The Mummy 3: Tomb of the Dragon Emperor

Kami sekeluarga sering meluangkan waktu untuk nonton film bersama. Kemarin, kami sepakat ingin nonton film “The Mummy 3: Tomb of the Dragon Emperor” yang merupakan kelanjutan The Mummy dan The Mummy Return. Jumat malam, kami antri di PvJ Bandung, akhirnya hanya kebagian pilihan 4 tempat duduk yang terpisah-pisah. Akhirnya, malam itu kami hanya memesan tiket untuk malam minggu, film yang sama. Lumayan, pake kartu kredit Bank Mandiri, Buy 1 Get 1.

Secara umum, film ini menceritakan kondisi dimana anak Rick dan Evelyn O’Connel sudah mulai tumbuh dewasa dan berhasil melakukan penggalian peninggalan kuno di Cina yang berisi Raja dan pasukan Terakota yang dikutuk menjadi patung. Shangri-La yang dibawa oleh ibu-bapaknya ke Shanghai dimanfaatkan oleh satu pihak tertentu untuk menghidupkan Raja yang akhirnya berhasil menghidupkan kembali pasukannya.

Komentar kami ber-empat (saya, istri dan 2 anak saya) ternyata sama: rasanya kalah menarik dibandingkan dengan dua film sebelumnya. Mengapa? Nah berikut beberapa hal yang menjadi catatan perbincangan kami:

  • Bagi anda penggemar Mummy Mesir dan sesuatu yang berhubungan dengan Mesir, maka anda tidak akan menemukan itu sama sekali. Anda akan berhadapan dengan Mummy sipit dari Cina Kuno. Suasananya memang sangat berbeda. Jadi benar-benar nonton film action yang penuh animasi komputer, bukan suasana Mesir Kuno yang penuh misteri yang khas.
  • Actionnya OK, apalagi ada Jet Li yang berperan sebagai Raja yang dihidupkan kembali dan berhasil menghidupkan pasukannya yang sudah dikutuk menjadi patung. Namun, pada bagian akhir cerita, tokoh yang dimainkan Jet Li rasanya terlalu mudah kalah dan akhirnya cerita selesai. Bagi yang biasa nonton filmnya Jet Li, ada rasa janggal juga, jagoan sekelas Jet Li dengan mudah kalah oleh jagoan ‘Brendan Fraser’.
  • Tokoh Evelyn O’Connell, istri Richard ‘Rick’ O’Connell yang selama ini dimainkan oleh Rachel Weisz (foto kiri), digantikan oleh Maria Bello (foto kanan). Penggemar film Mummy sebelumnya yang tahu betul kocaknya awal pertemuan mereka dan bagaimana harmonisnya keluarga mereka bersama anaknya di Mummy Return, jadi agak merasa terganggu dengan pemeran barunya. Anak saya yang masih kelas 5 SD berkomentar, bahwa ibunya lebih cantik yang dulu (kiri) dari pada yang sekarang.

Secara umum, film ini masih menarik dan mengasyikan untuk dilihat! Selamat menonton!

9 thoughts on “The Mummy 3: Tomb of the Dragon Emperor

  1. Anak saya yang masih kelas 5 SD berkomentar, bahwa ibunya lebih cantik yang dulu (kiri) dari pada yang sekarang.

    Kalau komentar bapak-nya anak kelas 5 SD itu bagaimana Pak ? Apa Pak AAA berkomentar cukup dalam hati saja … hehehe …

  2. Bagi yang biasa nonton filmnya Jet Li, ada rasa janggal juga, jagoan sekelas Jet Li dengan mudah kalah oleh jagoan ‘Brendan Fraser’.

    huhu.. dulu waktu ‘lethal weapon 4’ juga jet li kalah dengan pertarungan yang kurang seru..

  3. a..setuju sekali..mummy kali ini kurang greget..yang menarik hanya special effect dan aksi Jet li.. selebihnya.. hmm..menurutku dialognya banyak yang nggak perlu..

  4. awalnya penasaran aja, mau ngelihat actingnya Jet li di western film, tetapi ternyata filmnya kurang seru dan kurang menegangkan seperti the Mummy1. Beda banget dengan tokoh Wong Fei Hung yang legendaris itu.

  5. semuanya bahas jetli ,, o’connel etc tapi nda ada yang liat kejanggalan film nya ,, masak abis di kutuk jadi batu ,, trus si mummy idup di kerete kuda ,,padahal jadi batunya di ruangan raja ,, nda masuk akal ,, kalo yang mindahin si penjaga kubur ,, knp juga dia salah tikam ,, semakin nda masuk akal ,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s