Heboh Kuota Haji Jawa Barat

Sambil menikmati kemacetan kota Bandung, pagi ini saya mendengarkan wawancara di radio dengan pejabat Departemen Agama perihal SK Gubernur untuk perubahan dari Kuota Haji Provinsi menjadi Kuota Kota. Setelah saya dengarkan penjelasannya, ternyata gara-gara banyaknya penyusup ke daerah tertentu menggunakan KTP palsu, sehingga daerah tertentu menjadi tinggi jumlah jamaahnya, sementara yang lain (yang lebih terlambat daftarnya) jadi kehabisan kuota.

Inilah gaya pemerintah kita dalam mengambil keputusan. Ubah cara kuotanya, dari kuota propinsi menjadi kuota kota! Lalu, terapkan secara mendadak! Jadilah menuai protes dimana-mana! Ada yang pro, ada yang kontra, bahkan sampai menuntut ke PTUN. Hari ini mereka sama-sama datang ke Gedung Sate, yaitu yang pro dan yang kontra! Gubernur baru pasti pusing, sebab itu adalah keputusan gubernur lama yang sudah dipanggil KPK.

Terlepas dari pro-kontra tersebut, saya ingin menggaris bawahi dua hal. Pertama, dalam menyelesaikan banyak masalah, seringkali tidak dicari akar permasalahannya, lalu dicari solusi dadakan di ujung. Masalah yang menjadi akarnya tetap merambat kemana-mana, ke berbagai sektor lainnya. Dalam hal ini adalah pemalsuan KTP. Padahal masalah pemalsuan KTP tersebut menjadi akar masalah berbagai persoalan lain. Kedua, apapun solusi yang diambil, rasanya tidak fair jika diterapkan mendadak. Baiknya hari ini ditentukan, berlaku mulai tahun 2009.

Berikut adalah kutipan dari detik.com:

Ketua PTUN Bandung Boy Miwardi menyatakan keputusan penundaan pelaksanaan SK Gubernur No 451.14/Kep.283-Yansos/2008 tentang penetapan kuota haji kabupaten dan kota 2008 harus dipatuhi oleh semua pihak. Di persidangan PTUN, sebelum ada keputusan akhir, majelis bisa mengeluarkan putusan penundaan. Dengan adanya penundaan ini, SK gubernur tersebut tak bisa dilaksanakan. Putusan penundaan ini, lanjutnya, untuk menghindari ada pihak yang dirugikan jika kasus ini sudah inkrah.

Keluarnya SK gubernur itu terlihat terburu-buru. Kenapa gubernur saat itu yang jelas-jelas tengah cuti dan menunggu penggantian dengan gubernur baru mengeluarkan SK yang sangat penting ini. Makanya majelis memutuskan mengeluarkan putusan penundaan.

Kalau tetap jadi kuota kota, saya termasuk salah satu korbannya. Walaupun saya menyikapinya dengan santai saja, mungkin Allah belum mengijinkan saya dan istri berangkat tahun ini. Menarik memang, beberapa bulan lalu saya pernah meyakinkan ke Depag, bahwa saya ada di urutan yang aman, kuota Jawa Barat sekitar 37 ribu, saya ada di urutan 32 ribuan. Bahkan, saya pernah sekali diundang dalam satu pertemuan oleh Depag sebagai calon jemaah haji 2008.

Ya…., itulah negara kita yang menyedihkan! Mau ibadah saja musti demo dan musti berurusan dengan PTUN.

Artikel terkait:

  1. Ketua PTUN Bandung: SK Gubernur Tak Bisa Dilaksanakan
  2. Ribuan Calon Jemaah Haji Demo, Jalan Diponegoro ditutup.
  3. Seribuan Calon Jemaah Haji dari Bekasi Satroni Gedung Sate
  4. PTUN Tangguhkan SK Gubernur soal Kuota Haji

5 thoughts on “Heboh Kuota Haji Jawa Barat

  1. Ya Pak … kita mengalami hal yang sama … jika ditetapkan quota per kotamadya/kabupaten, kita belum mendapat kesempatan. Tapi kita memilih bersabar dengan cara yg sama !

  2. Assalamualaikum

    Langkah pragmatis untuk solusi kompleks seringkali menambah ruwet masalah. ALLAH SWT menekankan terminologi “MAMPU” diatas “KEADILAN”.
    Penetapan First In First Save dalam penetapan calhaj yang bisa berangkat telah diterima sebagai ukuran “MAMPU” sekaligus “ADIL”
    Penetapan SISKOHAT adalah kriteria yang TRANSPARAN, sehingga calhaj diseluruh indonesia dapat dengan mudah melihat kapan keberangkatan menunaikan haji.
    Bagaimana mungkin Gubernur (lama) dan jajarannya tiba2 menerapkan quota dengan alasan keadilan. Bagaimana mengukur keadilan tersebut. Ingat wacana keadilan dalam hal poligami saja sampai sekarang tidak pernah tuntas dibahas.

    Dampak diabaikannya prinsip “MAMPU” dalam melaksanakan haji serta diganti dengan keadilan (katanya!). Memunculkan masalah ikutan yang rumit sebagai berikut:

    1. Diabaikan SISKOHAT untuk Propinsi itu.
    2. Muncul istilah baru calhaj “DI PROTEK UNTUK PROPINSI” dan “DIPROTEK UNTUK KOTA/KAB”.
    3. Pada hari yang sama penyetoran pertama ONH, ada calhaj yang harus menunggu lama (sampai dengan 4 tahun), ada yang bisa langsung berangkat (adilkah?)

    PTUN telah memutuskan hal yang benar dalam hal ini, bukan semata-mata karena memenangkan gugatan 21 orang calhaj akan tetapi lebih memperlihatkan kemenangan akal sehat/kearifan dan pencegahan terhadap kehancuran SISKOHAT yang telah dirintis selama ini terhadap arogansi dan sikap pragmatis birokrat.

    Tetapi ini tidak akan berarti apabila sampai dengan masa pelunasan ONH habis di bulan Sept 2008 pejabat Gubernur (alhamdulillah baru dan insya Allah Sholah) tidak mencabut SK ini.

    Wa alaikum Salam
    ES 210808

  3. Assalamualaikum..

    Masalah SK ini memang membikin tambah rumit. Jamaah calon haji baru dari kabupaten yang mendaftar setelah SK dikeluarkan juga banyak yang sudah melunasi BPIH. makanya kemaren banyak juga yang demo pro SK ini.

    Sistem Siskohat memang dilanggar dengan adanya SK ini, karena jamaah yang aturan bisa berangkat, harus kepotong karena adanya SK ini.

    Semoga PTUN dan Gubernur baru bisa menunda berlakunya SK Gubernur yang kontroversial ini..

  4. mari kita sikapi dengan arif keluarnya sk ini. walaupun ada benarnya sk ini diterbitkan mengingat aturan dari kerajaan saudi arabia, mungkin saat itu waktunya yang kurang pas sk keluar.tapi semua telah terlanjur diumumkan ke publik dan telah ditindaklanjuti di masing-masing kabupaten.keputusan membatalkan sk pun belum tentu jalan yang baik, mengingat kepentingan publik di mayoritas kab/kota lainnya jauh lebih banyak dibanding 2-4 kota penggugat,bahkan bisa mngundang reaksi yang lebih hebat lagi yang berakibat turunnya kepercayaan masyarakat kpd pmerintah secara umum. mudah2an Allah SWT memberikan jalan terbaik. sabar dan tawakal…sesungguhnya ALLAH SWT bersama orang2 yang sabar dan tawakal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s