Merenungkan makna kemenangan GOLPUT

Dalam beberapa Pilkada di negeri ini, pemilihan telah dimenangkan oleh Golput. Apa maknanya? Artinya lebih banyak masyarakat yang tidak peduli atau sebagai bentuk protes atas ketidakpuasan keadaan, atau juga, semua calon yang ada tidak ada yang diminati oleh masyarakat pemilihnya. Celakanya, fenomena kemenangan Golput ini makin lama makin telak saja rupanya.

Apa jadinya suatu daerah yang dipimpin oleh pimpinan yang tidak diinginkan oleh rakyatnya?

Suatu komunitas atau masyarakat hanya bisa maju kalau pimpinannya disukai, dihormati, bahkan idealnya dicintai oleh masyarakatnya. Sehingga program apapun yang direncanakan dapat dilaksanakan dengan dukungan penuh dari masyarakat.

Aturan yang berlaku di negeri ini saat ini, jika pemenang tidak mencapai angka 30% dari pemilih yang tidak Golput, maka ada putaran kedua. Saya pikir, mengapa tidak membuat aturan sebagai berikut:

Jika Golput lebih besar dari pemenang, maka harus dilakukan pencalonan ulang! Lalu masuk ke putaran kedua dengan calon yang mungkin berbeda. Rasanya lebih bisa mengakomodasikan keinginan masyarakat pemilihnya.

Bagaimana menurut anda???

9 thoughts on “Merenungkan makna kemenangan GOLPUT

  1. saya sepakat tentang kehadiran seorang pemimpin idealnya diterima oleh 100% warganya. karena kepemimpinan bagi warga yang dipimpinnya adalah menyerahkan sebagian haknya kepada pemimpin tersebut untuk dikelola menjadi kepentingan bersama. sehingga harus ada akad (kontrak politik) menyerahkan hak tersebut dari warga kepada pemimpin. yang namanya menyerahkan hak maka harus kepada yang betul-betul kita percayai.
    untuk menciptakan tokoh-tokoh yang mendapat kepercayaan penuh dari 100% warga itu bukan hal mudah. maka mesti ada suatu mesin yang sistematis menciptakan tokoh-tokoh yang sedemikian itu. kemudian yang memiliki dasar hukum yang paling kuat dalam aturan bermasyarakat di negara kita dan paling memiliki sarana untuk membangun soliditas masa, saat ini adalah partai politik.
    namun berkaitan makna golput, menurut saya, komunitas pemilih salah satu pilihan dengan komunitas golput itu berbeda kadar kohesinya. ketika ada sejumlah masyarakat memilih suatu pilihan, maka komunitas ini cenderung solid setidak-tidaknya sepakat dalam beberapa hal.
    misalnya dalam pilkada maka mereka sepakat mempercayakan rumusan cara perbaikan atas dirinya dan masyarakatnya kepada sesuatu yang dipilihnya. disitu disepakati bersama tentang suatu cara perbaikan dari sekian banyak pilihan cara yang bisa diperdebatkan.
    sedangkan komunitas golput mereka memiki kadar kohesi lebih rendah. mereka memiliki kesamaan pendapat dalam hal ketidakpuasan. tapi dalam latar belakang pemikiran, dalam hal cara menilai suatu masalah, dalam hal keyakinan menentukan logika penyelesaian masalah, mereka akan berbeda pendapat dan sangat mungkin tidak bersatu.
    dimasayarakat kita ada yang kecewa karena tokoh, kecewa karena partai, kecewa karena pemerintah, bahkan ada yang kecewa karena sistem demokrasi itu sendiri. mereka inilah kira-kira yang menjadi bagian dari golput. dan dengan perbedaan yang sangat lebar dengan keragaman yang luar biasa itu, saya pesimis untuk bisa disatukan dalam suatu arus bersama.
    jadi perkara golput atau tidak golput bukanlah soal kecewa atau tidak kecewa, juga bukan soal puas atau tidak puas. tapi yang tidak golput adalah yang sudah memusatkan pendapat dan keyakinannya sehingga menjadi lebih seragam dan bisa mulai bergerak dalam agenda aksi perbaikan. ketika mereka kecewa, maka mereka memiliki sarana untuk diperbaiki.
    sedangkan yang golput adalah mereka yang agenda perbaikannya belum mengelompok ke dalam suatu kelompok ide. mereka masih berupa satuan-satuan ide yang mungkin perseorangan, perbeberapa orang, atau mungkin sejumlah orang dalam suatu komunitas.
    ini mah cuman pendapat nya kang, punten bilih lepat.

  2. nambih kang,
    dari pilkada di NTB kita dapat saksikan fenomena meningkatnya peran serta masyarakat seiring dengan kemenangan calon dari PKS. Insya Allah kohesi sosial ini akan berlangsung terus, seiring dengan proses perbaikan politik yang digulirkan.

  3. @error2succes, thanks pendapatnya yang sangat menarik!

    Namun, alangkah lebih baik jika anda mencatumkan identitas yang jelas (nama, email, blog kalau ada), apalagi jika anda menggunakan logo TRENDI yang semua orang tahu apa maknanya itu di kota Bandung pada saat ini. Anda juga menyebut-nyebut PKS.

    Who are you? Kalau lihat fotonya, are you Taufikurahman (maaf saya hanya menginterpretasikan dari logo fotonya saja)? Tim sukses trendi? Kader PKS? Simpatisan PKS? atau ……….????

    Mempromosikan satu pihak tapi tanpa identitas yang jelas menurut saya adalah hal yang kurang bijak dan tidak menimbulkan simpati. Maaf, saya biasanya tidak mengkritik hal seperti ini untuk topik-topik diskusi yang ringan dan tidak mempromposikan satu pihak tertentu.

    Salam persahabatan,
    Arry Akhmad Arman

  4. Nah, begini lebih nyaman kang Andri, kalau di klik bisa kita telusuri indentitas anda, sehingga saya bisa mengenal lebih dekat. Apa kabar kang? Maaf, silakan cek sendiri, dua komentar sebelumnya tidak bisa di klik untuk mengetahui siapa anda, apalagi logonya logo Trendi. TAPI, saya tidak anti logo tersebut, hanya ingin meyakinkan logo tersebut digunakan proporsional dan bertanggungjawab. Maaf juga kalau sebelumnya pernah mengenalkan diri dan saya lupa. Terlalu banyak yang baca dan memang saya sudah mulai sedikit pelupa.

    Kang Andri, saya belum ingin berkomentar panjang dulu, menunggu komentar rekan-rekan yang lain.

    Yang pasti, posting ini hanya “renungan untuk memaknai fenomena tersebut“, terlepas dari realita sistem perpolitikan di Indonesia saat ini.

  5. nuhun kang. ti kapungkur abdi teras ngarojong kana perjuangan tim SYNAR terutama ka kang arry yang terungkap di blog atau tidak. secara pribadi saya merasa bangga dengan semangat akang untuk melakukan perbaikan. dan insya Allah, saya sangat yakin dengan ketulusan akang dan teman2 semua dalam perjuangan ini.
    mudah2an dengan komunikasi dan diskusi yang terbuka bisa mempercepat perbaikan kota Bandung, buat kita semua. saya dan akang yang lahir di Bandung, dari anak2 sampai sekarang beranak pinak di Bandung. dan tentu saja untuk semua warga Bandung, bahkan menjadi inspirasi kota2 dan wilayah lain dibelahan dunia yang tersinari matahari.
    saya selalu ingat apa yang ditulis dalam Al-Qur’an Al-Baqarah:148, “Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian . Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
    kita bisa memiliki sudut pandang berbeda, pendapat berbeda, cara menyelesaikan masalah yang berbeda. dengan cara terlihat atau tersembunyi. dengan cara yang frontal atau soft. dan banyak cara yang mungkin tidak kita tahu dan tidak kita mengerti.
    tapi selama kita berlomba-lomba dalam kebaikan, maka di posisi manapun saat ini perjuangan kita maka akan tetap mengumpulkan kita semua dalam sebuah cita-cita besar menjadikan segalanya lebih baik.

  6. Sekedar pendapat Kang, kalau menurut saya, golput berarti sama saja telah “memberikan” suaranya pada siapapun yang nanti menang,, karena sebenanya dia bisa saja “menggagalkan” kemenangan tersebut dengan memberikan suara pada calon yang lain tapi tidak dia lakukan.

    Kalau itu bentuk ketidakpedulian, mungkin baginya memang tidak ada bedanya siapapun yang menang. Tapi mungkin dia lupa bahwa pilihan yang dia buat untuk dirinya sendiri, dampaknya bukan hanya untuk dirinya tapi juga untuk masyarakatnya.

    Kalau itu bentuk protes, ya salamat berjuang, semoga itu bentuk protes yang efektifūüėÄ

    Kalau itu berarti tidak ada calon yang diminatinya, ya silakan mencalonkan diri saja

  7. “Jika Golput lebih besar dari pemenang, maka harus dilakukan pencalonan ulang! Lalu masuk ke putaran kedua dengan calon yang mungkin berbeda. Rasanya lebih bisa mengakomodasikan keinginan masyarakat pemilihnya.”

    ah kayaknya ngak perlu deh sampe buang buang uang. udah jelas orang ngak peduli. kenapa harus ‘dipaksa’ lagi peduli. bukankah itu jadi pemborosanūüôā

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s