Pemkot Bandung Akan Paksa Seniman Pindah dari Baksil

Judul posting ini saya kutip persis dari bandung.detik.com, demikian pula isinya:

Bandung – Hingga saat ini para seniman Babakan Siliwangi (Baksil) masih keukeuh menolak direlokasi ke pasar seni Taman Sari. Jika mereka tetap menolak, Pemkot Bandung akan melakukan upaya paksa.

“Kita mau secepatnya, tapi mereka belum juga kasih jawaban,” ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bandung M Asykari saat ditanya kapan rekolasi akan dilakukan saat ditemui di gedung DPRD Kota Bandung, Jalan Aceh, Kamis (4/9/2008).

Ketika ditanya tindakan apa yang akan diambil Pemkot, jika imbauan relokasi tidak juga digubris oleh para seniman? “Ya sudah, nanti kita akan gunakan aturan main sesuai hukum, jika teguran tidak juga didengar,” kata Asykari.

Ditanya lebih lanjut apa yang dimaksud tindakan sesuai hukum itu berupa tindakan represif terhadap seniman “Ya,” jawabnya singkat. “Itu kan tanah pemda, dan sekarang pemerintah mau menggunakannya, masa mereka yang nggak punya apa-apa mau bertahan,” ujarnya ketus.

Rencananya sekitar 7.500 M2 lahan di Baksil akan digunakan sebagai rumah makan. Ini berarti 20 persen lahan Baksil yang digunakan dari total 35 ribu M2. Pihak pengembang yang ditunjuk dalam pembangunan di sana merupakan pengembang besar di Kota Bandung, PT Esa Gemilang Indah (Istana group).(ahy/ern)

Menurut saya, para seniman tersebut tidak mau pindah, bukan karena mereka tidak mengerti hak pemkot Bandung sebagai pemilik lahan tersebut, tetapi lebih sebagai ungkapan protes, kekhawatiran dan ketidakrelaan lahan tersebut beralih fungsi menjadi area beton yang semakin merusak kota Bandung.

Bagaimana menurut anda?

Posting terkait:

Iklan

6 thoughts on “Pemkot Bandung Akan Paksa Seniman Pindah dari Baksil

  1. Sepertinya pemda kota bandung tidak pernah mempunyai ‘plan’ pengembangan kota, yang mereka lakukan hanya ‘action’. Dimana ada yang menghasilkan uang, disitulah mereka mengambil ‘action’ tindakan. Tak pernah terprogram. Sperti slogannya, membangun dengan pengalaman.

  2. ya gak heran kalau pengalaman dia membangun memang seperti itu..ya tinggal diulangi..sudah dibilangin sesuai pengalaman…salah sendiri pengalamanya udah kerasa kayak gitu masih dipilih…hiks…

  3. Ping-balik: Babakan Siliwangi Bandung (baca: Babatan Siliwangi Bandung) « Coretanpinggir

  4. Saya setuju bahwa para seniman tidak rela atawa belum percaya klo pemda mo bangun Rumah Makan berbasis alam. Kalah kumaha oge pasti ngurangan ruang ruang terbuka. Bandung sudah panas sekali jangan tambah dengan mengurangi ruang terbuka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s