata “strategis”. Teknik handalnya adalah bikin jalan atau perempatan macet terlebih dulu. Hitung-2an statistik mereka tidak terlalu salah, sekian persen dari pejalan kaki akan masuk ke angkot. Semakin macet, semakin banyak kandidat penumpang yang melintas dekat pintu angkot dan, hopefully, masuk; persis seperti nelayan menjala ikan.

    Lucunya, kalau ditegur mereka akan bilang “lagi cari rejeki pak…” … yaah… memangnya kita tidak ?

  3. Saya rasa masalah transportasi massal tidak bisa diserahkan ke masyarakat, seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah jadinya ya akan seperti ini.
    Misal lihat di negara tetangga kita, singapore, kan ga ada angkot disana 🙂 Makanya lalu lintas menjadi lebih teratur.
    Tapi masalahnya apakah pemerintah bisa menyediakan transportasi massal?
    Mungkin bisa dilihat hubungan antara jumlah angkot dengan semrawutnya lalu lintas. Bogor yang banyak angkotnya sama juga kacaunya.

  4. Hmm, kalau dilihat dari posting berseri 1 sampai 3, semuanya masih dilihat dari sudut pandang pengguna jalan lain (mobil, motor) yang ‘berseteru’ dengan angkot.

    Para penumpang angkot juga korban loh :p

    Kalau angkot menempel slogan:
    “Anda butuh waktu,
    Kami butuh uang”

    Ya ya, memang. Tapi angkot kan pasti akan mendapatkan uangnya. Lah, emang penumpang mendapatkan “waktu” nya?! Yang ada malah telat…

    Tidak adil!! 😀

  5. Ga ada abisnya pak cerita ttg amburadulnya angkot … bukan cuma di Bdg … di kota lain juga begitu terutama Jakarta … contoh lain adalah kota sejuta angkot –> Bogor …

    Capek pak mikirin angkot tuh … dah tau tiap hari nambah problem … tetep aja tuh dikasih ijin keluar angkot baru oleh pemprov (semoga walikota baru bisa lebih tegas soal ini) … nambah populasi angkot aja … belum lagi mental supirnya rata-rata bobrok …

  6. masa sih pak????? penumpangnya kan malah seneng klo angkotnya ngetem ga lama2..
    moso ada yg nglakson (biar angkotnya jalan) malah dipelototin? itu perasaan pak arry aja kali..
    tetep ngelakson ya pak 🙂 sebagai penumpang setia angkot saya mendukung gerakan nglakson sopir angkot yg rese kok..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s