Jemput Istri di Bandara

Jam 3 sore saya berangkat naik Primajasa ke Cengkareng untuk jemput istri saya yang harusnya mendarat dari Hongkong jam 20.10. Ternyata karena cuaca yang sangat buruk, info sementara akan kena delay 4 jam, itupun kalau cuaca membaik. Nah lho! Berarti pasti akan mendarat lewat tengah malam. Semua jadual kendaraan ke Bandung berakhir jam 10-11 malam. Tanya sana-sini, akhirnya bisa rental mobil langsung ke Bandung, jam berapapun ditunggu. Wah…., akhirnya lega juga…..

Posting ini saya kirim dari AW Restaurant di terminal kedatangan Bandara Sukarno-Hatta dalam kondisi hujan lebat. Oh ya, tepat setelah datang di bandara tadi, saya pergi ke toilet yang 5 hari lalu saya ceritakan. Dalam 5 hari kondisinya berubah banyak. Satu wastafel bertuliskan RUSAK, sisanya yang masih tidak rusak airnya hampir tidak keluar. Ini bandara internasional lho!?

Apa kata dunia? Ngurus toilet saja tidak mampu!!!

[update, pagi di hari berikutnya….]

Akhirnya, seorang kawan menjemput saya dan saya menginap di Jakarta, karena pesawat istri saya baru  berangkat jam 3 pagi dari Hongkong dan mendarat jam 7an pagi di Jakarta.

Cengkareng Dini Hari …

Posting ini saya kirim dari Laras Kafe di terminal keberangkatan Internasional di Bandara Sukarno Hatta jam setengah lima pagi. Malam ini saya menyertai istri saya dari Bandung naik bis langsung ke Bandara untuk mengejar penerbangan internasional pagi ini. Karena tidak mau mengambil resiko, Primajasa, perusahaan bis-nya, menentukan kami harus berangkat jam 00.30 dari Bandung. Ok lah, kami mengalah, ikut saja.

Perjalanan lancar, tiba di bandara jam 03.00. He-he-he, jangan dibayangkan seperti bandara lain yang sibuk 24 jam. Suasana sangat sepi, yang ada hanya orang tidur di kursi-kursi tunggu, sebagian berselimut sarung seperti ronda. Di layar LCD untuk menampilkan daftar penerbangan, belum ada satupun info penerbangan yang muncul, walaupun layarnya tidak mati. Itu menandakan bahwa di bandara ini aktifitas penerbangannya tidak 24 jam.

Restoran semua tutup, termasuk McD, kebetulan saja Laras Kafe sudah ada petugasnya. Inipun hanya menyediakan coffe mix dan mie gelas, semua menu yang lain belum ada. Saya jadi teringat sidak presiden (wapres?) beberapa waktu lalu yang saya baca di koran. Salah satunya dikritik masalah toilet yang memprihatikan. Beberapa toilet ditutup tripleks, sedang direnovasi. Akhirnya menemukan juga yang berfungsi. Isinya seperti apa? Air berfungsi normal, tapi kebersihan rasanya masih perlu jauh ditingkatkan. Suasana tambal sulam peralatan yang tidak selaras terlihat betul di toilet tersebut. Singkatnya kalo kita coba bandingkan dengan toilet bandara negara-negara tetangga, jauh lebih buruk suasananya.

Itulah suasana Cengkareng di dini hari…., sebaiknya jangan membiarkan wanita pergi ke bandara ini di dini hari sendirian. Juga, kalau tidak bisa menahan lapar, jangan lupa bekal makanan secukupnya….

Ha-ha-ha, itulah potret Bandara Internasional kita ….., masih menyedihkan…