Bangunan itu semakin tinggi…

Beberapa bulan yang lalu saya pernah posting satu tulisan yang berjudul ‘Bukitku, akankah tetap hijau?’. Nah, saat ini sudah terlihat perkembangannya, satu bangunan di bukit itu bergerak semakin tinggi dari hari ke hari, dan saya yakin, pada saatnya nanti, daerah di sekitarnya akan banyak berubah menjadi warna-warni, yaitu bangunan-bangunan pendukung disekitarnya, mobil-mobil yang parkir, restoran, dan sebagainya. Perhatikan satu saluran panjang menuju ke bawah. Saya belum sempat menelusuri ujung dari saluran tersebut dari dekat. Yang pasti di lembah tersebut ada sungai yang masih lumayan bersih airnya dan belum tercemar. Kalau semua kotoran dan limbah dari bangunan bertingkat tersebut dialirkan ke bawah, apa jadinya di bawah sana. Gambaran ini sangat kontras dengan kota lain yang pernah saya posting juga di blog ini, dimana bukit-bukit masih dipertahankan hijau tanpa bagunan (KL, Taipei).

Ya….., sebagai warga hanya bisa nge-blog dan berdo’a, karena di negara ini kita tidak tahu harus kemana lagi mengadukan kepedulian kita terhadap kota yang kita cintai ini. Jika perlu foto versi resolusi tinggi, silakan klik di icon gambar ini: 

9 thoughts on “Bangunan itu semakin tinggi…

  1. saya juga sempat melihat bangunan ini.. dalam hati cuma berujar.. ini siapa ya yang bikin.. kurang ajar di puncak bukit bikin bangunan setinggi ini..
    ga sopan deh..

    kalau sy ketemu arsiteknya sih berani ngomong.. “lu bikin kagak pake hati ya..?” bikin yang gituan di puncak bukit, ga Bandung banget dah..
    hehehhe

  2. He-he-he…betul Pak, bangunan di foto itu mengganggu pandangan saya ke view perbukitan kalo pas makan mie di Wale….

    (Saya penggemar makan mie di Warung Lela (tetangga Bapak)…. )

    Kalo jalan keliling2 di kompleks dimana bangunan itu berdiri, lebih ngenes lagi Pak…. sudah penuh bangunan…:)…

  3. @Mahavatar Ratu Adil Satria Pinandhita:
    Kl orang kaya beneran pun mana mau tinggal di bangunan itu.

    Udah paling tinggi di puncak bukit yang gundul, rawan petir, rawan longsor, pemandangan gersang (ga ada hijaunya), ga dingin, dsb..

    Paling-paling yang tinggal cuma orang yang “merasa” kaya (kaya hasil ngutang di bank..mirip-mirip para pembeli mobil BMW Indonesia-lah).

  4. Di kota bandung udah padat, di bukit mau dibangun juga. Apa jadinya bandung nanti. Pasti semakin macet aja.

    Emang ga ada alternatif lain toh selain dibangun disitu.

    Emang yang ngasih ijin mendirikan bangunan disitu siapa? Apa ada unsur sogok menyogok? Kita doakan saja semoga mereka segera sadar dan paham betapa berartinya hutan dan pohon kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s