PAN Siapkan Doktor Bidang Politik

Posting ini saya kutip sepenuhnya dari detik.com, semata-mata hanya ingin mengetahui pendapat publik tentang hal ini.

JakartaKemampuan para artis di panggung politik masih diragukan publik. Partai Amanat Nasional (PAN) pun siap melatih caleg-caleg artisnya dengan mendatangkan doktor-doktor dalam bidang politik.

Kita sudah menunjuk doktor-doktor dalam bidang politik untuk melatih mereka,” ujar Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir usai menghadiri acara Silaturahmi FBSA dengan Pengusaha Nasional di Hotel Shangri-La, Jl.Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (6/08/08).

Soetrisno Bachir yang sering disebut SB ini menjelaskan quota caleg untuk artis sebanyak 5%. “Kita mengharapkan 5% (artis), dari 500 formulir yang sudah diambil,” jelas pengusaha ini. Menurut SB, PAN memberikan kesempatan yang sama dengan kalangan lain. Sistem pemilihan nomor urut caleg yang berdasarkan suara terbanyak menurutnya juga diminati artis-artis. “karena mereka sudah populer, jadinya tidak sulit untuk memperoleh suara,” pungkas SB.

Efektifkah? Hanya untuk menangkis kekhawatiran publik kah?
Bagaimana menurut anda?

Iklan

15 thoughts on “PAN Siapkan Doktor Bidang Politik

  1. Menurut saya sih, sah-sah saja sebuah partai melakukan usaha untuk memperoleh suara dengan menggunakan artis dan untuk menunjang kinerjanya disiapkan pada doktor yang nantinya bisa menjadi tim ahli dan memberikan pandangan-pandangan dalam melaksanakan tugas mereka.

    salam kenal

  2. Yang namanya, buah matang atau masak pohon baru enak dan manis, kalau matang karena di karbit asam rasanya. Kalau politikus matang di senayan sebagian besar tambah kaya, kalau politikus kursus kilat tambah apa ya …..

  3. SB? Aduh ….
    “Hidup adalah perbuatan”. Mungkin maksudnya ‘berbuat’ mengumpulkan artis ya? Selama ini SB berbuat apa sih, selain memasang promosi dirinya gede-gedean, dengan biaya puluhan milyar, sementara rakyat sengsara antri minyak?

  4. Mahasiswa ITB (yang kononnya pemuda pemudi terbaik bangsa) diajari oleh dosennya yang Doktor & Profesor saja belum tentu mengerti. Ini pula artis yang bermacam ragam latar belakangnya mau diajari ilmu politik ? Gak nyambung banget deh 🙂

  5. yah..apa sih efek pelatihan ?tidak besar, kayak efek makan cabe..pedes awalnya tapi lama lama juga ilang.

    gila..bukan partai gw banget dah..

    yah..pada akhirnya..kader kader yang dibuat instan ini semakin menunjukkan kalo jargon SB emang konkrit..”HIDUP ADALAH DIBUAT BUAT”

  6. aya-aya waeh………………………
    tapi menurut saya malah harusnya jangan hanya artis saja yang diberi pemahaman, bila perlu semua caleg lebih dalam diberi pemahaman, khususnya pemahaman bagaimana cara korupsi yang aman dan rapih, sehingga tidak ketahuan KPK.
    negara kita ini aneh……….makin banyak orang yang jago berpolitik, makin banyak juga yang menjadikan politik sebagai kendaraan korupsi. “aya aya waeh………….”
    jangan-jangan doktor yang memberikan pelatihan juga……….. ………………………………………………………
    (silahkan diisi sesuka anda)

    salam.

  7. memang di negeri ini artis (dunia hiburan) lebih menguasai alam pikiran rakyat kita. dibandingkan pikiran2 maju, sehat, produktif, ilmiah dan mulia.

  8. Kemampuan para artis di panggung politik masih diragukan publik. Partai Amanat Nasional (PAN) pun siap melatih caleg-caleg artisnya dengan mendatangkan doktor-doktor dalam bidang politik.

    Sebenarnya sah-sah aja kalo PAN menggunakan artis untuk mendongkrak perolehan suara di pemilu nanti. Kemampuan berpolitik masih diragukan ….itu pasti. Kalo menurut saya, daripada kita memilih partai yang caleg-caleg-nya masih diragukan mending milih partai yang mempunyai kader-kader / caleg yang amanah, jujur,visioner. Selain itu kalo PAN masih harus MELATIH caleg-caleg artisnya, emang sehari, dua hari … seminggu, dua minggu … atau sebulan, dua bulan sudah bisa meningkatkan kemampuan dipanggung politik ?

    Artis … sebagai “alat pemerolehan suara” ? mungkin bisa. Tapi artis … sebagai wakil rakyat yang menyuarakan suara rakyat yang jujur, amanah … ??? Saya sangat meragukan hal tersebut.

    salam

    pramudyaputrautama.wordpress.com

  9. Saya sebagai kader PAN tentu akan tetap SIAP menjalankan kebijakan partai walaupun setiap keputusan yang dibuat oleh institusi lebih atas mungkin menimbulkan pro dan kontra untuk ke tingkat bawah. PAN sebagai Partai Terbuka tentunya telah menimbang hal ini dengan sangat matang sehingga dapat menghasilkan suatu keputusan yang dapat diterima dengan lapang dada oleh semua tingkatan kepengurusan. Artis yang bergabung menjadi caleg PAN pun tentunya sudah memikirkan secara matang untung atau ruginya menjadi “politisi” di saat bangsa ini sedang dirundung krisis kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi politik. Ini dapat dilihat dari tingginya golput dalam beberapa pilkada. Dengan adanya sistem suara terbanyak yang diterapkan PAN mudah-mudahan akan lebih banyak sisi positifnya karena inilah demokrasi dimana pilihan rakyatlah yang menentukan jabatan politis seseorang. Artis lebih “populer” tapi sebetulnya kader yang betul-betul intens mengelola dan mengurus partai serta berbuat untuk rakyat juga tidak kalah top. Zaman sekarang masyarakat sudah sangat paham mana baik dan buruk pilihan mereka terutama masyarakat di kota besar. Trima kasih.

  10. Hidup adalah perbuatan. Suster Apung tanpa perlu diragukan lagi telah berbuat banyak kebajikan untuk masyarakat dengan penuh keikhlasan dan tanpa pamrih. Apa yang telah SB perbuat untuk rakyat selain memasang iklan sok nasionalis dan bijak berbandrol milyaran Rupiah? Memperdayai rakyat kecil seperti Suster Apung demi kepentingan dan popularitasnya sendiri? Menyuruh orang untuk bertobat karena berbuat yang benar sedangkan dirinya main gila dengan istri orang (ngaca dong)? Mau jadi apa negara ini kalau orang semacam ini sampai jadi pemimpin bangsa?! Munafik, sok bijak, sok pintar, sok patriotis, dan sok nasionalis, ciri-ciri khas politikus Indonesia.

    Saya sangat khawatir dengan integritas PAN sebagai partai politik. Dari ketua hingga caleg-calegnya. Bukannya berusaha memperjuangkan kepentingan rakyat, justru menjadikan pemilu bak kontes popularitas dengan memboyong artis-artis yang sudah sepi tawaran main sinetron sebagai caleg. Harusnya Raam Punjabi dijadikan caleg juga tuh. Biar bisa shooting sekalian di Senayan!

    Saya hanya bisa mengamini apa yang dikatakan sdr. Yudi di nomer 12 dan semoga hal itu menjadi kenyataan:
    “Zaman sekarang masyarakat sudah *sangat* paham mana baik dan buruk pilihan mereka terutama masyarakat di kota besar.”

    Saya bukan simpatisan partai maupun calon presiden manapun. Saya hanya satu di antara jutaan anak bangsa yang prihatin akan negerinya.

  11. ikut nimbrung donk….
    gue M. SAID. S.Ag, Caleg DPR RI Dapil Gresik Lamongan dari PARTAI MATAHARI BANGSA ( PMB )
    yang pasti sebelum semua proses berlanjut…..kita sama2 introspeksi untuk memperbaiki mental dan pola pikir kita, karena bagaimanapun juga Indonesia butuh pemimpin yang bermental MENGABDI UNTUK RAKYAT, memperjuangkan kepentingan RAKYAT juga KEPENTINGAN PEMERINTAH yang benar2 bekerja menjalankan amanat RAKYAT, bukan kepentingan sekelompok. Kalau kondisinya seperti ini terus kapan Indonesia akan bisa maju dan disegani oleh Bangsa Lain ????
    Rakyat butuh pemimpin yang mau peduli jeritan hati rakyat, bukan pemimpin yang “pinter” tapi minteri

  12. Satu masalah dengan artis: para artis ini (terutama artis film) kan biasa melakukan akting alias berpura-pura. Nah gimana cara supaya kita yakin mereka nanti tidak berpura-pura di depan rakyat ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s