Menarik, menyimak Pro-Kontra Larangan Terbang Garuda

Negara ini memang sedang sakit berat dan mengalami krisis kepercayaan dari rakyatnya sendiri.

Walaupun bentuk-bentuk kekerasan tidak (atau belum) tampak sampai saat ini, tapi saya khawatir hal ini akan mudah sekali dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk tujuan yang merugikan kita bersama.
Kehilangan kepercayaan tersebut sudah merambah berbagai sektor, mulai dari (1) kehilangan kepercayaan dari para pemilih dan berbagai pilkada (meningkatnya Golput dan pemilih tidak sah yang bisa mencapai sekitar 40%), (2) kehilangan kepercayaan terhadap penegak hukum, (3) kehilangan kepercayaan dari dunia usaha terhadap penyelenggara infrastruktur (misalnya listrik), (4) kepercayaan terhadap wakil-wakil rakyat yang tidak berpihak ke rakyat, dan banyak lagi hal lainnya.
Pagi ini saya baca detik.com dan tertarik dengan PRO-KONTRA larangan terbang Garuda Indonesia ke Eropa. Sudah cukup lama larangan itu berlaku dan baru saja diperpanjang. Terlepas dari apapun alasan sebenarnya dibalik pelarangan itu, begitu saya coba perhatikan komentar-komnetra PRO-KONTRA-nya, saya berkesimpulan, masyarakat sudah lebih realistis dan objektif dalam berpikir. Nasionalisme sudah tidak penting lagi (ya…. ini salah satu dampak globalisasi dan krisis kepercayaan yang berkepanjangan), yang penting bahwa kita percaya bahwa larangan itu demi keselamatan dan banyaknya kebrengsekan di negeri ini membuat orang mudah ragu akan banyak hal di negeri ini.

Mau baca langsung komentar-komentar PRO-KONTRA-nya? Silakan klik disini.

Sementara, presiden kita bereaksi emosional menghadapi perpanjangan larangan tersebut. Saya kutip dari PIKIRAN RAKYAT, Sabtu 26 Juli 2008:

JAKARTA, (PRLM) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memutuskan tidak akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Eropa, sebelum Uni Eropa (UE) mencabut larangan terbang terhadap maskapai penerbangan Indonesia, khususnya Garuda Indonesia.

“Presiden hanya akan ke negara-negara Uni Eropa dengan pesawat Garuda Indonesia,” ujar Menhub Jusman Syafii Djamal, seusai melaporkan perpanjangan larangan terbang dari UE kepada Presiden SBY di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (25/7).

Tanpa mengurangi rasa hormat kepada Presiden RI, tampaknya bapak harus mulai memikirkan kembali persoalan yang lebih mendasar yang sudah hancur di negera ini, yaitu “MORAL”, dari pada energi disalurkan untuk emosi menghadapi keputusan UE soal Garuda.

7 thoughts on “Menarik, menyimak Pro-Kontra Larangan Terbang Garuda

  1. setuju ni.. mending dilarang aja.. soalnya saya udah banyak denger ttg kurang baiknya manajemen Garuda.. sangat disayangkan.. u_u smoga bisa segera diperbaiki

  2. Setuju..setuju..Rombak saja managemen Garuda Indonesia. Kita butuh BUMN yang tangguh yang bisa tampil di persaingan global. Bukan perusahaan ecek-ecek yang untung karena disubsidi rakyat.

    Btw, bicara soal nasionalisme, emang kl meninggal karena kecelakaan pake Garuda dapat bonus penghargaan pahlawan nasional ?

    Kan kasihan bagi nasionalis yang dah bela-belain Garuda Indonesia sampai mati =P

  3. disiplin
    Kata kunci ini digunakan untuk masuk hitech.
    Pesawat terbang adalah produk hitech. Mulai dari petugas terendah sampai manager harus menggunakan kata kunci tersebut dalam bekerja. Kinerja yang selama ini dilakukan maskapai penerbangan Indonesia, belum mencerminkan perilaku disiplin yang disyaratkan. Karena itu kita harus belajar ber disiplin dulu. Itu tidak gampang. Pemaksaan kehendak akan menambah sangsi lebih berat. Paham khan ?

  4. Sebagai pelanggan Garuda, saya sedih dengan adanya pelarangan ini. Dibandingkan maskapai penerbangan lain di Indonesia, menurut saya Garuda adalah yang terbaik. Kalau Garuda saja dilarang terbang ke Eropa, bagaimana dengan maskapai-maskapai lain?

  5. Larangan itu khan hasil dari pengamatan dan perhitungan. Itu artinya hrs senang malah kalo diperhatikan, karena gunanya ya utk semua penerbangan di indonesia dan org yg terkait serta para pengguna jasanya. Bagus malah utk ngaca. Syg SBY yg shrsnya bisa legowo soal ini malah esmosi. Coba deh kalo ga diperhatiin ama org luar sana .. Mgkn malah makin ancur … Kok kayaknya ga pernah mau belajar utk mengaku salah atau kurang ya …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s