Kampanye Cerdik: Menyulap Aib Jadi Simpati

Dalam rangka kampanye, salah satu kandidat, ada yang meninjau gedung SD yang baru-baru ini ambruk dan menyatakan bahwa akan membantu rehabilitasi pembangunannya. Saya tidak habis pikir….!!! Buat saya itu tidak masuk akal!

Rubuhnya bangunan SD tersebut secara tidak langsung adalah tanggungjawab gubernur yang sekarang statusnya masih menjabat karena lemahnya pengawasan kondisi bangunan dan pembangunan sekolah di Jawa Barat.

Bagi calon tertentu, itu adalah aib yang mungkin harus ditutupi dari ekspos yang berlebihan! Dari kacamata lain, itu adalah musibah yang sepantasnya memang dibantu penanganannya oleh seorang Gubernur (bukan oleh Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur beserta rombongannya yang sedang kampanye!)

Faktanya, itu malah bisa dijadikan objek kampanye untuk menarik simpati masyarakat calon pemilih. Luar biasa!

Panggung Kampanye atau Panggung Hiburan?

Baca PR online pagi ini tentang kampanye hari pertama dari semua kandidat Gubernur Jawa Barat membuat hati saya makin prihatin. Saya coba baca pemberitaan dari semua kandidat, supaya tidak berat sebelah. Kesimpulan umumnya adalah sebagai berikut.

Semua kandidat menggunakan artis untuk memikat pengunjung. Harusnya mereka MIKIR! Berarti orang-orang yang datang kesana kemungkinan bukan simpatisan mereka, tapi penggemar artis tersebut. Berbahagialah para artis, anda lebih populer dari pada para kandidat! Para kandidat kurang PE-DE tanpa bantuan anda!

Sebagian kandidat sudah mulai memunculkan ukuran-ukuran keberhasilan, tapi “how to go there” nya belum tampak pada semua kandidat.

Pemilihan Gubernur Jawa Barat, Mau Pilih Siapa?

Saya hanya mendengar saja bahwa Jawa Barat akan melakukan pemilihan Gubernur baru dalam waktu dekat. Saya tidak tahu kapan pelaksanaanya (saya termasuk 21.25% yang tidak tahu, lihat hasil survey). Baru tahu setelah saya telusuri dari website pemda Jawa Barat, http://www.jabar.go.id. Terus terang, sebagai warga dengan KTP Jawa Barat dan bisa disebut putera asli Jawa Barat, saya kurang peduli dengan pemilihan tersebut. Mengapa? Terlalu banyak fakta yang bisa kita lihat yang membuat kita pesimis, siapapun Gubernurnya, tidak ada harapan yang bisa memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi untuk mengubah Jawa Barat.

Berdasarkan info dari situs KPU Jabar, inilah calon-calon yang harus kita pilih:

  1. H. Danny Setiawan dan H. R. Iwan Sulandjana
  2. H. Agum Gumelar dan H. Nu’man Adbulhakim
  3. H. Ahmad Heryawan dan H. Dede Yusuf

Ok, saya mau terus terang, tentang apa yang ada di pikiran saya mengenai calon-calon yang ada, dan pilihan sementara saya jatuh kemana, hanya mengandalkan common sense saja. Saya ingin tahu pendapat anda juga, siapa tahu ada info berharga atau perpektif lain yang bisa mengubah pilihan saya. Inilah algoritma saya untuk memilih:

  1. Semua mempunyai gelar “H.” di depan namanya, saya asumsikan semuanya artinya “Haji”, jadi saya tidak ragu dengan kejujurannya. Kita kan harus berpikir positif.
  2. Memang ada beberapa partai yang saya tidak mempunyai simpati yang kuat, malah cenderung antipati. Tapi terlepas dari itu, bagi saya, dua pasangan pertama (1 dan 2) adalah tokoh-tokoh lama yang sangat mungkin kental dengan gaya, budaya, cara berpikir yang lama. Jika pilih nomor 1, jelas Jawa Barat tidak akan jauh dari sekarang. Nomor 2, ya….. dugaan saya engga akan jauh beda dengan nomor 1. Hanya beda orangnya saja.
  3. Pasangan nomor 3, dari satu sisi saya melihat ini sebagai pemain baru yang mungkin belum berpengalaman. Tapi dilain pihak saya melihat ada satu harapan yang bisa digantungkan ke mereka. Pemain baru, apalagi masih muda, cenderung tidak terbelenggu oleh paradigma lama dan diharapkan bisa membawa ide-ide baru yang bisa mengubah Jawa Barat.
  4. Iseng-iseng saya lihat CV mereka. Perhatian saya pada usia mereka. Dua pasangan pertama adalah kelahiran 40-an dan 50-an. Pasangan yang ketiga, sama-sama kelahiran 66. So, menurut saya ini satu point yang sangat penting untuk dipertimbangkan.

Saya bukan simpatisan kuat siapapun diantara mereka, tapi kalau saya harus memilih, berdasarkan common sense dan logika, saya akan pilih pasangan nomor 3. Saya berharap pasangan muda ini bisa memberikan perubahan yang positif agar Jawa Barat maju secara signifikan.

Bagaimana menurut anda?