Baca detik.com agak terganggu …

Mungkin hanya saya yang merasakan hal ini. Membaca detik.com buat saya sekarang agak kurang nyaman dan agak meragukan netralitasnya. Mengapa? Coba perhatikan kolom deretan berita paling kiri. Baris kedua paling atas setelah berita utama, selalu berisi berita dari partai tertentu. Hebatnya lagi, walaupun tanggalnya sudah lewat dua hari, namun beritanya masih nongkrong disitu juga (lihat gambar, kebetulan contohnya hanya selang satu hari). Pada contoh tersebut, berita yang lebih atas dan lebih bawah tertanggal 29 Januari 2009 jam 19.xx, tapi yang kedua, walaupun tanggal 28, pagi, tetap bertengger disana. He…3x, rupanya berita sudah mulai bisa dijual ya?

golkar

Iklan

14 thoughts on “Baca detik.com agak terganggu …

  1. Saya dari dulu sudah tidak membaca detik. karena isinya cenderung menjual sensasi, dengan meninggalkan berita asli-nya.

    memang kekuatan media sudah diperjualbelikan untuk keperluan pilkadal.

    kapan itu pas ke balikpapan, sedang ada pemilihan gubernur atau walikota (entah, yg jelas media bulan oktober 2008). kebetulan salah satu tim suksesnya memanfaatkan jasa perusahaan konsultasi politik yang didirikan keluarga malarangeng. nah, perusahaan tersebut menyewa setengah halaman koran hanya untuk memberitakan tim yang diusungnya. belakangan ternyata tim itu menang.

    nah, vivanews.com ternyata juga kepunyaan malarangeng.

    jadi, berita dan politik adalah bisnis masa kini di indonesia.

  2. Salam

    Saya numpang lewat sejenak di blog ini. Menarik pula diskusi yang coba diangkat. Tentang netralitas berita. Namun, sayang sang pengusul kurang memberikan argumentasi yang lengkap tentang netralitas dalam berita detik tersebut.

    Mungkin argumentasinya perlu ditambah ya.

  3. hehehehe..

    saya baca detikcom itu cuman:
    1. Ga ada kerjaan
    2. Lagi pengen cari berita aneh dan hiperbol
    3. Nyari gosip2 artis :p

    Berita disitu itu aneh bener, soalnya detik itu menutup berita dengan berita..Jadinya panjang bener..

    Kalo portal berita indonesia yang bagus,menurut saya, itu kompas.com sama tempo interaktif. Detik sih cuman buat guyon ama temen2..:D

  4. Netralitas media mulai kabur…, faktor kebutuhan mencapai tingkat pertumbuhan dan “ngebulnya dapur” jadi alasan.
    Tapi mereka tidak menyadari betapa pembaca ingin suatu warta yang independent dan akurat. Kemana angin informasi diharapkan datang jika bukan dari Media,

    Semoga media kembalike Fitrahnya sebagai penyambung informasi yang terpercaya…

  5. Saya sudahtidak pernah membaca detik lagi. (1) editor asal-asalan. Sering berita hanya copy paste dari berita lain. Pernah kalimat bahasa inggrisnya tertinggal. Kritik ke redaksi tidak ditanggapi (2) paragraf yang sama diulang-ulang dalam judul berita yg berbeda-beda (3) iklan annoying (4) tidak ingin dikritik. Saya pernah mengkritik kesalahan pemberitaan. Bukannya diperbaiki malah menghapus kritik saya dari halaman comments. (5) wartawannya sering salah menginterpretasi berita dari sumber lain, terutama dari sumber berbahasa inggris. Mari bentuk gerakan stop baca detik.com hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s