Mengapa Independen Sulit Bersatu?

Kemarin saya dikritik agak keras oleh teman-teman dosen:

Mengapa Calon-Calon Independen Kota Bandung tidak bersatu, sehingga bisa kuat menghadapi partai?

Koalisi independen sebenarnya suatu mimpi yang indah dan saya setuju secara prinsip, tapi silakan pikirkan hal-hal berikut:

  1. Sampai saat ini, masih bermunculan independen-independen baru. Berita media sampai hari ini memberitakan bahwa calon independen yang sudah mengambil formulir paling tidak ada 20 pasang calon. Silakan pikirkan sendiri, fenomena apa ini?
  2. Waktu sudah sangat singkat, semua pihak sedang berusaha memperoleh dukungan masyarakat. Mungkinkah dukungan untuk calon tertentu yang mereka kenal dialihkan begitu saja ke calon yang lain?
  3. Saya tidak punya bukti, tetapi Demi Allah, begitu banyak laporan yang masuk dari orang-orang yang sangat bisa dipercaya (diantaranya dari anggota keluarga sendiri) bahwa telah terjadi jual beli KTP di masyarakat oleh sejumlah yang mengaku pendukung calon independen. Jadi, mungkinkah independen yang punya niat tulus bersatu dengan pihak-pihak yang memperjualbelikan KTP?

Inilah realita perubahan demokrasi yang sedang terjadi. Begitu kuat hambatan untuk menuju Bandung (secara umum Indonesia) yang lebih baik….. Akankah kita diam saja???

9 thoughts on “Mengapa Independen Sulit Bersatu?

  1. Sebaiknya memang bersatu, tetapi melihat poin2 di atas memang rasanya sulit.

    Ada kecurigaan, (ini subyektif) bisa-bisa gerakan ‘jual beli KTP’, mempunyai tujuan2 terntentu.
    1. Bisa digunakan sebagai sarana menghancurkan citra calon independen, karena ada yang tidak pengin calon independen. (ini mungkin akan jadi contoh untuk daerah2 lain kalo untuk kasus Bandung di pandang sukses, bahaya!!!!)
    2. mungkin juga ada calon independen atau para pendukungnya yang memang menggunakan cara2 kotor seperti itu.(kalo ini mah yang bahaya calonnya, jangan sampai pilih calon yang berlaku demikian)
    3. mungkin juga dimaksudkan untuk menunjukkan kepada masyarakat adanya kelemahan dalam sistem pengajuan calon wali-wawali dari independen.(akan menjadi PR bagi KPU untuk merumuskan sistem pemilu yang lebih kuat)

    Dengan adanya fenomena tersebut jangan membikin kita pesimis untuk memperbaiki keadaan. Karena jika kita mempunyai cita2 membangun Bandung, walaupun dengan mencalonkan diri sebagai Wali-wawali, tujuan akhirnya bukan hanya sukses dalam pemilihan dan terpilih. Jika memang terpilih ya Alhamdulillah.

    Terlebih penting jika kita mampu dan mau berjuang dalam Pesta Demokrasi ini dengan JUJUR, BIJAK dan CERDAS. Jika kita hanya mampu membongkar kebusukan2 yang ada dalam Pesta Demokrasi ini ya sudah selayaknya itu diperjuangkan dulu untuk diperbaiki, selanjutnya nanti masyarakat akan tahu dan dapat berpikir dengan lebih jernih untuk menentukan siapa calon Wali-wawali mereka untuk 5 tahun ke depan.

    Secara pribadi, Saya mendukung Pasangan Pak SYINAR – Pak AA Arman. Semoga Sukses!!!!!

    Nuhun pisan!

  2. Ping-balik: Independen yang independen dan independen « Abasosay’s Weblog

  3. Kang Arry.., tetap teguhkan niat untuk jadi calon walikota dengan cara yang benar, tidak pake praktik beli KTP, dll.
    Jangan sampai ikut terbawa arus calon yang lain. Berada dijalan yang benar memang banyak rintangan dan pahit rasanya.
    Tapi Allah SWT tidak akan salah menempatkan hukumnya. Yang benar yang akan menang, tidak di dunia, balasannya ya di alam kekal sana.
    Maju teruss..

    Nuhun! Insya Allah kami akan tetap berada di jalan yang lurus….
    Menang kalah kami serahkan kepada yang di atas, Dia selalu punya rahasia yang tidak kita ketahui.

  4. Aduh jual beli ktp/dukungan, ngerakeun bandung wae. Tetep istiqomah we kang Arry, teu unggut kalinduan, teu gedag kaanginan.. hohoho. Semangat!

    Nuhun!

  5. Pak, calon independen ngga perlu bersatu. Yang penting masyarakatnya cukup cerdas untuk memilih calon yang berkualitas. Hilangkan budaya membuat jargon-jargon yang abstrak, seperti pada pemilu nasional sebelumnya ada jargon seperti ini: “Pilihlah dengan nurani”. Maksudnya apa coba? Ngga jelas sama sekali!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s