Mengapa Tak Gabung Independen Pak?

Seorang wartawan menghampiri saya di PTUN Bandung siang tadi, menyapa dan mengajukan beberapa pertanyaan. Ada satu pertanyaan menarik yang diajukan:

Mengapa suara SYNAR yang basisnya INDEPENDEN tidak disalurkan ke calon INDEPENDEN yang lolos dalam Pilwalkot Bandung? Ini adalah jawaban saya:

Kami tetap INDEPENDEN dan tidak mendukung atau bergabung dengan partai manapun. Kami hanya melihat ada 3 pasangan calon yang sudah pasti bertarung untuk memimpin kota Bandung. Di antara 3 pasangan calon tersebut, hanya satu pasangan yang kami percaya dan yakin bersih dan tulus untuk melakukan perubahan kota Bandung. Dan yang paling penting, setelah kami tanya komitmennya untuk memberantas korupsi di kota Bandung, pasangan calon tersebut menyatakan SIAP!

Jadi SYNAR tetap pihak yang INDEPENDEN (non-partai), tidak berkoalisi dengan partai manapun, mempunyai cita-cita untuk menyelamatkan kota Bandung, dan pasangan TRENDI yang “kebetulan” diusung oleh partai kebetulan pasangan yang kami percayai saat ini untuk mewujudkan cita-cita masyarakat Bandung.

Masyarakat Bandung sekalian, kami adalah salah satu calon INDEPENDEN yang tidak diloloskan, padahal kami mempunyai jumlah dukungan yang cukup. Kami tahu betul sepak terjang CALON INDEPENDEN dalam mengumpulkan dukungan karena kami sesama calon independen yang sama-sama harus mengumpulkan dukungan juga. Ada yang tidak pernah terlihat kegiatannya di lapangan tiba-tiba bisa mengumpulkan sekian ribu KTP, ada yang tebar uang terus….. untuk mendapatkan KTP, ada yang mencoba mengintimidasi pendukung SYNAR……, dan sebagainya.

Silakan interpretasikan sendiri makna dari fakta-fakta ini untuk menyatakan pilihan anda!

Berita terkait:

1. Detik-Bandung

Iklan

7 thoughts on “Mengapa Tak Gabung Independen Pak?

  1. Ping-balik: Taufikurahman kunjungi SYNAR di PTUN! « Arry Akhmad Arman’s Weblog

  2. 1. pak… betul sekali, calon independent itu rela mengeluarkan uang banyak untuk memanipulasi data ktp.
    2. saya tahu sekali kapasitas nahadi yang orang HMI, saya alumni IKIP, di IKIP jaman dulu orang HMI terkenal sebagai penjilat. dan saya tahu tim sukses calon independent itu orang HMI. mau tahu, sebelum masa kampanye tiba…. independent sudah habis 6 milyar.
    3. Mau tahu lebih jauh…. ujung2nya ternyata orang-orang HMI itu afiliasinya ke dada. jadi calon independen diloloskan oleh KPU sebagai bentuk konspirasi menghanguskan calon yang mempunyai visi perubahan (Synar).

    4. abdi mah ti baheula ge tidak percaya orang HMI bisa mengubah keadaan menjadi baik, kecuali mantan HMI yang tercerahkan.

  3. Hmmmmm….., terima kasih atas pencerahannya. Percaya atau tidak, terserah para pembaca sekalian….., saya tidak punya referensi untuk menyangkal atau membenarkan.

    Tapi, paling tidak harus membuat kita lebih berhati-hati dalam memilih.

  4. semoga itu semua hanya sekedar untuk diketahui saja. idealisme dalam hati dan pikiran kita tidak boleh terganggu. itulah yang disebut membangun dengan pengalaman. bukan dengan niat baik mensejahterakan rakyat. tapi hanya pengalaman.
    pengalaman memang guru terbaik. tetapi pengalaman di tangan orang yang tidak baik menjadi malapetaka. karena justru dengan pengalaman mereka bisa membohongi kita, dengan pengalaman mereka bisa memanifulasi kegagalan menjadi seperti keberhasilan, dengan pengalaman mereka mampu memberikan 30% (atau bahkan kurang) dan merampas yang 70%.

  5. Sangat berbahaya memilih pemimpin yang mengobral uang demi ambisi. Waspadai Bandar Pilwalkot pasti akan menagih janji pulangkan modal berikut keuntungannya. Kota Bandung sudah digadaikan. APBD dikuras, Fraksi Partai yang menolak pasti dikeroyok dan di kalahkan dalam Voting. Rakyat tambah sengsara. Siapa yang akan mengawal kepentingan rakyat ? Agenda besar rakyat adalah membongkar kejahatan KPU dan PANWASLU. Harus dicermati adanya konspirasi antara kandidat dan KPU dan Panwaslu. Selamat mencoblos sesuai dengan nurani. Tuhan maha mengetahui dan pasti akan meminta pertanggungjawaban terhadap pilihan anda. Semoga sukses ber SYNAR.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s