Nostalgia salju di Berlin …

Cukup lama saya tidak sempat menyentuh blog saya yang biasanya setiap hari selalu saya update. Kondisi kesehatan yang sedang memburuk, renovasi rumah yang tidak kunjung selesai, dan ….. antri pekerjaan yang tidak kunjung selesai juga, telah membuat saya rela membiarkan hari-hari berlalu tanpa nge-blog walaupun setiap saat online terus di depan laptop atau Sony-Ericson M600.

Sisa salju di area Kudam di Berlin
Sisa salju di area Kudam di Berlin

Ketika minggu siang ini saya mulai membuka laptop di rumah dan memulai dengan membuka detik.com, ada satu artikel yang menarik buat saya yang berjudul “Salju Pertama di Berlin“. Mengapa menarik? Berlin pernah jadi rumah saya selama 4 bulan di akhir tahun 2004 sampai dengan awal tahun 2005 ketika saya berkesempatan melakukan riset di Fraunhofer Institute (di Berlin) setelah mendapatkan Technopreneur Award tahun 2004. Waktu itu saya sengaja memilih kunjungan di akhir tahun karena ingin menikmati kegemaran saya memotret. Saya belum pernah memotret suasana musim salju sebelumnya, kecuali sisa salju dalam satu kunjungan singkat ke Norwegia tahun 1998.

Akhirnya, sedikit bernostalgia, langsung klik koleksi foto di storage 500 giga dan melihat-lihat kembali foto-foto saya di Berlin waktu itu. Pemandangan musim salju memang unik dan istimewa buat kita yang tinggal di negara tropis. Buat yang senang memotret, kombinasi langit biru, pemandangan salju tebal dimana-mana plus matahari pagi, menurut saya adalah salah satu yang paling indah. Berikut saya tampilkan beberapa foto saya di Berlin ketika masih ada sisa Salju pada awal Februari 2005.

Sisa salju di depan sebuah Museum di Berlin
Sisa salju di depan sebuah Museum di Berlin
Matahari pagi bersinar kuat di atas sisa salju yang putih
Matahari pagi bersinar kuat di atas sisa salju yang putih

Ah…., kapan saya bisa ke Eropa lagi ????

Saya sudah kangen menenteng kamera sambil jalan-jalan di kota-kota Eropa. Hal tersebut buat saya ibarat obat yang bisa me-refresh otak saya yang sudah mulai sering hang karena kebanyakan pekerjaan. Kondisi otak rasanya sudah mirip Windows yang sudah harus di-install ulang!

12 thoughts on “Nostalgia salju di Berlin …

  1. Semoga segera bisa kembali motret-motret Eropa lagi, Mang Arry🙂. Belanda sedang bersalju dua hari ini, paling tebal sepanjang 3 tahun terakhir. Semoga cepat sembuh juga…

  2. Halo Kaka, apa kabar? Kirim dong foto-foto salju tebalnya! Salju yang tidak terlalu hebat plus hangatnya sinar matahari memang menawan di depan kamera. Tapi kalo matahari ngga pernah nongol, angin kencang dan salju turun terus tiada henti, jangan berharap ingin motret. Pegang kamera saja sudah ngga sanggup karena dingin! Ha..3x

    Salam dari Bandung Utara yang sedang agak dingin juga!

  3. Aminn Pak, moga2 kesampaian. Jadi inget pernah masak nasi goreng bareng di kamar Bapak waktu itu🙂.

    Eropa musim dingin memang menarik, tp duingginnya memang gak nahan, makanya waktu disuruh ke London awal tahun ini saya pilih jalan bulan April, supaya agak angetan dan lebih banyak langit biru.

  4. Jambi lagi musim dingin juga nih pak. tapi tak sedingin waktu di eropa…terlalu banyak kerjaan butuh keseimbangan untuk relaksasi memang pak. cari selingkuhan atau apa kek (misalnya) woalaaaaaaaah pakde niiiii

  5. Salju memang menarik untuk difoto pak…tapi kalau pas musim dingin, kayaknya saya bakalan pilek terus.
    Lha sempat ke Dresden yang cuacanya 4 derajat aja udah kedinginan…hehehe…nggak bakat deh di negara berhawa dingin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s