Baru jadi Caleg sudah tertangkap mencuri motor, apalagi …

Saya membaca berita yang mengejutkan mengenai ‘Pencurian Motor yang dilakukan oleh Caleg untuk DPRD DKI’. Wah, baru jadi caled sudah nekat curi motor, apalagi sudah jadi wakil rakyat? Tampaknya harus ada satu kriteria tambahan untuk menjadi wakil rakyat: ‘tidak boleh pengangguran’ atau ‘harus dapat memenuhi kebutuhan minimum keluarga’. Saya khawatir jadi caleg iseng-iseng, daripada jadi pengangguran, mendingan jadi caleg! Atau punya mimpi jadi Caleg untuk meningkatkan kemakmuran keluarga. Walah, makin cenderung Golput nih saya! Cobalah simak kutipan berita berikut:

Jakarta – Karena kepepet masalah ekonomi, HS, seorang calon anggota legislatif (caleg) nekat mencuri sebuah sepeda motor. Caleg nomor urut 10 untuk DPRD DKI Jakarta itu sempat dihakimi massa sebelum akhirnya diamankan polisi. “Motifnya karena ekonomi saja. Dia sekarang ditahan di Polsek Pulogadung,” kata Kadiv Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Zulkarnaen Adinegara, di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Senin (16/2/2009). Polisi belum bersedia memberi keterangan nama partai politik (parpol) yang mengajukan HS sebagai caleg. “Kita belum bisa kasih tahu itu,” kata Zulkarnaen. Tindak pencurian terjadi sekitar pukul 17.30 WIB hari Minggu (15/2/2009) di rumah makan Ayam Goreng Ny. Suharti, Pulogadung, Jakarta Timur. Saat diperiksa polisi, HS mengaku mencuri motor nopol B 6619 TCX itu atas ajakan MS. Motor bebek milik korban yang bernama Yayus itu dijadikan sasaran, karena kebetulan setirnya tidak dikunci. Sehingga tanpa kesulitan apa pun HS dan MS menggelandang motor milik karyawan rumah makan Ny. Suharti itu. “Tapi baru sampai traffic light Mega yang jaraknya 20 meter dari lokasi, mereka dikepung dan sempat dipukuli massa,” papar Zulkarnaen.

Sumber: detik.com

Iklan

4 thoughts on “Baru jadi Caleg sudah tertangkap mencuri motor, apalagi …

  1. wah, wah… sangat memalukan! belum juga jadi wakil rakyat. masyaaAllah.

    hmm, kalau soal golput, sy masih mikir – mikir deng pak. hehe, sy lebih prefer memilih daripada tidak sama sekali. kalau tidak ada yg dipilih, siapa yg akan menjalankan roda pemerintahan? kalaupun sudah memilih, sy biasanya (hehe, baru pengalaman sekali milih deng :D) ‘keep an eye’ on the person.. hehe..

    oia, salam kenal pak! sy izin nge-link blognya ya pak.. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s