Kaum Narsis: Bukan Pemimpin yang Baik

Tulisan dibawah ini saya kutip semuanya dari http://netsains.com/2008/10/kaum-narsis-bukan-pemimpin-yang-baik/.  Mengapa menarik? Pertama, sering ada pendapat bahwa blogger adalah orang-orang yang narsis; kedua, dalam kutipan ini, sifat narsis dikaitkan dengan sifat pemimpin yang baik.

Bagaimana menurut anda?

Kutipan:

Kaum Narsis: Bukan Pemimpin yang Baik

Hati-hati saja memilih pemimpin, siapa tahu dia cuma pengidap narsis yang berbahaya. Masih ingat studi tentang orang narsis? Kali ini ada lagi studi lain. Pengidap narsisme dikatakan suka sekali mengemban tugas, senang menjadi pemimpin, dan bahkan cenderung menjadi politisi. Tapi bukan berarti mereka adalah pemimpin yang baik. Studi ini juga mengatakan bahwa orang narsis tidak memiliki kelebihan lain dalam bidang kepemimpinan. Melebih-lebihkan kemampuan dan bakatnya, egois, juga sering dilakukan oleh orang narsis. Tapi ingat, narsis ini beda dengan rasa percaya diri yang tinggi. Itu adalah dua hal yang berbeda.

Suka Memimpin

“Orang dengan percaya diri tinggi biasanya sangat konfiden dan menarik, mereka masih punya komponen peduli dengan orang lain,” ujar Amy Brunell, psiklog dari Ohio State University.”Sedangkan kaum narsis hanya terpusat menonjolkan bakat dan kemampuannya tanpa peduli perasaan orang lain.”
Namun tak heran jika orang narsis bisa jadi pemimpin. Mereka suka kekuatan, kekuasaan, egois dan mampu tampil menarik dan sangat terbuka. Masalahnya adalah mereka bukan pemimpin yang baik.

Hasil studi yang dipublikasikan di Personality and Social Psychology Bulletin ini melibatkan 432 pelajar yang mengikuti survei seputar kepribadian. Terlihat bahwa pelajar dengan skor tinggi dalam dimensi narsism, yaitu merindukan kekuasaan, memang terbukti jadi pemimpin kelompok. Studi lain melibatkan 150 orang manajer bisnis yang sudah mengecap pendidikan MBA program.

Brunell yakin bahwa hasil studi itu berlaku juga bagi semua profesi dan aspek kehidupan, mulai dari politisi sampai pebisnis. “Saya tak akan heran jika banyak orang narsis menyalonkan diri sebagai kandidat presiden,” ujar Brunell.

Nah, di masa menjelang Pemilu ini, waspadalah memilih pemimpin bangsa yang narsis!

Rabu, 8 Oktober, 2008 oleh Merry Magdalena
Diterjemahkan secara bebas dari Livescience.

Iklan

5 thoughts on “Kaum Narsis: Bukan Pemimpin yang Baik

  1. Aa, logikanya:
    – di antara para pemimpin pasti ada yg narsis, dan orang narsis pasti bukan pemimpin yg baik.
    – di antara para blogger pasti juga ada orang yg narsis, dan itu belum tentu blogger yg tidak baik (perlu definisi blogger yang baik nih)
    – menurut tulisan itu “kaum narsis hanya terpusat menonjolkan bakat dan kemampuannya tanpa peduli perasaan orang lain.”
    – supaya tidak dicap narsis jadilah blogger yang peduli perasaan orang lain

  2. @ Bu Dewiks:
    klo diriku setuju dg komen bu dewiks, hanya saja untuk yang perlu adanya definisi bloger yang baik diriku kurang setuju..
    tidak usahlah kita memberikan label blogger baik dan blogger tidak baik..

  3. @hanggadamai
    he..he.., ada pemimpin yang baik, ada yang tidak baik, jadi analoginya ada blogger yang baik dan tidak baik, tapi ya itu tadi saya juga tidak tahu blogger yang baik itu yang bagaimana? jadi… karena tidak/belum ada definisinya berarti memang tidak ada blogger yang baik/tidak baik ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s