Mengapa Independen Sulit Bersatu?

Kemarin saya dikritik agak keras oleh teman-teman dosen:

Mengapa Calon-Calon Independen Kota Bandung tidak bersatu, sehingga bisa kuat menghadapi partai?

Koalisi independen sebenarnya suatu mimpi yang indah dan saya setuju secara prinsip, tapi silakan pikirkan hal-hal berikut:

  1. Sampai saat ini, masih bermunculan independen-independen baru. Berita media sampai hari ini memberitakan bahwa calon independen yang sudah mengambil formulir paling tidak ada 20 pasang calon. Silakan pikirkan sendiri, fenomena apa ini?
  2. Waktu sudah sangat singkat, semua pihak sedang berusaha memperoleh dukungan masyarakat. Mungkinkah dukungan untuk calon tertentu yang mereka kenal dialihkan begitu saja ke calon yang lain?
  3. Saya tidak punya bukti, tetapi Demi Allah, begitu banyak laporan yang masuk dari orang-orang yang sangat bisa dipercaya (diantaranya dari anggota keluarga sendiri) bahwa telah terjadi jual beli KTP di masyarakat oleh sejumlah yang mengaku pendukung calon independen. Jadi, mungkinkah independen yang punya niat tulus bersatu dengan pihak-pihak yang memperjualbelikan KTP?

Inilah realita perubahan demokrasi yang sedang terjadi. Begitu kuat hambatan untuk menuju Bandung (secara umum Indonesia) yang lebih baik….. Akankah kita diam saja???

Mari Kita Bersama-sama Menjadi Bagian dari Sejarah!

Perjalanan dunia politik di Indonesia dari kacamata masyarakat umum bergerak menuju titik yang semakin menyedihkan. Partai-partai politik yang seharusnya mewakili kepentingan masyarakat sudah sangat diragukan keberpihakannya kepada masyarakat. Sudah terlalu banyak bukti bahwa partai hanya mementingkan kepentingan pribadi dan golongannya, bukan mewakili kepentingan masyarakat. Sudah sering jadi pembicaraan umum juga bahwa sangat mungkin ada kontrak-kontrak politik antara partai dengan para pimpinan daerah di negeri ini, sehingga keberpihakan para pimpinan daerah terbelenggu oleh kontrak-kontrak politik tersebut.
Revisi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 telah membuka secercah harapan baru bagi kita semua. Undang-undang tersebut secara sah memungkinkan untuk pencalonan pimpinan daerah dari kalangan perseorangan (independen), bukan dari kalangan partai dan tanpa dukungan partai sama sekali.

Kota Bandung yang pernah menorehkan sejarah sebagai penggerak kebangkitan Asia-Afrika, dihadapkan pada tantangan untuk menorehkan sejarah sebagai kota pertama yang berpeluang memiliki pimpinan dari kalangan independen.

Mengapa ini dapat menjadi milestone penting dalam sejarah? Jika Bandung berhasil memiliki walikota Independen, diharapkan ini menjadi pemicu semangat yang dapat men-triger munculnya independen-independen lainnya di seluruh wilayah Indonesia. Jika hal itu terjadi, diharapkan ini akan menjadi rival yang menantang bagi partai-partai politik agar mereka mencalonkan orang-orang yang berkualitas yang dapat memperjuangkan kepentingan masyarakatnya dan secara umum dapat meningkatkan kualitas dan kinerja partai-partai politik di Indonesia.

Pikirkanlah, nasib bangsa ini sedang dipertaruhkan, dan anda (terutama masyarakat Bandung) ditantang untuk menjadi bagian dari sejarah perubahan tersebut untuk kebaikan generasi penerus kita! Apakah anda ingin menjadi bagian dari sejarah?

Untuk bisa melakukan pencalonan secara sah, pasangan calon dari pihak perseorangan (independen) harus dapat memperlihatkan dukungan dari masyarakat, minimal 3% dari jumlah populasi penduduk. Untuk kota Bandung, jumlah dukungan yang diperlukan adalah sekitar 80.000, dalam bentuk fotocopy KTP dan surat pernyataan dukungan.
Berdasarkan dorongan dari berbagai pihak yang menghendaki perubahan kota Bandung, dan dengan niat ibadah serta “bebenah kota Bandung, saya bersama-sama dengan Pak Syinar Budhi Arta akan mencalonkan diri sebagai calon perseorangan (independen) walikota Bandung. Insya Allah beliau orang yang lurus, berani dan amanah!

Dengan dorongan berbagai pihak yang menginginkan perubahan kota Bandung, kami bertekad bersama-sama, untuk mengubah kota Bandung menjadi kota yang lebih baik untuk kita semua.

Mohon doa dan dukungan dari masyarakat, khususnya masyarakat kota Bandung. Tanpa dukungan anda semua, ini hanya satu itikad baik yang sulit diwujudkan!

.

Wassalam,

Syinar Budhi Arta, Calon Walikota (independen)

Arry Akhmad Arman, Calon Wakil Walikota (independen)

Info lebih lengkap, kunjungi http://bandungindependen.wordpress.com