Selamat jalan Pak Farid …

Hampir 2 minggu yang lalu, seorang guru dan sahabat saya telah meninggalkan kita untuk selamanya, yaitu Pak Farid Wazdi. Beliau adalah salah satu putra terbaik ITB. Beritanya cukup mengejutkan, karena usia beliau yang masih relatif muda. Cerita selengkapnya mengenai beliau sudah banyak ditulis oleh rekan Rinaldi Munir dalam blognya.

Saya hanya ingin share sebagian kesan dan kenangan saya bersama beliau. Pertama kali saya mengenal beliau adalah sebagai dosen saya, ketika saya masih kuliah dan menjadi angkatan pertama sub-jurusan Teknik Komputer di Jurusan Teknik Elektro ITB. Beliau adalah salah satu dosen yang pernah mengajar kami, karena beberapa mata kuliah waktu itu disampaikan oleh dosen-dosen dari Jurusan Informatika, termasuk Pak Farid. Beliau mengajar compiler. Pengetahuan tersebut sangat berbekas pada diri saya sampai akhirnya menjadi bagian dari pengetahuan saya untuk mengembangkan aplikasi Translator Bahasa Alami. Semoga menjadi bagian dari amal jariah untuk beliau.

Sebelum Elektro dan Informatika bergabung dalam STEI, saya pernah dekat dengan beliau karena pernah melakukan perjalanan jauh bersama-sama ke San Francisco dalam rangka suatu pekerjaan (2001). Disana kami mengadakan pertemuan dengan masyarakat Indonesia yang berhubungan dengan IT, mulai dari mahasiswa, pekerja, bahkan pebisnis di bidang IT. Kami juga sempat meluangkan waktu ke Universal Studio bersama-sama menggunakan bis malam (maklum dana sangat terbatas, tapi ingin kesana). Dari San Francisco kami menuju LA, lalu Universal Studio semalaman, bermalam di perjalanan. Pagi tiba disana dan berkeliling sampai sore, lalu malam berikutnya kami tidur kembali di perjalanan balik ke San Francisco.

Oh ya, satu hal yang masih saya ingat betul, sebelum ke SF, kami mampir ke Kuala Lumpur dan sempat main ke Malaka menggunakan mobil. Kami ditangkap di jalan Tol Malaysia karena melebihi batas kecepatan. Saat itu, beliau yang nyetir mobil, karena saya tidak mempunyai SIM Internasional. Sebetulnya kami berdua tidak punya SIM Internasional, tapi beliau didompetnya masih menyimpan SIM Perancis sewaktu sekolah di Perancis dulu. Karena SIM tersebut menggunakan bahasa Perancis, di tempat sewa mobil kami meyakinkan bahwa SIM tersebut adalah SIM Internasional.

Di luar kebersamaan itu, saya juga pernah sering bersama-sama dalam perjalanan Bandung-Cikarang pp, ketika kami sama-sama mengajar di S2 TI di Lippo-Cikarang, sekitar tahun 2001-2002. Dari kebersamaan-kebersamaan itulah saya mengenal beliau lebih dekat. Beliau adalah pribadi yang sangat menyenangkan, mudah bergaul walaupun dengan rekan yang usianya berbeda jauh (dengan saya), terbuka, dan banyak pemikiran-pemikiran positif yang ada di dalam kepala beliau.

Selamat jalan Pak Farid! Saya doakan semoga pintu ampunan dari Yang Maha Kuasa dibuka selabar-lebarnya untuk Bapak dan mendapat tempat yang indah di alam sana.

farid01

Saya berfoto bersama Pak Farid di Rumah kediaman Konjen RI di San Francisco. Di latar belakang adalah kota SF dan Jembatan Golden Gate (diselimuti kabut)

farid02

Pak Farid di kampus Stanford

farid03

Pak Farid dan Pak Armein Langi di tengah-tengah Jembatan Golden Gate

farid04

Pak Farid sedang menyentuh kabel baja Golden Gate, di bagin tengah Jembatan Golden Gate

farid05

Saya, Pak Farid dan Pak Armin Langi beristirahat setelah jalan kaki menyusur Jembatan Golden Gate

farid06

Pak Farid bergaya bersama Marilyn Monroe (gadungan) di Universal Studio, LA

farid07

Pak Farid sedang bergaya di Universal Studio, LA

Untuk keluarga beliau, jika memerlukan foto-foto kenangan ini, silakan kontak saya (email: arman@kupalima.com), saya masih menyimpannya dengan lengkap.

Iklan

6 thoughts on “Selamat jalan Pak Farid …

  1. Walaupun saya tidak berkesempatan mengenal beliau, tapi dari pribadi yang diceritakan Pak Dim tadi pagi, terbayang betapa hebatnya kesungguhan hati beliau menjalankan profesinya sebagai dosen…..Semoga arwah beliau diterima di sisi Terindah-Nya

  2. Sebagai mantan muridnya, saya bisa merasakan beliau adalah sosok pendidik yang mencintai pekerjaannya … mendidik murid-muridnya dengan kesabaran, dedikasi dan nilai2x yang masih membekas dan teringat dalam diri saya pribadi sampai saat ini, salah satunya pentingnya memahami definisi suatu istilah. Itu selalu ditekankan dan ditanyakan saat kami murid-muridnya mengemukakan pendapat atau pertanyaan (agar lebih fokus/straight to the point).

    Selamat jalan Pak Farid & beristirahatlah dengan damai di sisiNya. Amien

  3. Turut Berduka cita atas meninggalnya Pak Farid Wazdi Pak… Semoga arwah beliau diterima di sisi Tuhan YME. Amien.
    Minta ijin mengambil beberapa foto alm. ya Pak… sebagai kenang-kenangan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s