Calon Independen Walikota Bandung

[lagi bete di bandara….]

Kemungkinan kemenangan pasangan HADE untuk Gubernur Jawa Barat telah merubah peta politik, termasuk memberikan harapan besar pada calon independen walikota Bandung. Saya hanya ingin tahu pendapat anda, andai ada calon-calon dari partai manapun, dan muncul calon independen. Mungkin calon independen ini belum populer di masyarakat. KIra-kira anda akan pilih calon dari Partai atau calon Independen?

Satu lagi pertanyaan nakal yang boleh tidak dijawab, karena memang tidak ada pikiran dan kemungkinan ke arah sana. Andai saya yang jadi calon independen, tertarik pilih saya? Mengapa? (he-he-he, pertanyaan iseng dari orang yang lagi bete nunggu penerbangan istri yang di delay 4 jam)

[update, pagi di hari berikutnya….]

Akhirnya, seorang kawan menjemput saya dan saya menginap di Jakarta, karena pesawat istri saya baru  berangkat jam 3 pagi dari Hongkong dan mendarat jam 7an pagi di Jakarta. Thanks buat komentar dari para tamu di blog ini, menyenangkan membaca berbagai komentar sambil naik taksi ke bandara, serasa ada yang menemani …..
That’s the beautiful part of blog!

Target untuk Walikota Bandung

Walaupun secara resmi belum dinyatakan menang, tapi semua pihak sudah bisa menduga siapa yang akan terpilih sebagai Gubernur dan Calon Gubernur Jawa Barat. Pemilihan berikutnya yang menarik adalah pemilihan walikota Bandung yang konon akan mulai memunculkan calon independen.

Saya orang engineering, dibiasakan berpikir secara sistematis. Dalam merancang biasanya orang engineering menentukan spesifikasi dari sistem yang akan dibangun. Juga menentukan constraint atau kendala-kendala yang harus diperhatikan untuk mewujudkan sistem yang diinginkan. Nah saya kira, cara pikir seperti itu tidak ada salahnya kita coba terapkan untuk walikota Bandung.

Saya akan mulai dengan pendapat saya pribadi, anda boleh mengurangi, mengubah, atau menambahkan.

.

Apakah target yang harus dipenuhi oleh Walikota Bandung yang akan datang?

1. Secara bertahap tapi pasti, Bandung harus bebas macet dan kaki lima

2. Perbaikan Sistem Transportasi Publik yang tertib dan aman

3. Solusi Jangka Panjang Pengelolaan Sampah yang baik

4. Pelayanan Masyarakat yang jelas, cepat, transparan, diharapkan sebanyak mungkin layanan online

5. Bandung kota terbaik di Indonesia untuk infrastruktur IT

.

Apakah constraint yang harus diperhatikan untuk mencapai tujuan-tujuan di atas

1. Memperhatikan masyarakat kecil (adil, tidak berpihak ke yang kaya)

2. Solusi-solusi harus berwawasan lingkungan (Green Solutions)

3. Solusi yang berhubungan dengan nasib orang banyak, transformasinya harus dilakukan dengan hati-hati, bertahap, dan waktu perubahan yang wajar (misal, jika ingin menghilangkan kaki lima, jangan langsung diusir begitu saja…)

Nah, apalagi menurut anda?

.

Sumber yang berhubungan:

Calon Walikota Harus Kaya?

Tidak sengaja saya terdampar ke Situs Opini Masyarakat (http://www.opinimasyarakat.com), dan menemukan artikel menarik tentang calon independen walikota Bandung. Saya ingin tahu, apakah calon independen itu sesuatu yang serius terbuka? atau hanya akal-akalan saja? Ada kutipan yang menarik dari satu link yang berjudul “Pendaftaran Calon Walikota 2 Mei“. Dalam artikel tersebut ada kutipan statement dari Ketua KPU Benny Moestofa:

Menanggapi calon independen, Benny berjanji akan mengakomodir asal revisi Undang-undang nomor 32 tahun 2004 sudah ditetapkan sebelum tanggal 2 Mei jadwal pendaftaran calon Pilwalkot. “Ada syarat calon independen memiliki dukungan minimal 3% dari penduduk Kota Bandung dengan dibuktikan KTP yang mendukung dan harus kaya, minimal memiliki rekening tabungan Rp 1,4 miliar, tambahan lainnya harus tokoh masyarakat dan memiliki kharisma,” ujar Benny.

Mungkin karena sering ngritik kota Bandung, dan saya menyatakan punya mimpi jadi walikota (padahal memang hanya mau jadi walikota di kota mimpi, seperti republik mimpi), di beberapa blog ada yang nyebut nama saya sebagai calon walikota.

Ha-ha-ha…., lupakan kalo ada pikiran mau mencalonkan saya, beli mobil Xenia 100 juta saja masih harus nyicil 5 tahun ….., boro-boro punya uang nganggur 1.4 miliar ….

Bagimana menurut anda mengenai syarat-syarat di atas? Memang harus begitu?

Dani Setiawan dan Dada Rosada Raih Penghargaan

Judul itu adalah salah satu berita yang menarik dari koran Pikiran Rakyat hari ini. Saya cari di versi online, ada juga disini. Saya kutip bagian menarik dari berita tersebut.

Gubernur Jabar Danny Setiawan dan Wali Kota Bandung Dada Rosada menerima piagam penghargaan sebagai Kader Kosgoro 1957 yang menjadi kepala daerah. ……… Danny dan Dada meraih penghargaan sebagai kader Kosgoro 1957, karena telah menunjukkan kepedulian yang besar terhadap kesejahteraan masyarakat di wilayahnya.

Selamat, and no other comment ah!