Sudah 2 minggu Internet Banking Niaga belum pulih juga!

Sampai hari ini, sudah lebih dari 2 minggu Internet Banking-nya Bank Niaga belum pulih, hanya bisa cek saldo saja. Ada hal-hal yang harus dilakukan oleh nasabahnya dalam dua minggu ini: mengisi CIF, membuat pertanyaan pribadi yang akan ditanyakan setiap kali LOGIN ke Internet Banking Niaga. Saya pikir, setelah hal ini dilakukan, layanannya akan dipulihkan; Ternyata BELUM JUGA!

So, tambah repot dengan menjawab pertanyaan yang kita buat sendiri setiap kalo kita login, tapi perbaikan layanan tidak kunjung tiba juga. Menyedihkannya, saya coba kontak orang-orang yang saya kenal, tidak bisa jawab juga, kapan Internet Banking Bank Niaga akan pulih lagi.

Saya pikir, sebagian layanan dapat tetap dihidupkan tanpa resiko keamanan yang tinggi, misalnya transfer dana antar rekening sendiri. Harusnya Niaga punya target, kapan layanan tersebut akan hidup lagi?!

Selama ini, layanan Internet Banking Niaga sudah banyak bantu saya untuk mempermudah berbagai pembayaran serta manajemen keuangan saya. Tetapi sudah dua minggu ini macet, dan celakanya tidak keluar jawaban, berapa lama lagi harus menunggu??!! Karena ketidakjelasan ini, hari terpaksa, saya memparkir 2 account saya ke posisi saldo monimum, dan mentransfer dananya ke Bank lain. Ketika di Bank Niaga tadi siang, saya membaca pigura besar bertuliskan “Bank dengan Layanan Terbaik 2007“. Luar biasa, sebuah bank dengan predikat layanan terbaik, bisa membiarkan nasabahnya dengan pertanyaan yang tidak terjawab! Saya sungguh prihatin.

Dipikir-pikir, mungkin ada hikmahnya juga. Kejadian ini menyadarkan saya bahwa sebagian besar saham Bank ini sudah bukan milik Indonesia. Majunya bank ini akan dinikmati oleh bangsa lain. Ya….., mungkin memang harus dipindahkan ke Bank pemerintah, ha..3x.

Saya berharap, semoga layanan tersebut segera pulih. Saya masih menyisakan sedikit dana saya di Niaga! Semoga tidak sampai harus saya OFF-kan semua account saya disana.

– Arry Akhmad Arman –

Internet Banking Bank Mandiri Tewas Sesaat!

Baru saja saya terganggu oleh penutupan layanan transaksi Internet Banking Bank Niaga yang sudah berjalan satu minggu dan belum tahu kapan akan dipulihkan, ternyata Bank lainnya ikut-ikutan juga. Siang ini, ketika saya mengakses Internet Bankin Bank Mandiri, muncul pesan sebagai berikut:

Error 500–Internal Server Error

From RFC 2068 Hypertext Transfer Protocol — HTTP/1.1:

10.5.1 500 Internal Server Error

The server encountered an unexpected condition which prevented it from fulfilling the request.

Supaya lebih meyakinkan, saya sajikan juga capture layar dari Browser.

Selang beberapa menit setelah menulis blog ini, layanan tersebut hidup kembali dengan kecepatan akses yang sangat lamban. Saya duga, sebelumnya servernya overload, lalu di-reset. Setelah hidup kembali ramai yang akses sehingga terasa lambat.

Wah, kelihatannya, lembaga perlindungan konsumen sudah mulai harus peduli nih dengan kinerja layanan jasa elektronik di Indonesia.

– Arry Akhmad Arman –

Internet Banking Bank Niaga, Maintenance lagi!

Baru dua hari yang lalu saya tulis keluhan tentang Bank Niaga yang sampai lebih dari 24 jam. Saya pikir setelah maintenance yang lama tersebut akan banyak kejutan bagi nasabah. Yang pasti, kejutan yang berupa perubahan fitur atau penambahan fitur baru, tidak ada sama sekali.

Bahkan yang mengagetkan, malam ini, pesan ‘maaf untuk sementara layanan ini tidak dapat digunakan’ sudah muncul lagi ketika akan melakukan transaksi. Tanpa penjelasan, berapa lama maintenance tersebut akan dilakukan dan kapan nasabah dapat mulai menikmati lagi layanannya. Nah lho, sebagai nasabah bingung kan?


Prihatin juga, pernah menjadi bank dengan pelayanan terbaik, sekarang layanannya banyak mengecewakan. Fitur Internet Bankingnya pun tidak banyak berubah dari waktu ke waktu dan sudah ketinggalan dari beberapa Bank lain.

Dulu, masuk ke Bank Niaga sungguh berbeda dengan bank lain. Senyum ramah selalu menyapa ketika kita berkunjung ke Bank. Bank lain tidak sebaik itu. Sekarang….., hampir semua bank sudah melakukan itu! Semua melayani nasabahnya dengan sebaik-baiknya.

Nah, banyak bank yang lupa………, di jaman serba online ini, pelayanan sudah bergeser dari senyum manis dan wanita cantik ke ‘kualitas layanan online. Mungkin tidak hanya Bank Niaga yang lupa, tapi juga beberapa bank lain yang sedang gencar-gencarnya menggiring nasabahnya untuk menjadi pengguna Internet Banking. Saya kira, fasilitas Internet Banking untuk sebagian bank masih dianggap sebagai project yang dianggap pengadaan system saja. Padahal itu secara perlahan menjadi channel utama yang tumbuh pesat dan harus mendapat perhatian yang sangat besar, dikelola secara sangat profesional dan berkelanjutan. Hidup mati sebuah bank di masa depan akan sangat ditentukan oleh layanan ini.

Semoga tulisan ini bisa memotivasi untuk melakukan segera perbaikan layanan.

– Arry Akhmad Arman –

Perlukah semua transaksi menggunakan token, bahkan harus dua kali?

Saat ini saya adalah pengguna Internet Banking dari 4 Bank besar di Indonesia. Tiga diantaranya harus menggunakan token (pin atau alat khusus) untuk bertransaksi, satu diantaranya tanpa token. Saya paham bahwa token tersebut dibuat untuk meningkatkan keamanan bertransaksi melalui Internet Banking.

Keamanan biasanya selalu bertolak belakang dengan kanyamanan. Transaksi tanpa token dirasa lebih nyaman, praktis, dapat dilakukan dimana saja, kapan saja, tanpa terganggu dengan ada tidaknya token di sebelah kita. Ketika token tidak ada di sebelah kita (mungkin tertinggal di rumah, atau memang saat itu memang tidak dibawa karena mungkin tidak diperlukan), maka transaksi tidak dapat dilakukan.

Ada beberapa hal yang menarik untuk kita kaji berkaitan dengan token ini, yaitu sbb.

1. Apakah token diperlukan untuk semua transaksi?
Mungkin ada yang tidak terpikirkan oleh saya. Satu account Internet Banking dapat digunakan untuk mengakses beberapa account dari orang yang sama (CIF sama) di Bank. Rasanya, jika kita memindahkan dana dari satu acount milik kita ke account lainnya miliki kita juga, tentunya tidak ada resiko keamanan yang mungkin terjadi (tolong koreksi kalau saya salah). Jika benar dugaan saya, tentunya transaksi tersebut tidak perlu menggunakan token, sehingga lebih nyaman untuk nasabah. Untuk pihak bank juga akan mengurangi beban prosesor.

2. Apakah penggunaan token perlu dua kali?
Ada bank yang mensyaratkan dua kali penggunaan token untuk satu transaksi. Betapa tidak nyaman untuk user. Apalagi kalau transaksinya jumlahnya kecil atau bahkan pemindahan dana dari satu account ke account kita sendiri. Satu kali saja deh, jangan dua kali, terlalu repot!

– Arry Akhmad Arman –

Hati-Hati Menggunakan SMS Banking

Di satu sisi, SMS Banking menawarkan kemudahan bertransaksi. Namun, perlu hati-hati, SMS Banking sangat berpotensi menimbulkan masalah serius dalam transaksi keuangan anda. Salah satu potensi masalah adalah tidak adanya respon sama sekali ketika kita memberikan perintah SMS Banking.

Sebagai contoh, saya pengguna SMS Banking BNI. Cukup sering mengalami situasi yang saya gambarkan di atas. Bahkan suatu ketika, pagi hari, saya pernah harus melakukan transaksi penting yang saya lakukan melalui SMS Banking. Setengah jam, tidak ada respon. Akhirnya telpon ke Bank. Pihak Bank meyakinkan bahwa transaksi tersebut tidak dijalankan, jadi saya boleh mengulang transaksi tersebut.

Sore hari saya kaget dengan adanya SMS balasan (balasan dari SMS yang saya kirim pagi), menyatakan bahwa transaksi yang saya minta sudah SUKSES dijalankan. Wah repot kalau sudah begini. Padahal petugas BNI yang saya telpon sudah menjamin bahwa transaksi tersebut tidak dieksekusi. Secara teknis bisa dipahami, berarti terjadi delay yang lama di operator telekomunikasinya. Lalu? Apakah hal ini adalah sesuatu yang wajar dan harus dimaklumi? Menurut saya tidak!!! Ini masalah yang harus dicari jalan keluarnya!

Saya juga pernah turut serta dalam satu pertemuan antara customer dengan suatu operator GSM di Indonesia. Operator minta berbagai masukan/keluhan dari customernya untuk tujuan perbaikan. Menariknya, salah satu yang banyak dikeluhkan adalah layanan SMS Banking yang sering bermasalah, tidak ada respon.

Saya kira, Bank, Operator Telekomunikasi serta pihak-pihak terkait untuk melindungi nasabah harus mulai memikirkan hal ini supaya tidak merugikan customer. Bayangkan, kalau terlalu banyak transaksi yang anda kelola, dan anda tidak punya waktu untuk mengeceknya satu persatu, mungkin saja anda sudah mengirim uang ke pihak lain lebih dari satu kali (seharusnya satu kali), hanya gara-gara kelemahan SMS Banking ini.

Pemeliharaan Internet-Banking Perlu Lebih dari 24 jam?

Seingat saya, Bank Niaga adalah sejumlah Bank yang termasuk early adopter dalam menerapkan Internet Banking di Indonesia bersama beberapa bank lainnya. Saya sendiri adalah pengguna Internet Banking Bank Niaga sejak tahun 2002.

Belakangan ini, Internet Bankingnya sering bermasalah. Sering berhadapan dengan halaman yang menyatakan bahwa “sistem sedang dalam pemeliharaan”. Dan menariknya, pemeliharaan tersebut dilakukan pada jam kerja. Mengapa tidak tengah malam ketika transaksi minimum?

Sering juga, ada error ketika akhir transaksi, dan tetap error walaupun transaksinya diulang. Report error yang muncul biasanya suatu kode dan anjuran untuk call 14041. Menariknya, 14041 sering tidak ngerti kode error tersebut. Kalau sudah begitu, beberapa pengalaman menghubungi 14041, saya bisa harus menunggu (sambil mendengarkan lagu) beberapa menit untuk mendapat jawaban yang sering tidak mamuaskan juga. “Silakan coba beberapa jam lagi Pak, memang sedang ada sedikit perbaikan.”
Wah cape deh!

Terakhir kali saya mengalami masalah adalah hari Sabtu, 26 Januari 2008, pagi. Pesan yang muncul di layar kira-kira “Maaf, sedang ada pemeliharaan rutin, …. untuk peningkatan layanan”. Minggu pagi masih belum selesai juga yang namanya pemeliharaan rutin tersebut. Minggu sore entah baru jalan lagi. Berarti lebih dari 24 jam diperlukan untuk pemeliharaan. Rasanya di jaman serba cepat ini, pemeliharaan 24 jam terlalu lama!!! Apalagi itu cukup sering terjadi.

Ada beberapa pemikiran saya yang mudah-mudahan bisa membantu.
1. Rencanakan pemeliharaan sebaik mungkin, sehingga waktu penghentian layanan bisa dibuat seminimal mungkin.
2. Sedapat mungkin, lakukan pemeliharaan pada jam-jam yangt transaksinya minimum, misalnya tengah malam.
3. Berikan informasi yang cukup kepada nasabah, misalnya, kapan masa pemeliharaan tersebut akan selesai.

Semoga pemikiran ini bermanfaat untuk kemajuan layanan Internet Banking di Indonesia, khususnya untuk Bank Niaga. Sementara ini saya masih tetap nasabah setia Bank Niaga.

– Arry Akhmad Arman –